Bandung, idisionline com – Kegiatan usaha yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sukarame,Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, sejak dibentuk tahun 2018 hingga saat ini terhitung mencapai Rp736.000.000,- penyertaan modal BUMDES di gelontorkan.
Modal yang dirogoh dari pundi APBN melalui Dana Desa Sukarame itu, diketahui digunakan BUMDES untuk sejumlah bidang usaha.

Menurut Bendahara BUMDES Sukarame, Rina yang berhasil diwawancarai awak media dilokasi usaha budidaya ikan, Selasa (26/05).
Rina menjelaskan dirinya menjadi pengurus BUMDES pada periode ke 2, dengan usaha melanjutkan yang sudah ada juga membuka usaha baru.
“Saya masuk menjadi pengurus BUMDES di tahun 2021, periode ke 2. Bidang usaha yang ada saat itu dan masih dikelola adalah penyediaan air kebutuhan Warga, selanjutnya disertakan modal untuk tanaman cengkeh dan terakhir untuk budidaya ikan dan pertanian” jelas Rina.
Disinggung ihwal hasil usaha BUMDES dan kontribusi ke Desa melalui PADes, Rina menyebut masih minim.
“Usaha BUMDES yang telah dihasilkan baru dari pengelolaan air bersih, nilainya masih minim sekitar 500 Ribu tiap Bulannya. Dari usaha yang lain belum ada hasilkan PADes” tutur Rina.
Pantauan awak media pada kegiatan yang dikelola BUMDES Sukarame, Selasa (26/05/25). Budidaya ikan nila yang dikelola sebagai program ketahanan pangan terpantau tak optimal.
Hal tersebut tidak ditampik Rina, kendala pakan yang cukup tinggi juga banyaknya angka kematian.
“Untuk usaha budidaya ikan nila, sudah Dua periode panen. Namun hasilnya masih belum optimal, kewalahan pakan serta angka kematian cukup tinggi” paparnya.
Senada dengan penjelasan Rina, Sekretaris Desa Sukarame,Yadi Permana tidak menampik pengelolaan usaha BUMDES belum berhasil sumbang PADes optimal.
“Sejauh ini memang kami akui usaha yang dihasilkan BUMDES jadi PADes masih belum optimal. Adapun hasil dari pengelolaan air, nilainya tidak besar dan tidak sebanding dengan modal yang sudah dikeluarkan,” ucap Yadi.
Fakta lapangan serta keterangan yang didapat dari perangkat Desa Sukarame dan pengurus, usaha yang dikelola BUMDES terkesan mati suri.
Ratusan juta modal BUMDES yang dikelola tak kunjung buahkan hasil. Indikasi penghamburan anggaran serta dugaan modal tanpa kejelasan menjadi pertanyaan yang patut diminta pertanggungjawaban.
Sejumlah warga Desa Sukarame yang berhasil diminta tanggapan terkait tata kelola BUMDES menuai cibiran.
“Keberadaan BUMDES hanya simbol program saja, sekretariat pun gak jelas padahal anggaran terus mengalir. Kami tidak pernah merasakan manfaat adanya BUMDES selain kebutuhan air itupun harus bayar, ditarif penggunaanya per kubikasi. Kalau cuma sumbang PADes 500 Ribu perbulan, kami rasa jauh panggang dari api dibanding modal. Selain itu usah BUMDES terkesan mandek” umpat warga
***Her







