KBB, IO – Kendala teknis pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) saat proses Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) kembali menjadi sorotan. Gangguan server yang kerap terjadi di awal pelaksanaan dinilai menghambat proses pendaftaran dan pelayanan kepada masyarakat.
Ahmad Sanusi, penghubung antara SMKN 1 Cihampelas dan Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah VI Dinas Pendidikan Jawa Barat, mengatakan masalah yang hampir selalu muncul setiap tahun adalah sistem yang belum siap saat pelaksanaan dimulai.
“Setiap tahun kendalanya hampir sama. Di awal pelaksanaan, sistem belum siap sehingga pekerjaan terhambat karena harus menunggu server kembali normal. Terkadang server berjalan beberapa saat, kemudian kembali mengalami gangguan atau down selama beberapa hari,” ujar Ahmad kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, Dinas Pendidikan Jawa Barat perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan aplikasi SPMB sebelum diluncurkan kepada masyarakat. Ia menilai uji coba sistem bersama pihak sekolah seharusnya dilakukan jauh-jauh hari untuk memastikan seluruh fitur berjalan dengan baik.
“Yang harus dievaluasi adalah kesiapan sistem sebelum launching. Seharusnya ada tes atau simulasi terlebih dahulu bersama sekolah-sekolah. Selama ini tidak ada uji coba yang melibatkan sekolah secara menyeluruh sehingga sering terjadi kegagalan sistem dan server error saat pelaksanaan,” katanya.
Berdasarkan data sementara, jumlah pendaftar di SMKN 1 Cihampelas Bandung Barat telah mencapai 745 calon murid. Sementara itu, posisi peringkat atau klasemen sementara pendaftar tercatat berada di angka 1.555.
Meski demikian, Ahmad menilai kebijakan perpanjangan masa PCMB yang dilakukan Dinas Pendidikan Jawa Barat memberikan dampak positif bagi calon murid yang belum sempat mendaftar.
“Dengan adanya perpanjangan PCMB, calon murid yang sebelumnya belum mendapatkan informasi atau belum sempat mendaftar masih memiliki kesempatan untuk mengikuti proses pendaftaran ke sekolah negeri,” ujarnya.
Namun, ia menambahkan, perpanjangan tersebut juga menimbulkan tantangan tersendiri bagi pendaftar yang ingin mengubah data atau berpindah jalur pendaftaran karena harus melakukan penyesuaian ulang terhadap data yang telah diinput sebelumnya.
“Kondisi ini membuat sebagian pendaftar harus kembali meriset dan menyesuaikan pilihan jalur maupun data yang sudah diisi pada tahap awal,” pungkasnya.
SMKN 1 Cihampelas Soroti Minimnya Uji Coba Aplikasi SPMB Sebelum Digunakan







