KARAWANG, Idisi Online β Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat, Purwanto, memberikan arahan tegas mengenai kedisiplinan dan estetika berpenampilan pada pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 2 Karawang, Rabu (15/7/2026).
Dalam instruksinya, Purwanto melarang keras para siswa mengenakan sweater atau hoodie di lingkungan sekolah dan meminta aturan kerapian rambut ditegakkan secara ketat mulai hari kedua MPLS.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari orientasi kompetensi siswa Jawa Barat yang berbasis pada nilai Pancawaluya, yakni membentuk generasi yang Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (benar), Pinter (pintar), dan Singer (mawas diri/tangkas).
Menurut Purwanto, karakter seorang pelajar salah satunya tecermin dari cara berpakaian dan penampilan fisik yang rapi.
“Berpenampilan rapi ke sekolah itu harus. Saya tidak mau nanti anak-anak ke sekolah pakai sweater, itu tidak boleh. Nanti diatur di tata tertibnya. Ke sekolah tidak boleh pakai hoodie, tidak boleh karena itu tidak sesuai dengan karakter kita. Penampilan harus rapi, dimulai dari rambut,” tegas Purwanto di hadapan ratusan siswa baru dan civitas akademika SMAN 2 Karawang.
Kadisdik Jabar juga memberikan peringatan keras terkait model rambut siswa laki-laki agar sesuai dengan standarisasi sekolah, tanpa gaya potongan yang menyalahi aturan.
Ia menegaskan, orang tua siswa telah menandatangani pakta integritas untuk mematuhi seluruh tata tertib. Bagi siswa yang tidak siap mengikuti aturan tersebut, pihak dinas mempersilakan untuk mencari sekolah lain.
“Mulai besok hari kedua, rambut harus sudah rapi, tidak boleh bermacam-macam. Jika tidak siap mengikuti tata tertib SMAN 2 Karawang, keluar dari sekolah ini. Kita tidak bersedia menerima siswa yang tidak patuh. Anak-anak SMA di Jawa Barat tidak boleh seenaknya, dari cara berpakaian dan rambut itulah kelihatan karakter mereka,” tambahnya.
Selain masalah pakaian dan rambut, Purwanto juga meminta sekolah memperketat pengawasan terhadap perilaku siswa di luar jam sekolah, termasuk larangan keras terlibat dalam aktivitas game hingga larut malam maupun aksi motor-motoran (trek-trekan) tengah malam yang telah diatur dalam Surat Edaran Gubernur.
Pihak Dinas Pendidikan Jawa Barat menyatakan akan mendukung penuh sekolah yang mengambil tindakan tegas dan edukatif termasuk memulangkan siswa yang rambutnya tidak rapi agar dicukur di rumahdemi memitigasi pelanggaran norma serta membentuk ekosistem pendidikan yang beretika. (Red)
Tegakkan Karakter Pancawaluya, Kadisdik Jabar Larang Siswa Pakai Hoodie dan Rambut Tidak Rapi di Sekolah







