Garut, Idisi Online – Program kegiatan belajar masyarakat PKBM, saat ini menjadi sorotan media. Seperti halnya PKBM Nurul Huda yang berlokasi tepat nya Desa Cigadog Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut.
PKBM Nurul Huda, di ketahui dari data base Dapodik berjumlah 123 siswa, di kepalai oleh Sahrul Salam, dan sebagai operator nya Cecep Taufik Azhari. Yang fakta nya bekerja di lain daerah, Ternyata isapan jempol belaka, kebenaran nya, di kelola oleh Drs Hendi yang nota bene ASN yang menjabat guru di SMKN 5 Garut.
Hasil penelusuran awak media ini, Jum’at 17/02/2023 saat mendatangi sekolah PAUD yang sekaligus di jadikan kegiatan PKBM Nurul Huda, meminta keterangan kepada masyarakat setempat.
Beberapa warga mengatakan, tidak pernah ada kegiatan belajar mengajar di tempat yg kami tanya kan.
“Tidak ada kegiatan PKBM, ada juga kali kali, itu pun di rumah pak Hendi pemilik PKBM nya” tutur salah satu warga.
Masih di waktu yang sama, hendi berhasill di temui di tempat tugas nya di SMKN 5 garut
Saat di minta tanggapan terkait PKBM nya, hendi membenarkan jika siswa nya, sesuai dengan jumlah yg ada di data base dapodik.
Saat di singgung keterangan dari warga yang mengatakan, tidak adanya kegiatan belajar mengajar dan jumlah siswa yang dalam data base dapodik. Hendi memberi jawaban, “Siswa ber jumlah 123, tapi 90% siswa nya bekerja jauh, jadi belajar nya lewat online saja,” papar nya.
Dugaan lain terkait bantuan Pemerintah, PIP, Program Indonesia Pintar, di ketahui dari data base PUSLAPDIK, fakta nya dari 2018 PKBM ini mendapat bantuan untuk siswa nya.
Ter akhir bantuan PIP tahun ajaran 2022, alhasil di duga tidak pernah di realisasikan sesuai dengan peraturan yang ada.
“Untuk tahun ajaran 2022, PIP hanya satu orang yang di cair kan, di karena kan siswa nya bekerja jauh jadi tidak direalisasikan tidak di salurkan kepada siswa, kemungkinan kembali ke kas negara”, jawaban dari Hendi.
Ironis nya ketika team awak ini, mempertanyakan absensi siswa, hendi tidak bisa memberikan tanpa alasan yang tidak di mengerti, tidak cukup di situ, minta daftar KPM yang menerima PIP namun Hendi sama sekali tidak bisa memberikan nya.
Cukup jelas dugaan penyimpangan yang dilakukan, oknum ASN guru SMKN 5 garut, menyalah gunakan anggaran pemerintah. Dugaan mark up siswa siluman di PKBM yang dimiliki nya.
Terlebih bantuan pemerintah PIP, dugaan bantuan tersebut tidak diberikan kepada hak penerima.
Ironis fakta dari data base PUSLAPDIK, telah tercaikan bahkan bantuan tersebut dari tahun 2018, tapi siswa mana yang menerima bantuan tersebut.??
Reporter Nitana
Seorang ASN di SMKN 5 Kelautan Garut Kelola PKBM Diduga Miliki Siswa Siluman?



