Opini Publik

Sisi Kelam Hukum Kedaulatan Tertinggi Negara Kita, Yang Alami Kebobrokan Tak Mampu Tegakan Keadilan

×

Sisi Kelam Hukum Kedaulatan Tertinggi Negara Kita, Yang Alami Kebobrokan Tak Mampu Tegakan Keadilan

Sebarkan artikel ini

Oleh : Elut Haikal

Sudah menjadi mafhum dan menjadi kebanggaan kita semua bahwa selain UUD 45 Landasan Negara kita dan Pancasila adalah Falsafah hidup atau Way of life yang menjadi Ideologi sebagai Panglima tertinggi dalam Negara untuk arah Politik bangsa dan negara kita, serta kekuatan lain nya yang tidak kalah penting bahwa Negara kita adalah Negara hukum sebagai sumber Kedaulatan Tertinggi untuk menegakan keadilan demi mewujudkan kesejahteraan dan ketertiban yang terbebas dari rasa takut akibat tindakan kejahatan oleh perorangan , kelompok, dan juga oleh pejabat penguasa, Alat Penegak Hukum ( APH ) & DPRD.

Yang berada di Lingkup kekuasaan pemerintahan dalam menjalan kan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Semua dama dimata hukum artinya akan mendapat satu konsekuensi perlakuan hukuman sesuai laku perbuatan yang dilanggar nya

Inilah kita bangsa yang besar dengan kekayaan Alam melimpah, semangat kerja keras dengan keteguhan keyakinan bergama yang kuat dan taat untuk menjalankan nya dan menjunjung tinggi toleransi serta rasa hormat pada sesama pada yang lebih tua, yang kental melekat dalam kehidupan Sosial di daerah masing², yang terpadu masuk pada kehidupan di pusat² ibu kota negara dan ibu kota Provinsi² yang komplek namun tetap terjaga.

Negri ini tinggal satu langkah taat dan takut aturan Hukum, dapat dipertahan kan maka negara kita akan menjadi kekutan besar Dunia.
timbul nya korupsi kekacauan, kericuhan, kekerasan, perkelahian, pelacuran, pembunuhan dll.terjadi pada strata sosial, budaya , dan Politik ditengah masyarakat bermula dari adanya perlawanan dan penolakan terhadap hukum oleh para pejabat penguasa, para penegak hukum dan para politikus serta pelaku Usaha yang menimpa Hukuman kepada dirinya, keluarga dan kelompoknya
Waja semakin ketat dan bertambah berat aturan Hukum yang dibuat semakin kuat perlawanan terhadap hukum itu dan semakin di akali dan diputar balik fakta hukum oleh perumus dan penegak hukum sendiri, yang bersatu padu berkolaborasi melawan hukum secara bersama antara para penguasa, politikus, ekonom, mereka di perbudak prilakunya dan memperbudak hukum prodak nya sendiri.

Info Lainnya  Potret Kota Banjaran dengan Sekelumit Persoalannya

Sehingga Hukum tidak lagi memiliki Kekuatan dan Kedaulatan yang hakiki untuk tegak memenuhi rasa keadilan di tengah kehidupan masyarakat, hukum tidak lagi menjadi simbol Penjagal dan eksekutor para pelaku kejahatan.

Hukum sudah seperti kayu gabus yang dilindungi paku tajam menghujam yang tampak kokoh tetapi rapuh yang terombang ambing ditengah lautan oleh bergulung nya ombak kejahatan yang dari bulan ke bulan, tahun ke tahun selalu terjadi oleh perilaku penguasa dan pejabat publik, selain masyarakat di penonton kan dimuka umum dengan berbagai kasus kejahatan besar kolaborasi justice seperti Korupsi, Ilegal logging, manipulasi pajak, pencucian uang, perjudian penyelundupan Narkoba, barang mewah, BBM, Ikan, pertambangan dll.
bukan habis terkikis oleh kekuatan dan kedaulatan hukum malah semakin tumbuh, potret kejahatan semakin dipertontonkan ke khalayak ramai diberbagai medsos.
Ini kerugian besar negara, hilang peredaran uang di masyarakat tersedot oleh permainan mereka, luput dari pajak untuk masuk ke negara.

