IDISIONLINE – Sumsel || Publik sedang dihebohkan oleh kisah inspiratif yang super layak dicontoh. Tidak populer, tidak banyak berkoar baik di Medsos maupun di manapun itu. Akidi Tio, keluarga Tionghoa juga pengusaha yang sempat lama menetap Palembang dua hari yang lalu secara suka rela dan tanpa pamrih menyumbangkan Rp. 2 Triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumatra Selatan lewat Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri. Akidi Tio sebelumnya juga sering memberikan beberapa bantuan hanya tidak pernah terpublikasi. Sebuah perbuatan terpuji yang sangat elegan ini bisa dijadikan cerminan bagi semua orang.
Siapa sebenarnya Akidi Tio ? Nama Akidi Tio tak pernah muncul di daftar konglomerat terkaya di Indonesia, bahkan di mesin pencarian sehebat google pun tak banyak informasi yang muncul. Lantas bagaimana keluarga Almarhum Akidi Tio mempercayai Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri.
Dikutip dari infosumsel.id (27/7), Gubernur Sumatera Selatan mengungkapkan kedekatan Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri berawal saat Kapolda bertugas di kota Langsa pada 1990, ia bertemu dengan seorang penjual es, Johan alias Ahok. Johan merupakan keturunan Tionghoa Palembang yang menetap di kawasan Veteran. Dia merupakan putra dari Akidi Tio. Pertemanan antara Eko dan Johan berlanjut hingga terjalin seperti saudara. Salah seorang yang juga dipercayainya adalah Prof dr Hardi Darmawan karena telah telah menjadi dokter keluarga selama 48 tahun. Kepada Hardi, keluarga Akidi mengungkapkan keinginan untuk memberi bantuan, tetapi tidak tahu bagaimana caranya. Digelarlah rapat keluarga. Hasil rapat, bantuan akan diberikan kepada orang yang dipercaya.Orang itu adalah Irjen Pol Eko Indra Heri, yang sekarang menjabat Kapolda Sumsel.
Dokter Keluarga yang juga menjabat Direktur Utama Rumah Sakit RK Charitas Palembang, Prof dr Hardi Darmawan, ia menyebutkan almarhum Akidi Tio adalah sosok pengusaha pengusaha di bidang pembangunan dan kontraktor asal Langsa, Aceh Timur.
Pihak keluarga Akidi Tio kini menyerahkan sepenuhnya pada Pemprov Sumsel untuk menggunakan dana hibah itu untuk seluruh kebutuhan penanganan Covid-19.
Reporter : Agus Pren




