
Karawang, Idisionline.com – Suasana keakraban menyelimuti pertemuan tatap muka antara Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) Bengle, Nurnida Alya (27), dengan warga Blok RT 20RW 08 Perumahan Citra Kebun Mas (CKM). Rabu (20/5/2026).
Kehadiran figur muda ini bukan sekadar untuk memperkenalkan diri, melainkan mempopulerkan metode pendekatan baru bertajuk “Belanja Masalah” guna menyerap langsung keluhan di tingkat akar rumput.
Membuka pertemuannya di malam hari itu, perempuan berusia 27 tahun tersebut secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan kehadirannya di lokasi, sekaligus mengapresiasi antusiasme warga yang tetap setia menunggu.
“Pertama-tama, saya memohon maaf karena membuat bapak dan ibu menunggu lama. Kehadiran saya malam ini utamanya adalah untuk bersilaturahmi dan memperkenalkan diri. Sebab, tak kenal maka tak sayang. Saya tidak ingin warga merasa asing atau bertanya-tanya siapa sosok yang tiba-tiba maju mencalonkan diri di Pilkades Bengle,” ujar Alya ramah.
Di hadapan puluhan warga yang memadati lokasi pertemuan, Alya yang datang bersama timnya secara blak-blakan membagikan latar belakang profilnya yang dinamis.
Meski usianya terbilang sangat muda untuk ukuran kontestan politik tingkat desa, ibu dari lima anak ini memiliki rekam jejak profesional yang cukup kuat di bidang usaha dan birokrasi.
Alya mengungkapkan bahwa dirinya saat ini aktif bergerak di dunia usaha sebagai penyuplai bahan pangan dan sayuran untuk sejumlah instansi kesehatan besar di Karawang.
“Sehari-hari kesibukan saya adalah menjadi supplier sayur untuk RSUD Karawang, RSUD Jatisari, dan juga Rumah Sakit Paru Jatisari,” ungkapnya disambut tepuk tangan warga.
Tak hanya tangguh di dunia usaha, perempuan yang memiliki garis keturunan dari Purwasari (sementara sang suami berasal dari wilayah Borobudur, Magelang) ini juga tercatat memiliki pengalaman kerja di level nasional.
Hingga saat ini, Alya masih aktif mengemban amanah sebagai staf khusus Komisaris Bank BNI, Dr. Vera Febrianti, yang sebelumnya pernah menduduki kursi Komisi XI DPR RI dengan membawahi sektor keuangan dan perbankan.
Alya menegaskan bahwa safari politiknya kali ini murni didasari niat tulus untuk memajukan Desa Bengle dan menyusun program yang tepat sasaran.
Ia sengaja belum memaparkan visi misi formal mengingat tahapan kampanye resmi baru akan dimulai pada bulan September mendatang.
Alih-alih mengumbar janji manis di masa kampanye nanti, Alya memilih bergerak lebih awal dengan mengadopsi program “Belanja Masalah”. Langkah ini diambil agar dirinya bisa memetakan persoalan desa secara riil sejak dini.
“Kenapa saya berani melakukan belanja masalah sekarang? Karena saya dan tim tidak ingin turun saat kampanye nanti dengan membawa tumpukan janji kosong. Sebaliknya, saat kampanye tiba, kami ingin datang kembali ke hadapan warga dengan membawa formula solusi konkret,” tegas Alya.
Ia juga berharap silaturahmi malam itu menjadi pintu pembuka bagi komunikasi yang berkelanjutan di masa depan.
“Pertemuan malam ini bukanlah yang terakhir. Aspirasi dan masalah yang disampaikan warga hari ini akan menjadi catatan penting. Ketika solusi itu bisa kami eksekusi sekarang meskipun saya belum memiliki wewenang formal, tentu akan kami upayakan maksimal. Terlebih lagi nanti jika masyarakat memberikan amanah dan mandatnya kepada saya untuk memimpin Desa Bengle,” pungkas Alya.







