KARAWANG, Idisionline.com – Kepala Desa Sukaharja, Iwan Setiawan, memberikan klarifikasi terkait video viral yang menyebut seorang anak diduga ditolak saat mendaftar di SD Sukaharja 1.
Ia menegaskan, persoalan tersebut terjadi akibat miskomunikasi antara orang tua siswa dan pihak sekolah.
Iwan mengatakan, Pemerintah Desa Sukaharja langsung melakukan koordinasi setelah video tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.
Hasilnya, pada Senin (20/7/2026), anak tersebut telah diterima sebagai peserta didik di SD Sukaharja 3.
“Alhamdulillah, hari ini kami sudah berkomunikasi dengan pihak SD Sukaharja 3 dan anak tersebut telah diterima untuk bersekolah di sana,” ujar Iwan Setiawan.
Menurutnya, berdasarkan penjelasan yang diterima dari pihak SD Sukaharja 1, tidak pernah ada maksud untuk menolak calon siswa tersebut.
Permasalahan yang terjadi lebih disebabkan oleh miskomunikasi dalam proses pendaftaran ulang.
“Dari keterangan pihak sekolah, bukan berarti anak itu ditolak. Kemungkinan terjadi miskomunikasi antara orang tua dan pihak sekolah. Orang tua menunggu panggilan dari sekolah, sementara pihak sekolah menunggu orang tua melakukan pendaftaran ulang,” jelasnya.
Iwan menambahkan, SD Sukaharja 1 saat ini memang menghadapi keterbatasan daya tampung karena kuota peserta didik sudah terpenuhi.
Namun, untuk penjelasan lebih rinci mengenai proses penerimaan siswa, ia mempersilakan mengonfirmasi langsung kepada pihak SD Sukaharja 1.
Ia berharap, persoalan tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar komunikasi dalam proses penerimaan peserta didik dapat berjalan lebih baik sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Diterimanya siswa tersebut di SD Sukaharja 3, Pemerintah Desa Sukaharja memastikan hak anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi dan proses belajar dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Tanggapi Video Viral, Kades Sukaharja Pastikan Hak Pendidikan Anak Tetap Terpenuhi













