KARAWANG ā Komando Distrik Militer (Kodim) 0604/Karawang menggelar upacara bendera bulanan “17-an” untuk periode Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengingatkan seluruh prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) TNI AD mengenai sejumlah tantangan krusial, mulai dari dinamika geopolitik global, ketahanan energi nasional, hingga ancaman kekeringan ekstrem yang diprediksi melanda Indonesia pada Juni mendatang.
Amanat tertulis dari pimpinan tertinggi TNI AD tersebut dibacakan langsung oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0604/Karawang, Mayor Inf Saiful Husna, di hadapan jajaran perwira, bintara, tamtama, dan ASN yang mengikuti upacara dengan khidmat di lapangan makodim setempat, Senin (18/5/2026).
Dalam amanatnya, KSAD menyoroti konflik bersenjata dan dinamika geopolitik global yang hingga kini belum mereda, yang berdampak langsung pada terganggunya pasokan energi dunia dan meningkatkan tekanan ekonomi di berbagai negara.
Namun, Indonesia patut berbangga atas resiliensi yang ditunjukkan di tingkat internasional.
“Dari 52 negara konsumen energi terbesar di dunia, Indonesia menempati posisi nomor dua dalam kategori negara paling kuat menghadapi krisis energi,” ujar Mayor Inf Saiful Husna saat membacakan amanat KSAD.
Meski memiliki posisi yang kuat, TNI AD menegaskan pentingnya menjaga kewaspadaan melalui langkah-langkah efisiensi internal yang ketat.
Seluruh jajaran satuan instruksikan untuk melakukan penghematan penggunaan fasilitas pangkalan, terutama terkait konsumsi bahan bakar minyak (BBM), listrik, dan air secara terukur demi mendukung kebijakan pemerintah.
Selain isu energi, amanat tersebut memberikan perhatian khusus pada prediksi cuaca ekstrem. Menjelang bulan Juni 2026, Indonesia diproyeksikan akan memasuki musim kemarau panjang yang disertai kekeringan ekstrem.
KSAD menegaskan bahwa fenomena ini bukan sekadar urusan perubahan cuaca, melainkan ujian nyata bagi ketahanan pangan dan stabilitas nasional.
Oleh karena itu, langkah-langkah terobosan progresif dan pemanfaatan potensi sumber daya nasional harus terus dioptimalkan oleh satuan komando kewilayahan.
Memasuki paruh pertama tahun anggaran 2026, realisasi berbagai program unggulan TNI AD dinilai berjalan sesuai target. Kerja keras Satuan Tugas (Satgas) dalam membangun ratusan jembatan serta pelaksanaan karya bakti skala besar di berbagai daerah terbukti membawa dampak positif bagi masyarakat di pelosok tanah air.
Di akhir amanatnya, KSAD melalui Kasdim Karawang menekankan pentingnya profesionalisme, bijak dalam memanfaatkan teknologi komunikasi, serta menghindari segala bentuk pelanggaran hukum.
“Pelihara semangat dan motivasi kerja, fokus berbuat yang terbaik sesuai tugas pokok masing-masing. Jadikan semangat menebar kebaikan sebagai bagian dari upaya organisasi untuk memperkokoh pondasi ketahanan sosial masyarakat,” pungkasnya.
Upacara berjalan dengan tertib dan menjadi momentum bagi jajaran Kodim 0604/Karawang untuk memperkuat sinergitas bersama masyarakat guna mendukung program pembangunan serta transisi menuju energi hijau berkelanjutan di wilayah regional.







