Karawang, Idisionline.com – Sebuah informasi yang sempat viral di media sosial mengenai Kakek Saikam (75), warga Dusun Kutajaya, Desa Kutawargi, Kecamatan Rawamerta, yang diklaim hidup sebatang kara dan tidak mendapatkan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH), kini menemui titik terang.
Setelah kabar tersebut menyebar dan menimbulkan kekhawatiran publik, Babinsa Koramil 0604/Rawamerta, Sertu Dedy Sartono, segera turun ke lapangan dan memimpin upaya konfirmasi bersama aparat desa setempat.
Konfirmasi dilakukan langsung di rumah Kakek Saikam, disaksikan oleh Ketua RT 07 dan Ketua RT 08 (di mana Kakek Saikam berdomisili).
Hasil konfirmasi menunjukkan fakta yang berbeda dari klaim viral:
Kakek Saikam dipastikan merupakan penerima aktif PKH dan bantuan tersebut sudah cair selama periode tahun 2025 (dan kemungkinan 2024).
Pernyataan Kakek Saikam yang merasa tidak mendapat bantuan diduga kuat karena faktor sakit atau lupa yang dideritanya.
Saat konfirmasi, salah satu anak Kakek Saikam hadir di lokasi dan mengonfirmasi bahwa buku tabungan dan ATM PKH Kakek Saikam dipegang olehnya untuk keperluan pengelolaan.
“Kami hadir di sini untuk mengklarifikasi berita yang viral di medsos. Kami pastikan Bapak Saikam sudah mendapatkan PKH selama ini. Kemungkinan bapaknya sakit atau lupa, sehingga beliau merasa belum menerima,” kata Sertu Dedi.
Meskipun permasalahan Bansos telah diklarifikasi, Sertu Dedy Sartono tetap menunjukkan peran aktifnya sebagai Bintara Pembina Desa.
Kunjungan tersebut tetap dilaksanakan sebagai wujud kepedulian TNI untuk memastikan kondisi Kakek Saikam secara langsung.
Dalam kunjungan tersebut, Babinsa Sertu Dedy Sartono turut menyerahkan bantuan pribadi berupa sembako, yakni telur, Beras dan mie instan.
“Meskipun ada miskomunikasi mengenai PKH, kunjungan ini adalah bentuk kepedulian dan upaya memastikan kondisi Kakek Saikam. Semoga bantuan kecil ini dapat bermanfaat,” tutur Sertu Dedi Hartono.
Klarifikasi ini berfungsi sebagai imbauan bagi masyarakat untuk berhati-hati dalam menyebarkan informasi sensitif terkait bantuan sosial, serta menekankan pentingnya peran aktif Babinsa dan aparat desa dalam melakukan cross-check data di lapangan.












