Karawang, Idisionline.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Karawang mengakhiri tahun dengan gebrakan lingkungan signifikan, menggelar aksi penanaman 5.000 pohon mangrove di wilayah pesisir.
Aksi ini merupakan perwujudan komitmen politik partai pasca-kemenangan mereka di legislatif, sekaligus respons konkret terhadap ancaman abrasi di wilayah pesisir Karawang.
Kegiatan yang dipusatkan di sekitar Desa Cemara Jaya dan melibatkan partisipasi aktif warga Cibuaya ini, menjadi sorotan dengan kehadiran Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, yang menggarisbawahi kolaborasi kuat antara eksekutif dan legislatif.
Ketua DPRD Karawang, H. Endang Sodikin, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai Gerindra Karawang, memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan apresiasi mendalam.
“Pagi ini di penghujung tahun, kami haturkan terima kasih atas kolaborasi dan kerja samanya, serta dukungan penuh dari Bupati Karawang,” ujar Endang Sodikin, menekankan pentingnya sinergi dalam pembangunan daerah.
Endang Sodikin juga secara terbuka mengaitkan aksi lingkungan ini dengan pencapaian politik partainya.
Ia berterima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung Gerindra hingga berhasil menduduki puncak DPRD Kabupaten Karawang.
“Ini adalah bagian dari sejarah perpolitikan di Kabupaten Karawang, tentunya atas dukungan penuh warga masyarakat semuanya, terkhusus di wilayah-wilayah pesisir, perkotaan, semi-perkotaan, dan perumahan,” tegasnya, menunjukkan basis dukungan yang tersebar luas.
Fokus utama kegiatan ini adalah penanganan abrasi, yang telah menjadi isu krusial di Karawang.
Endang Sodikin menjelaskan bahwa penanaman mangrove ini merupakan upaya krusial, didampingi oleh langkah proaktif Pemda sebelumnya.
“Bupati Karawang di tahun sebelumnya sudah merelokasi warga masyarakat yang terkena abrasi, kurang lebih ada 75 lebih. Ini adalah upaya pemerintah daerah untuk melaksanakan antisipasi gerak menghadapi masyarakat yang terkena abrasi,” ungkapnya.
Penanaman 5.000 mangrove ini ditegaskan sebagai bentuk pelestarian ekologis yang bertujuan menciptakan benteng alami.
“Diharapkan ke depan ada gerakan tanam pohon mangrove untuk tetap melestarikan kegiatan ini, agar bisa mengantisipasi adanya abrasi di pesisir-pesisir di Kabupaten Karawang,” pungkasnya, diakhiri dengan harapan agar kegiatan tersebut memberkahi alam dan masyarakat sekitar.
Aksi penanaman 5.000 mangrove ini tidak hanya menjadi catatan akhir tahun Gerindra, tetapi juga pesan kuat bahwa komitmen politik di Karawang kini diimplementasikan melalui isu-isu keberlanjutan dan lingkungan.
Rep. Rohendi






