Karawang, Idisionline.com – Gelaran Musyawarah Cabang (Muscab) IX DPC PPP Kabupaten Karawang yang berlangsung di Alam Ceria menjadi panggung strategis bagi konsolidasi partai berlambang Ka’bah.
Hadir langsung dalam agenda tersebut, Plt Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, yang menegaskan bahwa momentum Muscab IX ini adalah pijakan penting untuk merebut kembali kejayaan politik di Karawang.
Uu menjelaskan bahwa penyegaran struktur melalui Muscab IX merupakan mandat organisasi yang wajib dijalankan demi kesehatan partai.
“Muscab IX ini adalah amanat AD/ART, bukan sekadar keinginan subjektif kepemimpinan wilayah. Ini adalah proses penyegaran lima tahunan yang sudah diatur dalam Peraturan Organisasi (PO) untuk memastikan mesin partai tetap menyala,” ujar Uu.
Terkait adanya persaingan antar-kader dalam bursa ketua, sosok yang akrab disapa Panglima Santri ini menilainya sebagai hal positif selama tetap berada dalam koridor etika.
Menurutnya, perebutan posisi menunjukkan bahwa kader PPP memiliki gairah untuk memimpin.
“Wajar jika ada rivalitas karena satu titik posisi diperebutkan oleh figur-figur terbaik. Namun, saya tegaskan, begitu SK dari DPP turun, semua persaingan harus usai. Seluruh kader wajib tunduk dan bersatu kembali di bawah keputusan pusat,” tegasnya.
Uu menaruh ekspektasi tinggi agar Muscab IX ini melahirkan pemimpin yang mampu menjadi maskot bagi Kabupaten Karawang. Ia mendorong kader PPP untuk tidak hanya puas menjadi penonton, tetapi harus berani tampil dalam kontestasi eksekutif.
“Kader PPP harus punya nyali untuk mencalonkan diri menjadi Bupati. Kehadiran partai di Karawang harus bisa mendorong akselerasi pembangunan yang selaras dengan visi misi pemerintah daerah, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaat adanya PPP,” tambahnya.
Menghadapi tantangan politik modern di mana masyarakat cenderung memilih berdasarkan sosok (figur) daripada partai, Uu membekali para kader dengan kriteria pemimpin ideal yang ia sebut sebagai 4M:
Muadib: Pemimpin yang menjadi teladan moral dan akhlak.
Muwahid: Memiliki jiwa keimanan dan ketauhidan yang kuat.
Mujahid: Pejuang yang memiliki kekuatan dan kegigihan dalam membela umat.
Murabbi: Sosok yang mampu membimbing, mengarahkan, dan mengayomi kader.
Menutup arahannya, Uu mengakui tantangan berat berupa munculnya partai-partai baru yang sejalan secara religius serta meningkatnya sikap apatis di kalangan pemilih. Ia menekankan bahwa kunci keberlangsungan PPP terletak pada penguatan ideologi.
“Saat ini kader ideologis mulai langka. Kita harus kembali menyentuh masyarakat dengan jargon ‘PPP Partaiku, Islam Agamaku, Ka’bah Kiblatku’. Jika ideologi ini tertanam kuat, kita akan mampu mengimbangi persaingan dengan partai politik mana pun,” pungkasnya








