Kab. Sukabumi – IDISIONLINE.COM | Pimpinan Ponpes El-Azzam KH. DS. Shiddieq S.Pd.I, SE., MM., membenarkan bahwa pada kamis malam (22/04) ada santrinya yang meninggal dunia. Ketika di konfirmasi di tempat tinggalnya jumat (23/04), menurutnya kejadian itu berawal saat seorang santri membeli sesuatu di warung dan mendadak pingsan, dengan sigap pihak pesantren langsung melarikanya ke rumah sakit Hermina dengan pertibangan rumah sakit tersebut yang terdekat.
Santri yang berasal dari Bogor tersebut akhirnya meninggal dunia. Ust. Shiddieq juga memberikan keterangan bahwa dari pihak RS sudah memberikan kepastian bahwa meninggalnya santri tersebut bukan karena terpapar covid-19, melainkan karena penyakit leukeumia yang sudah lama di idapnya.
Dan akhirnya pihak Ponpes memulangkan langsung ke keluarganya di Bogor, dengan ambulance rumah sakit selayaknya jenazah yang meninggal pada umumnya, diharapkan warga masyarakat tidak perlu cemas lagi atas kesimpang siuran kabar yang kini sudah jelas bahwa meninggalnya santri tersebut bukan di akibatkan oleh pandemi virus corona.
Ponpes El-Azzam yang tepatnya berlokasi di Kampung Cikaret, Ds. Sasagaran Kec. Kebon Pedes, Kab. Sukabumi yang dipimpin oleh KH. DS. Shiddieq ini sudah berdiri kurang lebih dua tahun yang lalu. Kini sudah memiliki 130 santri, yang berasal dari berbagai daerah bahkan ada yang berasal dari luar Sukabumi.

Pimpinan Ponpes yang notabene selain seorang sarjana pendidikan Islam, dirinya juga seorang sarjana ekonomi, ia pun seorang pengusaha muslim. Maka sangatlah berelevasi kalau keinginanya mendirikan Pondok pesantren ini bertujuan untuk melahirkan kader-kader santri yang siap menjadi seorang pemimpin yang berakhlakul karimah dengan basik ekonomi sampai entrepreneur.

Kekhasan ponpes ini diantaranya, Kajian kitab kuning, Tahfidz Al-Quran, Pengayaan bahasa, Education visite, Penyaluran minat dan bakat.
Unit kegiatan mahasantri Lembaga Perekonomian El-Azzam ( LPE) diantaranya, Medika, UKS, Koperasi, Hadroh, Qori, Dakwah, Kaligrafi, Beladiri, Pramuka dan Paduan Suara. Serta ada kelas tambahan, sperti bahasa Arab, Inggris dan Jepang. Juga praktikum akutansi dan media senter.***
Reporter : Agus Pren








