KARAWANG, Idisionline.com – PT Bukit Muria Jaya (PT BMJ) menyambut baik hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Satgas Citarum Harum Sektor 10 baru-baru ini.
Dalam sidak tersebut, sistem pengelolaan limbah PT BMJ dinilai berjalan dengan baik, aman, dan memenuhi standar lingkungan yang ditetapkan pemerintah.
Hasil positif ini menjadi angin segar sekaligus motivasi bagi pihak manajemen untuk terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem, khususnya di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.
Menjaga seluruh parameter limbah—seperti pH, suhu, Chemical Oxygen Demand (COD), hingga Total Suspended Solids (TSS) agar tetap berada di bawah ambang batas maksimal bukanlah perkara mudah.
Perwakilan PT BMJ, Arif Rachman, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini didasarkan pada penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sangat ketat.
“Kunci konsistensi kami ada pada pengawasan rutin, pengoperasian IPAL secara optimal, serta pemeliharaan fasilitas dan standar laboratorium secara berkala. Kami juga fokus meningkatkan kompetensi para operator IPAL melalui pelatihan yang dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Arif.
Untuk memastikan transparansi dan kepatuhan hukum, PT BMJ juga mengoptimalkan Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan (SPARING) yang terhubung langsung ke server pemerintah.
Demi menghindari kendala teknis, manajemen menerapkan monitoring harian terhadap perangkat online, pemeriksaan jaringan data, serta perawatan preventif pada sensor alat ukur.
Tidak main-main, PT BMJ menggandeng PT Sucofindo sebagai vendor resmi untuk memastikan sistem ini terkelola dengan profesional.
“Kami juga menyiapkan tim teknis internal khusus yang siap bergerak cepat jika terjadi gangguan, sehingga data pemantauan limbah dapat terkirim secara real-time tanpa jeda,” tambah Arif.
Merespons arahan dari Komandan Sektor (Dansektor) 10 Satgas Citarum Harum untuk mempertahankan performa ini, manajemen PT BMJ bergerak cepat.
Langkah konkret yang disiapkan meliputi pengetatan jadwal inspeksi, penguatan pengawasan operasional, serta evaluasi rutin terhadap efektivitas pengolahan limbah.
Ke depan, PT BMJ tidak hanya ingin sekadar patuh pada regulasi, tetapi juga membidik penerapan industri hijau (green industry) yang lebih masif.
Perusahaan tengah merencanakan investasi pada teknologi ramah lingkungan yang lebih efisien guna mengurangi emisi dan meminimalisasi limbah dari hulu hingga hilir.
“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan terlibat aktif dalam setiap program pengelolaan DAS Citarum, demi mendukung industri berkelanjutan yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya.





