Sumedang, Idisi Online – Desa Pasir Nanjung Kecamatan Cimanggung Sumedang, miliki potensi serta aset Desa terbilang cukup melimpah.
Namun, Pendapatan Asli Desa (PADes) yang sejatinya berimbang dengan keberadaan aset, malah nol besar.
Diantara aset yang dikelola Badan Usaha Milik desa (BUMDES) yakni Gedung olahraga, Desa wisata UMKM ditambah Ketahanan pangan yang seharusnya jadi program unggulan mendongak pendapatan.

Ihwal tersebut tidak ditampik Sekretaris Desa Pasir Nanjung, Dani saat diwawancarai awak media dikantor Desa, Senin (13/07/2026).
“Belum ada sepeserpun Pendapatan dari berbagai sumber kegiatan usaha yang dikelola BUMDES, baik dari GOR, Desa wisata ataupun dari ketahanan pangan budidaya burung puyuh petelur” ucap Dani.
Sementara diketahui sumber anggaran yang digunakan untuk pembangunan GOR, Desa Wisata dan Ketahanan Pangan mayoritas gunakan Dana Desa.
Dilain tempat, berhasil ditemui di lokasi kandang budidaya burung puyuh di dalam Desa Wisata, Ketua BUMDES Jajang mengungkapkan hal senada dengan Sekdes.
‘Jangankan untuk menyumbang PADes, tidak rugi juga sudah bersyukur karena harga telor puyuh makin anjlok, begitupun pengelolaan Desa wisata dan GOR baru bisa buat bayar pengelola saja” ungkap Jajang.
Pernyataan yang berbanding terbalik jika dilihat fakta lapangan akan aset dan potensi Desa Pasir Nanjung yang seharusnya bisa mendongkrak ekonomi warga dan menyumbang PADes.
Ironisnya, Sekertaris Desa, Dani malah menyebut Desa lainnya pun BUMDES tidak ada yang berjalan.
“Bukan di Desa kami saja, di Desa manapun BUMDES jarang ada yang berjalan alias mati suri” ucapnya.
Pernyataan yang seolah melempar persoalan dengan membuat pembenaran. Padahal yang jelas publik menilai tata kelola keuangan Desa Pasirnanjung yang amburadul?
Sejauh ini hingga berita dilansir Kepala Desa Pasirnanjung, Susi Herawati sedang tidak berada dikantor hingga belum bisa diminta keterangan. Publik meminta pihak berkompeten dalam hal ini lakukan audit secara menyeluruh atas tata kelola keuangan Desa Pasirnanjung.
***Her/Red