Kenapa setiap kejahatan besar yang muncul kepermukaan peda proses hukum nya selalu timbul tenggelam bahkan lebih banyak tenggelam nya, semacam missing link ada satu mata rantai yang terputus ?
Ini perbuatan siapa, ulah siapa ? Rakyat kecil jangan kan memutus rantai nya berpikir untuk memutus kan nya saja belum tentu sanggup.

Apa Bangsa ini akan terus menunggu pemimpin dengan sebutan ” Ratu Adil ?” yang mampu melawan tegas terhadap kejahatan dan menegakan hukum, tidak pilih kasih. Bisa saja pandangan kita ” Ratu Adil” bukan bertumpu pada seorang pemimpin bangsa & negara tetapi semua pemimpin yang ada daerah, di Instansi Pemerintah, Eksekutif, Yudikatif & Legislatif yang memiliki Jiwa ke Adilan layak nya seorang Ratu memperlakukan ke adilan pada anak² dan keluarga nya.
Yang masih kuat tertanam Moral, Etika dan Akhlak nya
Tetapi satu perubahan besar telah menggerus Moral, Etika dam Akhlak bangsa oleh gaya hidup yang Materialis Individualis, Kapitalis, Feodal bahkan sudah pada sikap Kolonialisasi terhadap sesama bangsa nya sendiri atau dengan kata lain Explotation de’pay par pay, seperti hukum rimba siapa yang kuat itulah yang lolos dari jeratan hukum.

Info Lainnya  Realisasi Usulan 9 Pemekaran Daerah Di Jabar Tergantung Kemampuan Keuangan Negara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Idisi Online

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

maujp

maujp

sabung ayam online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

118000526

118000527

118000528

118000529

118000530

118000531

118000532

118000533

118000534

118000535

118000536

118000537

118000538

118000539

118000540

118000541

118000542

118000543

118000544

118000545

118000546

118000547

118000548

118000549

118000550

118000551

118000552

118000553

118000554

118000555

118000556

118000557

118000558

118000559

118000560

118000561

118000562

118000563

118000564

118000565

118000566

118000567

118000568

118000569

118000570

118000571

118000572

118000573

118000574

118000575

118000576

118000577

118000578

118000579

118000580

118000581

118000582

118000583

118000584

118000585

128000591

128000592

128000593

128000594

128000595

128000596

128000597

128000598

128000599

128000600

128000601

128000602

128000603

128000604

128000605

128000606

128000607

128000608

128000609

128000610

128000611

128000612

128000613

128000614

128000615

128000616

128000617

128000618

128000619

128000620

128000621

128000622

128000623

128000624

128000625

128000626

128000627

128000628

128000629

128000630

128000631

128000632

128000633

128000634

128000635

128000636

128000637

128000638

128000639

128000640

128000641

128000642

128000643

128000644

128000645

128000646

128000647

128000648

128000649

128000650

138000421

138000422

138000423

138000424

138000425

208000264

208000265

208000266

208000267

208000268

208000269

208000270

208000271

208000272

208000273

208000274

208000275

208000276

208000277

208000278

208000279

208000280

208000281

208000282

208000283

208000284

208000285

208000286

208000287

208000288

208000289

208000290

208000291

208000292

208000293

208000294

208000295

208000296

208000297

208000298

208000299

208000300

208000301

208000302

208000303

208000304

208000305

208000306

208000307

208000308

208000309

208000310

208000311

208000312

208000313

208000314

208000315

208000316

208000317

208000318

208000319

208000320

208000321

208000322

208000323

208000324

208000325

news-1701