PANGALENGAN, IO – Pemetaan calon murid baru dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA di SMPN 4 Pangalengan telah rampung. Hasilnya menunjukkan seluruh lulusan angkatan 2025/2026 dipastikan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik melalui SMA reguler, SMA terbuka, pendidikan nonformal, maupun pesantren.
Wakil Kepala SMPN 4 Pangalengan, Nurdin, mengatakan capaian tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, hanya sekitar 70 persen lulusan yang melanjutkan pendidikan, sedangkan tahun ini mencapai 100 persen.
“Tahun ini seluruh lulusan melanjutkan pendidikan. Ada peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang hanya sekitar 70 persen,” ujar Nurdin, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, sekitar 70 persen lulusan memilih melanjutkan ke SMA reguler, sementara sisanya memilih SMA terbuka dan pesantren.
Nurdin menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran guru, wali kelas, serta motivasi yang terus diberikan kepada siswa agar memiliki semangat meraih cita-cita melalui pendidikan.
“Setiap tahun kami selalu memberikan motivasi kepada siswa agar dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, keberadaan SMA terbuka juga sangat membantu siswa yang terkendala faktor sosial, geografis, maupun ekonomi,” katanya.
Ia mengakui masih terdapat kasus siswa yang putus sekolah di tengah jalan. Namun, pihak sekolah sering kali tidak mengetahui secara pasti penyebabnya karena sebagian siswa memilih keluar sekolah dan tidak melanjutkan pendidikan meski memiliki akses pendidikan yang cukup dekat dengan tempat tinggalnya.
“Sebagian besar disebabkan rendahnya minat untuk melanjutkan sekolah. Padahal orang tua sudah memberikan dukungan, termasuk biaya transportasi dan uang saku,” ungkapnya.
Meski demikian, angka putus sekolah di wilayah tersebut terus menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun. Hal itu didukung berbagai program bantuan pendidikan dari pemerintah yang mendorong siswa tetap bersekolah.
Untuk mencegah siswa putus sekolah, SMPN 4 Pangalengan rutin melakukan berbagai upaya, di antaranya home visit serta koordinasi intensif dengan orang tua siswa.
“Ketika ada siswa yang berpotensi tidak melanjutkan sekolah, kami melakukan kunjungan ke rumah dan berkomunikasi dengan orang tua untuk mencari solusi bersama,” jelas Nurdin.
Di akhir keterangannya, Nurdin berpesan kepada para siswa agar terus meningkatkan motivasi belajar dan melanjutkan pendidikan setinggi mungkin.
“Sekolah memang bukan segala-galanya, tetapi segala-galanya berawal dari sekolah dan pendidikan,” pungkasnya.
Rep. Asted







