Nusantara – IdisiOnline.com, 17/6/2026 – Duta Pustaka Ibu Kota Nusantara (IKN) 2026, Jery Bulo, memperkenalkan program unggulan yang berfokus pada penguatan literasi digital dan literasi ramah anak sebagai upaya meningkatkan kualitas budaya baca masyarakat Indonesia. Program tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi sekaligus membangun kebiasaan membaca sejak usia dini.
Menurut Jery Bulo, transformasi digital yang semakin pesat harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memahami, menyaring, dan memanfaatkan informasi secara bijak. Oleh karena itu, literasi digital menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperkuat, terutama di kalangan pelajar dan generasi muda.
“Literasi saat ini tidak hanya tentang kemampuan membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami informasi yang beredar di ruang digital. Masyarakat perlu memiliki keterampilan berpikir kritis agar mampu membedakan informasi yang valid dan tidak valid,” ujar Jery dalam pemaparannya.
Selain literasi digital, Jery juga menyoroti pentingnya literasi ramah anak sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Program ini mendorong penyediaan bahan bacaan yang sesuai dengan usia anak, pengembangan ruang baca yang nyaman, serta kegiatan edukatif yang dapat menumbuhkan minat baca sejak dini.
Melalui berbagai kegiatan seperti kampanye membaca, pelatihan literasi digital, kelas kreatif anak, hingga kolaborasi dengan sekolah dan komunitas literasi, Jery berharap budaya membaca dapat tumbuh lebih kuat di tengah masyarakat. Program tersebut juga sejalan dengan semangat pembangunan sumber daya manusia yang menjadi salah satu fokus pengembangan di Ibu Kota Nusantara.
Jery menegaskan bahwa peningkatan kualitas baca masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, pemerintah, dan komunitas. Dengan sinergi berbagai pihak, Indonesia diharapkan mampu menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sebagai Duta Pustaka IKN 2026, Jery Bulo berkomitmen menjadikan literasi sebagai gerakan sosial yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui program literasi digital dan literasi ramah anak, ia optimistis budaya baca masyarakat Indonesia dapat meningkat dan memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa di masa depan.
(Ysf)







