Karena kami melakukan efisiensi dan pengurangan dari program lain, contohnya pemangkasan anggaran makanan-minuman (mamin) dan alat tulis kantor (ATK) di pemerintahan,” ungkapnya.

Ngatiyana juga meminta permakluman dari warga jika masih ada pembangunan infrastruktur di lingkungan yang belum sepenuhnya terealisasi. Menurutnya, prioritas utama Pemkot Cimahi saat ini adalah pemenuhan hak-hak dasar masyarakat di sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur vital.

Di sektor kesehatan, Pemkot Cimahi telah membangun Puskesmas Melong Tengah serta fasilitas Unit Pengelola Darah RSUD Cibabat. Sedangkan di sektor pendidikan, pembangunan SMPN 14 sedang berjalan dan disusul SMPN 15 pada tahun depan guna meningkatkan daya tampung sekolah negeri.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota beserta jajaran Forkopimda mendengarkan sejumlah keluhan dan aspirasi warga, di antaranya terkait infrastruktur Penerangan Jalan Umum (PJU) di lingkungan setempat, kebijakan sistem zonasi dalam seleksi penerimaan siswa baru.

Tidak hanya itu, warga juga menyampaikan aspirasi terkait perbaikan drainase besar dan perbaikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) RSUD Cibabat yang perannya vital dalam memastikan keamanan dan keselamatan pejalan kaki, terutama anak-anak dan orang tua yang menyeberangi Jalan Jenderal Amir Machmud dengan lalu lintasnya yang padat.

Merespons pengaduan warga, Ngatiyana memastikan pengadaan PJU melalui dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Cimahi akan segera berjalan dalam waktu dekat, sementara perbaikan JPO membutuhkan proses yang panjang mengingat status Jalan Jenderal Amir Machmud sebagai jalan nasional.

Info Lainnya  RKPD Kabupaten Bandung 2026 Disepakati, Peningkatan Kualitas SDM dan Infrastruktur Jadi Prioritas