IDISIONLINE.COM || Siapa bilang Indonesia adalah sebuah negara tertinggal, miskin dan tidak moderen. Semua julukan itu lambat laun akan tertepis oleh sebuah realita yang bukan hanya membelalakan mata rakyat Indonesia itu sendiri tapi bahkan dunia.
Pasalnya kereta tercepat di duniapun akan segera ternikmati oleh masyarakat, karena saat ini sedang berlangsung pembuatan terowongan Jakarta-Bandung dengan tekhnologi canggih karena menggunakan mesin bor raksasa sekaligus terowongan terbesar di Asia Tenggara.
Terowongan Jakarta-Bandung sepanjang 1.885 meter yang di tembus menggunakan mesin penebor berdiameter 13.23 meter.
Di kutip dari laman youtube Uliel Ahmed yang dipublikasikan hari ini tanggal (21/3 2021)
Sudah banyak dirasakan oleh masyarakat dari sabang sampai merauke.
Gencarnya infrastruktur yang dibangun oleh pemerintahan Jokowi sebagai pondasi awal kemajuan bangsa, sudah nampak membentang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Bangsa.
Bukan hanya jalan tol, pelabuhan, bendungan dan bandara, kali ini progres kereta Cepat pertama di Indonesia juga sudah mulai mendekati titik penyelesaian.

Hadirnya infrastruktur modern ini, jelas akan membuat Indonesia semakin layak mendekati kemajuan. Penampakan terowongan utama proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, yang digali menggunakan mesin bor terbesar di Asia Tenggara dan sekaligus menjadi terowongan terbesar di Asia Tenggara.
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) telah merampungkan konstruksi Tunnel 1 Halim, Jakarta Timur sepanjang 1.885 meter. dari total 13 Tunnel, sudah ada 5 Tunnel yang berhasil ditembuskan yaitu (Tunnel Walini, Tunnel 3, Tunnel 5, Tunnel 7, Tunnel 1).

Sementara progres pekerjaan Tunnel telah mencapai 74,94 persen dari total panjang seluruh Tunnel 16 kilometer. Tunnel Boring Machine raksasa itu memiliki diameter sebesar 13,23 Meter, memiliki panjang 102,3 Meter dengan berat 2.600 ton. TB kereta cepat ini beroperasi menggali struktur tunnel 1 selama 13 bulan, didalam TB ini akan menampung dua lintasan kereta cepat dengan rata-rata 113 meter per bulan, dan saat beroperasi maksimum TB ini mampu menggali 322 meter dalam satu bulan. ***
Reporter : Agus Pren









