Bandung, idisionline.com – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Citeureup Kecamatan Dayeuh Kolot Kabupaten bandung, diketahui tercatat dalam data menerima kucuran penyertaan modal yang bersumber dari kantong Dana Desa (DD) nyaris tiap tahun anggaran.
Hal tersebut tak dipungkiri Direktur Bumdesa Citeureup, Wanti saat diwawancarai awak media dikediamanya,Rabu (12/08/2026).
Ia menyebut sejak menjabat Direktur Bumdes di tahun 2021 sudah menerima penyertaan modal 2 Kali.
“Penyertaan modal yang kami terima semenjak saya menjabat, baru 2 kali yakni ditahun 2021 senilai 100 juta dan ditahun 2025 senilai lebih dari 300 juta yang digunakan modal usaha ternak burung puyuh program ketahanan pangan” ujarnya.

Sementara di Tahun 2022 Wanti tidak mengakui terima penyertaan modal. Padahal dalam data tercatat ada kucuran modal di tahun tersebut senilai lebih dari 100 juta.
Untuk modal tahun 2021, senilai 100 juta, Wanti mengaku gagal menjankan usaha perdagangan cat.
“Penyertaan modal 100 juta ditahun pertama saya menjabat digunakan untuk usaha perdagangan cat. Tapi usaja tersebut gagal, modalnya juga habis”ujarnya.
Sementara pengelolaan program ketahanan pangan ternak burung puyung yang sebagian kandang dibuat dikediaman Direktur Bumdes, sejauh ini hasilnya masih belum optimal.
“Usaha ternak burung puyuh yang terbagi dalam 4 lokasi termasuk dirumah saya dengan total puyuh sekitar 6000 ekor. Sampai saat ini hasilnya belum optimal, baru bisa nyumbang PADes 200 ribu per 6 Bulan” imbuh Wanti.
Ratusan juta Kucuran penyertaan modal yang dikelola usaha Bumdes Citeureup. Sejauh ini dinilai terancam bangkrut tanpa hasil.
Sedangkan modal yang dikucurkan di tahun 2022 seperti yang tercantum dalam data hingga berita dilansir masih jadi misteri.
Kepala Desa Citeureup serta Sekretaris Desanya dalam dua kali kunjunhan awak media ke kantor Desa belum dapat ditemui untuk diminta penjelasannya. Nomor kontak selulernya pun sulit didapat. Staf pelayanan Desa enggan memberi nomor pejabat publik tersebut.
***Her








