Kab Bandung, Idisi Online – Sebuah sanggahan muncul dari salah satu pegawai pemerintah desa di Kabupaten Bandung terkait program pengadaan barcode atau sistem buku tamu digital yang digembar-gemborkan.
Program yang ditawarkan kepada setiap desa untuk membeli barcode atau sistem buku tamu digital (QR Code) dengan biaya Rp2.000.000,- ini dianggap membebani anggaran desa.
“Program ini sebenarnya bisa dibuat sendiri oleh desa tanpa harus membebankan anggaran yang sudah ditetapkan di APBDes 2026,” kata salah satu pegawai pemerintah desa yang tidak ingin disebutkan namanya, seperti dikutip dari Balance News, Senin (2/3/2026).
Pegawai tersebut mempertanyakan untuk membeli sistem yang dianggap tidak terlalu penting ini, padahal ada banyak kebutuhan lain yang lebih mendesak di desa, seperti penanganan masalah sosial dan kesehatan.
“Desa harus bisa lebih memilih penggunaan anggaran untuk kepentingan yang utama, bukan membebani lagi anggaran yang sudah ditetapkan,” tegasnya.
Sanggahan ini muncul setelah sebelumnya para Kepala Desa di Kabupaten Bandung mengeluh dengan adanya pengadaan barcode atau sistem buku tamu digital ini, kilahnya.
Rep. Edwin






