CIREBON, IO – Di tengah minimnya jumlah siswa dan kondisi bangunan yang nyaris tak layak, SDN 1 Cangkoak, Desa Cangkoak, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, justru meledak dengan prestasi. Sekolah ini memborong 13 penghargaan dari ajang lomba tingkat kecamatan dan kabupaten. Capaian itu mematahkan anggapan bahwa sekolah kecil tak mampu bersaing.
Kabar manis itu disambut haru di halaman sekolah. Para guru dan siswa berkumpul, menatap deretan piala dengan mata berkaca-kaca. Di balik deretan juara itu, ada cerita panjang tentang kerja keras, kekompakan, dan perjuangan melawan keterbatasan.
Dianggap Sebelah Mata, Kami Balas dengan Piala
Guru Olahraga SDN 1 Cangkoak, Kasdi, tak menahan rasa bangganya. Ia blak-blakan menyebut sekolahnya kerap dipandang sebelah mata karena jumlah murid yang sedikit.
“Jujur, kami sering dianggap sebelah mata karena jumlah siswa memang sedikit dibanding sekolah lain. Tapi justru dari keterbatasan itu kami belajar bekerja lebih keras, lebih kompak. Alhamdulillah, kerja sama solid antara guru, siswa, dan orang tua akhirnya membuahkan hasil luar biasa tahun ini,” ungkap Kasdi.
Menurutnya, tidak ada jalan pintas selain disiplin, latihan rutin, dan dukungan orang tua.
“Tidaklah mudah meraih juara dengan kondisi sekolah yang kurang memadai dan sarana prasarana seadanya. Tapi Alhamdulillah, kami mampu membuktikan bahwa semangat bisa mengalahkan keterbatasan,” tegasnya.
Dominasi di Seni dan Olahraga, 13 Gelar Diborong
Prestasi SDN 1 Cangkoak tahun ini merata di bidang akademik, seni, dan olahraga. Puncak kejayaan diraih lewat cabang Maca Puisi Bahasa Cirebon dan Menyanyi Solo yang mengantarkan siswa menembus tingkat kabupaten.
Rincian 13 Prestasi SDN 1 Cangkoak:
Juara Tingkat Kecamatan:
Safira Zahra – Juara 1 Invitasi Atletik Putri Fase A Lari 60 M
Cahya Helwa Al Khair – Juara 1 Invitasi Atletik Putri Lompat Tinggi
Muhammad Gibranal Ghozali – Juara 1 Pentas PAI MHQ
Yahya Hasbi – Juara 1 Pasanggiri B Cirebon Maca Puisi
Almira Putri Gasani – Juara 1 Pasanggiri B Cirebon Maca Berita
Faraz Azzumaryam – Juara 1 FLS3N Menyanyi Solo
Adiva Vatisya Azaria & Salwa Nuraeni – Juara 1 FLS3N Pantomim
Sekar Ayu Widiastuti – Juara 1 FLS3N Mendongeng
Hasby Khalif Arrafi – Juara 2 Invitasi Atletik Putra Fase A Lari 60 M
Cahya Helwa Al Khair – Juara 2 O2SN Atletik Kids
Deswita Maharani Maulidin – Juara 3 Pasanggiri B Cirebon Aksara Cirebon
Juara Tingkat Kabupaten:
Yahya Hasbi Kelas 5 – Juara 1 Pasanggiri Puisi Bahasa Cirebon
Faras Azzumaryam Kelas 2 – Juara 2 Menyanyi Solo
Bidik Provinsi, Tapi Terjebak di Gedung Rapuh Sejak 2009
Capaian ini langsung memicu semangat baru. Para guru tancap gas menyiapkan siswa terbaik untuk seleksi lanjutan tingkat kabupaten, dengan target menembus provinsi.
“Harapan kami sederhana. Semoga anak-anak ini bisa terus melanjutkan prestasinya. Kalau bisa sampai tingkat provinsi, itu kebanggaan bukan hanya untuk sekolah, tapi juga untuk orang tua dan masyarakat Cangkoak,” harap Kasdi.
Namun, euforia prestasi langsung terbentur realita pahit. Kondisi fisik SDN 1 Cangkoak dinilai sudah tidak layak huni. Ironisnya, ruang kelas di sisi jalan raya terakhir kali direhab ringan sejak tahun 2009.
“Sejak 2009, kelas yang di pinggir jalan itu baru direhab sekali. Itupun hanya membetulkan genteng bocor dan kerusakan ringan. Kayunya sudah rapuh, banyak lubang di plafon, kondisinya sudah rusak parah. Saya jujur malu melihat kondisi seperti ini, apalagi kalau dibandingkan dengan madrasah di sekitar yang bangunannya sudah bagus. Akibatnya, banyak orang tua jadi enggan memasukkan anaknya ke SD kami,” keluh Kasdi.
Letak sekolah yang berada tepat di seberang jalan raya juga menambah kekhawatiran. Padahal, masyarakat Cangkoak dikenal sangat religius, modal sosial yang seharusnya bisa dimaksimalkan sekolah.
Kegiatan Religius Jalan, Disiplin Melejit di Era Pak Hadi
Meski terbatas fasilitas, pembinaan karakter dan keagamaan tetap jadi prioritas. Setiap pagi siswa sholat Dhuha berjamaah, siang dilanjut sholat Dzuhur, dan tiap Jumat rutin digelar pengajian Yasinan bersama.
Kasdi juga mengapresiasi kepemimpinan Kepala Sekolah, Pak Hadi. Sejak dipimpin Pak Hadi, kedisiplinan siswa disebut mengalami lompatan signifikan.
“Alhamdulillah, setelah dipimpin Pak Hadi ada peningkatan nyata, baik dari kedisiplinan anak maupun semangat belajar. Pak Hadi sangat peduli terhadap anak didiknya,” puji Kasdi.
Seruan ke Pemerintah dan DPRD
Di akhir wawancara, Kasdi melontarkan seruan kepada pemangku kebijakan. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Cirebon, DPRD, dan Dinas Pendidikan segera turun tangan.
“Semoga pemerintah, para anggota dewan, dan dinas terkait tidak tutup mata dengan keadaan sekolah yang seperti ini. Kami butuh perhatian segera. Anak-anak berprestasi ini butuh ruang belajar yang aman dan layak. Semoga pemerintah bergerak cepat dan tepat agar mereka bisa belajar dengan nyaman,” tutup Kasdi penuh harap.
Penulis: Ginanjar / Syobit







