Tebingtinggi, idisionline.com-General Manager Distrik Serdang 2 (DSER 2) PTPN IV Regional 1 berpusat di Kebun Sei Karang, Kabupaten Serdang Bedagai, dipimpin oleh Julkarnein Harahap saat di konfirmasi terkait adanya pihak keamanan PTPN 4 Regional 1 Perkebunan Rambutan , Serdang Bedagai telah melakukan penangkapan terhadap 2 orang pria yang diduga sebagai pelaku pencurian tandan buah segar ( TBS ) di afd 1 perkebunan kelapa sawit Rambutan yang terjadi pada senin (8/6/26) sekira pukul 19.00 WIB (Magrib), lalu kedua pelaku di giring oleh satpam menuju kekantor induk (pos induk satpam PTPN4, Regional1) yang berada di jalan lintas tebingtinggi-serdang bedagai, Sumatera Utara.Sabtu, (20/6/26).
Untuk mencari ke absahaannya (kejelasan), terkait penangkapan terhadap pencurian yang sudah di tangkap oleh satpam (Danton) PTPN4, Regional 1 perkebunan Rambutan, satu pelaku pencurian bisa lepas atau (tangkap -lepas ) dari pos penjagaan induk Regional 1 Rambutan di pos induk jagaan yang di jaga pada saat itu oleh satpam yang bernama Baharudin dan Panjaitan, Papam juga ada di tempat penjagaan . Kedua pelaku pencurian TBS Perkebunan Rambutan tersebut tadinya di jaga oleh satpam di pos jaga .Anehnya , Satu tahanan bisa melarikan diri dari pos jagaan ,yang mana dijaga oleh satpam. Dimana rasa tanggung jawab papam, danton dan yang jaga pos induk pada kejadian tersebut?.
Disisi lain,dari pihak pengamanan di kepalai oleh Suhardi selaku Danton Perkebunan Regional 1 Rambutan , Diduga ada pengutipan uang dari pihak satpam (anggotanya) untuk membayar pelaku pencurian atas inisial “B” ,dan juga di duga atas perintah Askep , Papam dan juga Danton Regional 1,Perkebunan Rambutan, apa dasarnya ada pengutipan uang , uang tersebut di kumpulkan lalu di berikan kepada seorang pencuri insial “B” Padahal buah sawit milik perkebunan Rambutan milik Negara yang di curinya?.
Pada saat di konfirmasi Julkarnein Harahap ,GM PTPN IV Regional 1 Rambutan, Kab Serdang Bedagai , Sumatera Utara hanya diam saja,seakan akan ada yang di tutup-tutupi, didalam dua kasus yang berbeda saat di konfirmasi wartawan melalui chat dan via telepon whatsapp.
Padahal, Wartawan berperan sebagai pilar keempat demokrasi yang menjalankan fungsi kontrol sosial untuk memastikan tata kelola perkebunan berjalan sesuai regulasi, transparan, dan tidak merugikan masyarakat atau lingkungan, terutama negara.
Konfirmasi wartawan yang tidak membuahkan hasil dari GM PTPN IV Regional 1 ,sangatlah bertentangan dengan semboyan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu AKHLAK, yang dengan sendirinya mempunyai arti dan makna, Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal dan Adaptif.
Dengan bungkamnya GM PTPN 4 Regional 1 ,atas adanya konfirmasi yang disampaikan oleh wartawan, diduga kuat telah ada persekongkolan yang tidak sehat antara pihak managemen , demi kepentingan pribadi dan golongan.
Sementara itu, Saat dikonfirmasi, yang bersangkutan enggan memberikan tanggapan resmi,Sehingga berita ini di terbitkan.
![]()







