KARAWANG, IO – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, memberikan jawaban tegas terkait kekhawatiran masyarakat mengenai nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), khususnya kategori paruh waktu, di tengah rencana efisiensi anggaran pemerintah pusat.
Bupati Aep memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemda) Karawang tidak akan melakukan pengurangan jumlah P3K. Ia menegaskan bahwa seluruh personel yang telah dilantik akan tetap dipertahankan sesuai haknya.
“Tidak ada P3K yang dikurangi. Kan kita semua sudah dilantik, anggarannya pun sudah siap dan kemarin sudah dibayarkan. Jadi tidak ada lagi (isu pengurangan),” ujar H. Aep saat memberikan keterangan kepada media.
Menanggapi isu yang beredar mengenai potensi pemberhentian P3K paruh waktu, Bupati secara langsung membantah kabar tersebut.
Bupa gak jadi angka qmenyebutkan bahwa langkah penghematan yang dilakukan Pemda Karawang bukan dengan memangkas sumber daya manusia, melainkan melalui efisiensi struktural.
Salah satu langkah nyata yang telah diambil adalah perampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dari yang semula 4 dinas menjadi 2 dinas.
Langkah ini dinilai lebih efektif untuk menekan biaya operasional tanpa harus mengorbankan kesejahteraan pegawai.
“Masa mereka sudah dapat (SK/Posisi) terus dikurangi lagi? Ya tidaklah. Justru saya sudah melakukan perampingan dinas, itu salah satu bentuk efisiensinya,” tambahnya.
Selain perampingan dinas, Pemda Karawang juga tengah mengkaji penerapan skema Work From Home (WFH) sesuai arahan Presiden sebagai upaya penghematan energi dan operasional kantor.
Namun, Bupati menekankan bahwa kebijakan ini masih menunggu Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) dari pemerintah pusat.
Meski nantinya WFH diterapkan, sektor pelayanan publik seperti Puskesmas
Rumah Sakit, Mall Pelayanan Publik
Akan tetap beroperasi secara 100% dari kantor (WFO).
Hal ini dilakukan demi menjamin pelayanan kepada masyarakat Karawang tidak terganggu.
“Kalau ada isu P3K paruh waktu diberhentikan, itu bohong. InsyaAllah, Karawang mah aman,” pungkasnya.
Isu P3K Paruh Waktu Diberhentikan? Bupati Karawang: Itu Bohong!






