Kab.Bandung-idisionline.com
Pemerintah Kabupaten Bandung pada tahun 2021 ini menggulirkan program kampung bedas manunggal yang tersebar di 19 desa dan 1 kelurahan.
” Program kampung bedas manunggal merupakan program pemerintah daerah Kabupaten Bandung. Orientasi dari program tersebut yaitu lebih membangun budaya, perilaku berwawasan lingkungan. artinya merubah image masyarakat yang tadinya tidak peduli menjadi peduli”.Tutur penggiat lingkungan, Deni Elingan kepada awak media.
“Dari fasilitasi sendiri Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung hanya memberikan edisi pemicuan” Terangnya
Lebih lanjut Deni Elingan mengatakan dalam program Kampung Bedas manunggal harus ada instrumen pendukung, salah satu intrumen pendukung tersebut yaitu menciptakan / membuat peraturan desa ( perdes) dalam konteks perdes tentang pelestarian lingkungan. Sehingga ketika ada payung hukum, setidaknya masyarakat punya kesadaran. Tambahnya
Harapannya setiap kampung yang menjadi orientasi program bedas manunggal ini menjadi prototype percontohan, yang disesuaikan dengan potensi yang ada di wilayah masing-masing. Kalau potensinya lebih ke UKM, maka UKM yang didorong. Potensinya lebih ke wisata, wisatanya yang didorong. artinya produk-produk unggulan potensi desa itu yang kita akan kembangkan. Ujar Deni
Di satu sisi kita membangun perilakunya masyarakat di sisi lain, kita juga menggali potensi dan membangun potensi desanya. Pungkas Deni Elingan
Salah satu desa di Kabupaten Bandung yang mendapat program kampung bedas manunggal yaitu Desa Bumiwangi Kecamatan Ciparay. Untuk wilayah Desa Bumiwangi program tersebut dinamakan Kampung Bedas Sabumi
Kepala Desa Bumiwangi Drs Rudiya Trisanjaya berharap dengan adanya kampung bedas manunggal ini ” sasaran dari Kampung Bedas Sabumi ini adalah yang pertama kita dapat mencegah kerusakan lingkungan lebih parah, dapat mengelola sampah secara komunal, terwujudnya regulasi atau perdes bersama antar wilayah terkait yaitu Pakutandang, Serangmekar, Gunungleutik, Bumiwangi dan Ciheulang, dalam meminimalisir limbah.
Masih menurut Kades Bumiwangi ” Selain itu dapat memunculkan potensi peningkatan ekonomi masyarakat melalui sentral Kuliner/UKM, pertanian dan perikanan, wisata air bahkan jika memenuhi syarat mungkin kami dapat berinovasi ke Wisata Dirgantara (Aero Modeling) melalui kerjasama dengan Babinpotdirga Lanud Sulaeman. Potensi penting lainnya adalah area Kampung Bedas Sabumi dapat juga dijadikan zona edukasi ekologi, seni dan budaya tradisional priangan, tambahnya.
Namun untuk mewujudkan harapan tersebut diperlukan kolaborasi positif setiap stakeholder baik vertikal maupun horisontal baik internal maupun eksternal, baik Pemkab maupun Pemprov, dan Legislatif sebagai aspirator masyarakat, bahkan aparatur penegak peraturan dan tata tertib sangat kami perlukan mengingat di atas bantaran irigasi sekunder sudah banyak berdiri bangunan ilegal yg jika tidak disikapi akan mengakibatkan habisnya asset negara (Pemprov) di area ini. Ujarnya
Diakhir pembicaraan Kades Bumiwangi Drs Rudiya Trisanjaya mengutarakan bahwa target dari Pemerintah Kabupaten Bandung khususnya Program 99 hari kerja Bupati Bapak H. Dadang Supriatna dan Wakil Bupati Bapak H. Syahrul Gunawan dapat terwujud, sehingga kami sangat berharap semua pihak dapat segera menyesuaikan, beradaptasi, ‘Bangkit Edukatif Dinamis Agamis dan Sejahtera’ Manunggal adalah Visi Misi Bupati/Wakil Bupati yg wajib dipatuhi dan dilaksanakan oleh segenap aparatur pemerintahan Kabupaten Bandung serta didukung oleh segenap lapisan masyarakat. Pungkasnya***
Taryana Budiman





