Sumedang, idisionline com – Penelusuran awak media di Desa Paseh Kaler, Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang dalam menjalankan kegiatan usaha program pemerintah yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) nyaris menemui jalan buntu.
Informasi yang didapat dikantor Desa Paseh Kaler, Selasa (21/07/2026) Staf pelayan tidak banyak memberi penjelasan.
“Kebetulan pak Kuwu (Kades-Red) sedang tidak ada, demikian juga perangkat yang lainnya sedang tugas luar”, ucapnya.

Informasi keberadaan BUMDES beserta jajaran pengurus akhirnya didapat dari keterangan Staf tersebut.
“Kalau pengurus BUMDES Direkturnya bernama Rahmat yang tinggal di kampung parumasan”ucapnya.
Upaya konfirmasi lanjut dilakukan dengan sambangi alamat kediaman pengurus BUMDES. Berhasil ditemui dirumahnya Direktur BUMDES Rahmat menjelaskan kegiatan usahanya.
“Untuk usaha BUMDES dalam program ketahanan pangan terbagi menjadi Dua kegiatan, yakbi budidaya ikan dan pertanian dengan penyertaan modal yang diterima sekitar 240 juta”jelasnya.
Dilanjutkan Rahmat modal tersebut dibagi menjadi Dua bagian.
“Dari modal tersebut dibagi Dua, untuk pertanian penanaman cabe 74 juta, tani padi sekitar 30 juta. Sisanya untuk modal budidaya ikan. Hanya untuk cabe kami gagal panen modal 74 juta habis tak tersisa” tuturnya.
Diakhir wawancaranya Rahmat juga mengakui bahwa penyertaan modal untuk BUMDES yang dikelolanya bukan untuk ketahanan pangan saja.
“Sebelumnya juga memang ada beberapa kali penyertaan modal BUMDES dari dana desa, sebelum ketahanan pangan. Tiap tahun kami memberi kontribusi melalui PADes meski nilainya tidak menentu”imbuhnya.
Sayangnya Rahmat tidak bisa memberikan nomor kontak Kepala Desa untuk dikonfirmasi melalui selulernya.
“Pak Kuwu sudah amanat ke saya untuk tidak memberi nomor hp ke orang lain. Lagi pula saat ini istrinya sedang dirawat karena sakit, pak Sekdes pun sudah pensiun. Jadi tidak ada Sekdesnya” Pungkasnya.
Minimnya informasi yang didapat di Desa Paseh Kaler menimbulkan persepsi negatif Dimata publik. Terkesan tak transparan hanya cukup ditulisan baliho yang terpajang saja.
***Her







