Kab. Sukabumi- IDISIONLINE | Ada-ada saja, entah ada apa dengan salah seorang yang seperti kurang kerjaan, karena apa yang dia lakukan sempat membuat suhu dunia pendidikan menghangat dan cukup menghebohkan.
Gegara materi soal ujian kelas V sekolah dasar di Ke. Kadudampit- Kab. Sukabumi yang dianggap segelintir orang dianggap tidak senonoh atau di anggap tabu untuk usia anak yang masih duduk di kelas V, sementara naskah ujian tersebut masih dalam proses pembuatan, pengkajian serta pendalaman. Materi soal ujian tersebut belum final karena masih ada tahapan untuk di revisi kembali ketika dianggap ada yang kurang atau keluar dari kurikulum oleh team pembuat materi soal ujian tersebut. Karena waktu pelaksanaan ujianpun masih ada jeda waktu kurang lebih satu minggu lagi.
Pasalnya beberapa hari terakhir beberapa pihak tertentu menyoal terkait materi soal ujian yang dianggapnya tidak mendidik karena pada soal tersebut mencantumkan bahasa verbal nama alat reproduksi serta ada salah satu pertanyaan seputar Narkoba dan ada gambar daun ganja. Sementara banyak kalangan yang mengatakan bahwa hal itu masih dalam batas kewajaran karena hal itu bagian dari edukasi sebagai pengetahuan dasar pada anak setingkat kelas V sekolah dasar, dengan tujuan anak bisa antisipatif terhadap rawanya pelecehan sexual serta penyalah gunaan Narkoba, yang sering terjadi pada saat ini.
Saat di konfirmasi Kamis (5/5), Cecep, salah satu pengawas yang bertugas di wilayah tersebut menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh team pembuat soal ujian tersebut sudah normatif dan sesuai dengan kurikulum sekolah.
” Membuat soal ujian itu tidak mudah, ada kisi-kisi sebagai acuan materinya, juga harus dilakukan pengkajian secara komperhensif, dan melalui tahapan-tahapan khusus oleh team pembuat soal ujian teraebut ” ujar Cecep.
Dari informasi yang di himpun, dugaan timbulnya asap ke permukaan terkait naskah ujian ini di hembuskan oleh salah satu oknum guru di internal yang bertugas di salah satu sekolah dasar di wilayah tersebut. Ada indikasi bahwa yang menghembuskan persoalan ini tidak memahami aturan dan tidak menyadari dengan apa yang ia lakukan.
” Naskah soal ujianpun belum di terima oleh peserta ujian, karena jadwal pelaksanaan ujian juga masih beberapa hari lagi. Saya juga kaget mengapa sudah ramai di luar, bahkan sampai di beritakan di media ” ujar cecep.
” Lembar ujian itu kan sifatnya rahasia, tidak boleh bocor, kita semua tahu siapapun orangnya yang membocorkan bisa di pidana ” tambahnya.
Dia juga menyampaikan bahwa kejadian ini mungkin ada ketidak pahaman yang dilakukan oleh salah seorang di internalnya. Akhirnya kemarin sore masih di hari yang sama pihaknya melakukan diskusi secara internal. Setelah memahami apa yang dilakukan itu tidak benar, oknum tersebutpun meminta maaf atas segala kehilafanya.***
Reporter : Agus Pren








