RANCA BALI, Idisi Online – Selasa (2/9/2026) Aktivitas penanaman sayur-mayur oleh orang asing di area PTPN 1 Regional 2 Ranca Bali, Kabupaten Bandung dikeluhkan warga.
Warga menduga tanaman teh milik PTPN yang sudah puluhan tahun dirusak dan dialihfungsikan.
Warga Kecewa, Tanaman Teh Diduga Dibaba Alat Berat
UD (50), warga Kecamatan Ranca Bali, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut.
“Kami sebagai warga merasa kecewa. Kenapa orang asing bisa masuk ke area PTPN 1 Regional 2. Apalagi tanaman teh yang sudah puluhan tahun diduga dirusak dan tidak ada tindakan dari manajemen. Seolah orang asing dibiarkan tanpa teguran,” ujarnya saat dikonfirmasi di kediamannya.
Menurut UD, warga biasa tidak berani menanam di lahan PTPN. “Hanya orang-orang yang berduit yang bisa nanam sayur,” katanya. Rabu lalu (2/9/2026).
Ia meminta Gubernur Jawa Barat, KDM untuk segera turun ke lapangan. “Jika ada oknum yang sengaja merusak tanaman teh segera ditindak,” tegasnya.
Surat Konfirmasi Media Diabaikan
Hal senada disampaikan Bandi Sobandi, Ketua DPC Jurnalis Independen Bersatu – JITU Kabupaten Bandung.
“Sebenarnya saya sudah melayangkan surat konfirmasi ke Manajemen PTPN 1 Regional 2 Ranca Bali beberapa pekan lalu. Namun manajemen mengabaikan surat konfirmasi Jurnalis Independen Bersatu,” ujarnya.
Bandi menilai manajemen seharusnya menyampaikan klarifikasi secara terbuka agar tidak simpang siur di masyarakat.
“Kami sering mendapat pengaduan dari warga. Lahan perkebunan diduga disewakan kepada orang berduit dengan tarif Rp40.000 per patok per tahun. Dari mana dasarnya lahan milik negara disewakan? Sebaiknya Gubernur Jawa Barat turun ke lapangan agar terang benderang,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Manajemen PTPN 1 Regional 2 Ranca Bali belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.
Tim Redaksi IO***
