
Karawang, Idisionline.com -Pemerintah Kabupaten Karawang membuktikan komitmennya dalam memulihkan kehidupan warga pesisir utara yang terdampak bencana alam.
Pada Rabu (6/5/2026), Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, secara resmi menyerahkan kunci 21 unit rumah bantuan bagi warga korban abrasi dan banjir rob di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya.
Penyerahan hunian ini menjadi babak baru bagi warga yang selama bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang ancaman laut yang menggerus tempat tinggal mereka.
Dalam sambutannya, Bupati Aep menegaskan bahwa fokus pemerintah tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik rumah semata, melainkan juga menciptakan ekosistem lingkungan yang produktif dan nyaman.
“Pemerintah daerah berkomitmen agar masyarakat yang terdampak abrasi dan rob bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman,” tegas Aep.
Untuk mendukung aktivitas sosial warga, Pemkab Karawang telah mengalokasikan anggaran tahun 2026 untuk melengkapi kawasan tersebut dengan berbagai fasilitas publik, di antaranya:
Sarana Ibadah: Pembangunan masjid.
Ruang Pertemuan: Pembangunan pendopo warga sebagai pusat kegiatan komunitas.
Sarana Pendidikan: Infrastruktur penunjang belajar mengajar bagi anak-anak di lingkungan baru.
Selain solusi hunian di tingkat lokal, Bupati Aep juga menaruh harapan besar pada rencana Pemerintah Pusat terkait pembangunan Giant Sea Wall (Tanggul Laut Raksasa) di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa.
Proyek ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan menjadi solusi permanen dalam mengatasi ancaman banjir rob yang menghantui wilayah pesisir seperti Kecamatan Cibuaya.
“Nanti insyaallah tidak ada lagi abrasi dan banjir rob. Ini adalah keinginan Bapak Presiden dan menjadi prioritas nasional. Kami di daerah sangat mendukung agar warga pesisir mendapatkan perlindungan jangka panjang,” tambah Bupati.
Kecamatan Cibuaya merupakan salah satu titik paling rentan di Karawang, di mana puluhan rumah warga dilaporkan rusak berat bahkan hilang akibat abrasi laut dalam beberapa tahun terakhir.
Penyerahan 21 unit rumah ini diharapkan menjadi pemantik pemulihan ekonomi dan sosial bagi masyarakat terdampak.
Dengan hunian yang lebih jauh dari garis pantai yang rawan, warga kini memiliki fondasi yang lebih kokoh untuk membangun masa depan yang lebih aman.








