KARAWANG, Idisionlinem.com – Kelompok Tani Banyu Sakti 2 Kelurahan Plawad menggandeng berbagai pihak untuk menggelar gerakan pengendalian (gerdal) hama wereng di area persawahan lingkungan Karang Tengah, Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang.
Uniknya, aksi tanggap darurat ini dilakukan secara modern dengan memanfaatkan teknologi pesawat nirawak (drone) penyemprot.
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata menjaga kondisi tanaman padi yang baru saja memasuki musim tanam agar terhindar dari kerusakan fatal akibat serangan hama.
Ketua Kelompok Tani Banyu Sakti 2 sekaligus Ketua Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Kelurahan Plawad, Dedi Marsono, menjelaskan bahwa penggunaan drone dalam gerdal kali ini bertujuan untuk mengenalkan efisiensi teknologi kepada para petani lokal.
UPJA sendiri merupakan lembaga yang bergerak di bidang pelayanan jasa alat dan mesin pertanian (alsintan).
“Hari ini ada kegiatan gerdal untuk pemberantasan hama wereng guna menjaga kondisi padi yang baru ditanam. Adapun penyemprotannya itu pakai drone. Kita memperkenalkan kepada para petani bentuk modernisasi pertanian yang ada di Kelurahan Plawad,” ujar Dedi Marsono saat ditemui di lokasi persawahan, Karang Tengah pada Kamis (5/6/2026).
Dedi menambahkan, penerapan teknologi ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas sektor pertanian setempat secara signifikan.
“Mudah-mudahan dengan hasil penyemprotan pakai drone melalui kerdal ini, hasil panen untuk musim tanam sekarang bisa lebih meningkat untuk pencapaian gabahnya,” tuturnya optimis.
Selain pemanfaatan drone hasil kerja sama dengan PT Maxitani selaku penyedia alsintan, UPJA Kelurahan Plawad sejatinya telah mulai mengadopsi beberapa alat modern lainnya.
Dedi memaparkan bahwa untuk pengolahan lahan, petani sudah menggunakan traktor roda empat (jonder) atau rotavator.
Sementara untuk masa panen nanti, mereka direncanakan memakai mesin pemanen kombinasi (combine harvester).
Kendati mekanisasi sudah mulai berjalan di hulu dan hilir, masih ada satu rantai proses yang dirasa belum optimal karena keterbatasan alat, yakni proses penanaman padi (tandur).
“Kami sangat menginginkan adanya bantuan untuk mesin tanam (transplanter) yang saat ini belum ada di daerah Plawad, atau umumnya di Karawang untuk tanam padi atau tandur,” ungkap Dedi menyampaikan aspirasi rekan-rekan petaninya.
Kegiatan gerdal berbasis teknologi ini turut dihadiri dan dipantau langsung oleh jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Karawang beserta jajaran UPTD terkait.
Mewakili para petani, Dedi Marsono menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan dukungan moril yang diberikan oleh Kepala Dinas Pertanian Karawang, Drs. Haji Rohman.
“Kami selaku kelompok tani dan juga ketua UPJA Kelurahan Plawad mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Kadis, Bapak Drs. Haji Rohman, beserta jajaran UPTD yang menghadiri acara gerdal ini. Terima kasih juga atas kerja samanya dengan PT Maxitani untuk penyemprotan bidang drone,” pungkas Dedi.
Dengan adanya komitmen bersama antara kelompok tani, sektor swasta, dan arahan serta suntikan semangat dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Kelurahan Plawad diharapkan dapat bertransformasi menjadi salah satu lumbung padi yang jauh lebih produktif dan melek teknologi di masa depan.













