KARAWANG, Idisi Online – SMA Negeri 5 Karawang resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya Tahun 2026 pada Selasa, 15 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh warga sekolah dalam mengawali tahun ajaran baru sekaligus memperkuat pendidikan karakter yang menjadi fokus Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pembukaan MPLS berlangsung khidmat dan dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat, Rinny Cempaka, S.Si., M.T., yang bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membuka secara resmi rangkaian MPLS Pancawaluya di SMAN 5 Karawang.
Tidak hanya menjadi hari pertama bagi peserta didik baru kelas X, kegiatan tersebut juga menandai dimulainya aktivitas pembelajaran bagi siswa kelas XI dan XII setelah memasuki tahun ajaran 2026/2027.
Kepala SMAN 5 Karawang, Dr. Epul Saepul, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan MPLS Pancawaluya bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun karakter dan budaya unggul bagi seluruh warga sekolah.
Menurutnya, semangat Pancawaluya harus menjadi landasan bagi seluruh komponen sekolah, mulai dari peserta didik, guru, tenaga kependidikan hingga alumni untuk terus berkembang menjadi manusia unggul yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Hari ini kami melaksanakan pembukaan MPLS Pancawaluya sekaligus memulai kegiatan pembelajaran tahun ajaran baru. Harapan kami, SMA Negeri 5 Karawang benar-benar menjadi sekolah yang melahirkan manusia unggul. Bukan hanya siswa kelas X, tetapi seluruh warga sekolah menjadi bagian dari manusia unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Epul.
Ia menegaskan, konsep manusia unggul yang dimaksud tidak hanya diukur dari prestasi akademik semata, melainkan juga karakter, integritas, kemampuan sosial, dan kesiapan menghadapi perkembangan zaman.
Epul menyebutkan, selama ini SMAN 5 Karawang telah menunjukkan berbagai capaian membanggakan baik di bidang akademik maupun nonakademik. Bahkan dalam beberapa pekan terakhir, sekolah terus menerima berbagai penghargaan hasil prestasi siswa di tingkat regional, nasional hingga internasional.
“Prestasi siswa kami terus hadir. Dalam satu minggu terakhir saja kami menerima berbagai piagam dan piala dari hasil capaian siswa. Ada yang meraih prestasi internasional di bidang paduan suara, ada juga prestasi tingkat provinsi melalui kegiatan Paskibra dan berbagai kompetisi lainnya,” ungkapnya.
Menurut Epul, capaian tersebut menunjukkan bahwa budaya berprestasi telah tumbuh dengan baik di lingkungan sekolah. Terlebih, mayoritas peserta didik yang diterima melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berasal dari jalur prestasi, baik akademik maupun nonakademik.
Karena itu, pihak sekolah berkomitmen untuk terus menjaga tradisi prestasi tersebut melalui berbagai program pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.
“Harapan kami ke depan, seluruh kegiatan di SMA Negeri 5 Karawang menjadi kegiatan yang berorientasi pada pembentukan manusia unggul. Dari sana akan lahir banyak prestasi dan lulusan yang sukses, baik ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun saat terjun langsung di tengah masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rinny Cempaka juga menyampaikan sejumlah arahan yang merujuk pada pesan dan kebijakan pendidikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait pelaksanaan MPLS Pancawaluya Tahun 2026.
Melalui sambutannya, Gubernur Jawa Barat menegaskan bahwa MPLS bukan hanya kegiatan seremonial hari pertama sekolah, melainkan awal dari proses pembentukan karakter peserta didik sebagai pelajar Jawa Barat.
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa pendidikan di Jawa Barat saat ini berlandaskan konsep Pancawaluya yang berakar dari nilai-nilai budaya Sunda untuk membentuk “manusa waluya” atau manusia paripurna yang memiliki keseimbangan antara jasmani, akal, perasaan, kehidupan sosial, dan kehendak.
Nilai tersebut diwujudkan melalui lima karakter utama, yakni Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (benar), Pinter (cerdas), dan Singer (terampil serta berinisiatif).
Menurut Dedi, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, sekolah tidak cukup hanya mengajarkan ilmu pengetahuan. Sekolah harus menjadi ruang pembentukan karakter agar generasi muda mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
“Karakter harus dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan secara disiplin setiap hari. Pendidikan tidak hanya melahirkan siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang kuat secara moral dan berintegritas,” demikian pesan Gubernur Jawa Barat yang disampaikan dalam sambutan MPLS Pancawaluya 2026.
Ia juga mengajak peserta didik untuk menerapkan pola hidup sehat, menghormati guru dan orang tua, menjaga lingkungan, serta membiasakan sikap disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam mendukung keberhasilan pendidikan karakter.
Menurutnya, keberhasilan membentuk generasi unggul tidak bisa dibebankan kepada sekolah semata. Peran orang tua dan lingkungan sekitar menjadi faktor penting dalam menciptakan peserta didik yang memiliki integritas, disiplin, dan kepedulian sosial.
Pelaksanaan MPLS Pancawaluya di SMAN 5 Karawang sendiri berlangsung dengan berbagai agenda penguatan karakter, pengenalan lingkungan sekolah, wawasan kebangsaan, pembiasaan budaya positif, hingga motivasi belajar bagi peserta didik.
Dengan semangat Pancawaluya, SMAN 5 Karawang berharap mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, kreatif, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Komitmen tersebut sejalan dengan visi sekolah untuk terus menjadi salah satu institusi pendidikan unggulan di Kabupaten Karawang yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Awali Tahun Ajaran Baru, SMAN 5 Karawang Resmi Buka MPLS Pancawaluya 2026







