Tebingtinggi, idisionline. Com-Rabu ,04 maret 2026 ,Beberapa hari lalu seorang pemanen afd VIII dipecat atas pencurian sawit 1 janjang, untuk biaya hidup. Sedangakan karyawan ramai ramai menjual aset barang barang milik perusahan BUMN diduga atas perintah Asisten , tetapi aman dan tidak ada tindakan tegas dan sanksi, apakah ini sebuah keadilan , apakah bentuk hukum di perusahaan BUMN PTPN3 Rambutan yang hanya tumpul ke atas dan tajam kebawah.

Hasil dari informasi dan adanya temuan wartawan dan tim aktivis ,Salah satu mobil pickup dabal kabin warna hitam di duga milik perusahaan masuk ke gudang untuk menjual belikan barang barang aset negara (BUMN ) di salah satu gudang ataupun penampungan barang barang yang berada di jln karya kaya, kecamatan Rambutan, pada 09 februari 2026
Dalam hal ini kami mencurigai adanya penggelapan aset perkebunan PTPN 3 Rambutan. dugaan kuat penggelapan ini di duga adanya kerja sama dari pihak pihak terkait, penggelapan barang Milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat di jerat berdasarkan kita undang undang Hukum Pidana KuHP Nomor. 32 tahun 1999jo.UU Nomor. 20 tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jika tindakan pemgelapan tersebut di anggap merugikan dalam perekonomian negara.
Dalam Pasal 374 KUHP (lama/sebelum KUHP baru berlaku efektif) tentang Penggelapan dengan Pemberatan. Pasal ini mengancam pidana penjara paling lama lima tahun jika penggelapan dilakukan oleh orang yang menguasai barang tersebut karena hubungan kerja atau jabatannya, yang seringkali berlaku untuk karyawan BUMN.
UU 1/2023 tentang KUHP baru (Pasal 486), dengan pidana penjara maksimal 4 tahun, yang dapat ditingkatkan jika melibatkan jabatan. Pelaku juga berpotensi dijerat UU Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jika merugikan keuangan negara, dengan sanksi penjara hingga seumur hidup dan denda.
Pada saat di konfirmasi wartawan melalui whatsapp dan di telpon berulang kali tidak ada jawaban sama sekali dari inisial “Z ” Selaku General Menejer PTPN 3 dan beberapa pihak pejabat Regional PTPN1 Rambutan dan memilih bungkam, se-akan akan ada yang di tutup- tutupi , terkait kasus dugaan pengelapan tersebut.Hingga berita ini di tayangkan belum ada keterangan resmi dari pihak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PTPN 3 Rambutan, atau pihak terkait.
Berita ini kita tembuskan dan kita kirimkan
- Holding
- Palm co
- Regional head
- Poldasu
- Kajari






