Untuk membaca, gulir ke bawah!
Opini Publik

Skenario Proxy War Kapan Di negara Kita Terjadi ? Taktik Baru Negara Adidaya & Oligarki Imprialis, Feodalis Kuasai Bangsa Secara Kasat Mata ?

×

Skenario Proxy War Kapan Di negara Kita Terjadi ? Taktik Baru Negara Adidaya & Oligarki Imprialis, Feodalis Kuasai Bangsa Secara Kasat Mata ?

Sebarkan artikel ini

Oleh : Elut Haikal

Istilah atau Sebutan Proxy War ( perang tidak langsung buka front memakai tangan fihak ketiga dengan cara penyusupan ideologi / Faham, pembetukan Milisi, organisasi ditopang dana, brita Hoax, Fitnah, Narasi dll. ) baru merebak dan dikenal Di negara kita diperpanjangkan sekitar tahun 2017 san hingga Saat ini di Era Digitalisasi & Informasi adalah satu gambaran strategi perang yang dipersiapkan untuk menguasai suatu negara dengan berbagai Taktik melumpuhkan sasaran tanpa harus konfrontasi langsung.

gulir untuk membaca
Idisi Online

Pertanyaan nya kapan perang ini di Indonesia berlangsung atau pernah terjadi dan sedang berlangsung sampai bangsa ini hancur dan dikuasai sepenuh nya oleh bangsa lain ? dan mudah diatur, tentu pertanyaan ini sudah berlangsung sejak kapan ?

Jika kita kaji lebih dalam tujuan dari Negara Imprialis dan Piodalis Oligarki untuk menguasai suatu negara bukan saja dengan Explotation de’lom Par Lom atau Explotation De’ pay par Pay , penghisapan Negara atas negara atau Manusia atas manusia berikut seisi Alam nya, dan Pola pikirnya, juga dengan transformasi I.P (Ilmu Pengetahuan) nya, Gaya hidup nya bahkan jika perlu dengan Sistem Tatanan Pemerintahan Negaranya berorentasi semodel Demokrasi Liberal atau semodel Centralisme ala Komunis.

semua Dunia harus menjadi penganut model ini, selain itu akan menjadi sasaran empuk mereka, .pada Praktek nya Negara Adikuasa Demokrasi Liberal yang paling agresif dan Frontal ingin menguasai berbagai Negara.

Sepeninggalan Belanda IPB (Ilmu Pengetahuan Barat ) tata cara bernegara, berhukum dan beradmistrasi semua itu sudah tertanam diwariskan dalan benak bangsa kita hingga Gaya hidup cara Pfeodal,, hanya yang belum diwariskan belanda adalah Sistem pemerintahan ala Demokrasi Liberal barat, karna saat itu kita belum merdeka.

Pasca perlawanan secara front pisik hingga Persiapan kemerdekaan bahwa bangsa kita secara Moral, Mental sudah siap Jiwa Raga.
Belanda bersama sekutu sudah memahami situasi saat itu tidak mungkin terus front pisik secara langsung, strateginya 10 tahun sebelum merdeka karna gaya Imprialis Liberal sudah tidak bisa diterima dibenak bangsa ini. Taktik nya menyiap kan transformasi ahli teori faham Komunis untuk persiapan Perang Proxy tanpa konfrontasi kedepan, agar tidak memakan korban jiwa lebih banyak dari fihak mereka, maka menyusupkan Transportasi Ideologi sebagai cara lain

Untuk itu gaya Imprialis, feodalis menyusupkan menyusupkan sistem bernegara dan pemerintahan ala Komunis sebagai bom waktu atau senjata Proxy War, agar berantuk sesama bangsanya sendiri dengan memakai tangan ke tiga, anak bangsa sebagai boneka yang jadi penganut Faham itu, yang menurut sejarah dalam Buku berjudul (Siapa Menabur Angin akan Menuai Badai ,) pertama Faham ini diterima oleh Tan Malaka tokoh pejuang kemerdekaan yang selanjut nya tan malaka kepada Syam gerakan buruh dan Muso, gerakan Petani selanjutnya oleh Aidit

Info Lainnya  Ilusi Pengentasan Kemiskinan Dalam Sistem Kapitalis

Yang terus berkembang pesat dan menjadi lawan Bangsa dan Rakyat nya sendiri, perang Proxy berjalan tanpa disadari terjadi dalam kontek perang Ideologi yang bertolak belakang dengan ideologi bangsa yaitu Falsafah Pancasila sebagai dan Landasan pemerintah untuk mengatur tata negara dikala kekuasaan belanda beralih sepenuh nya kepada kita, Karna Faham apapun yang datang dari kulit bule saat itu akan dibumi hangus kan oleh para pejuang

Skenario Perang Proxy Imprilialis sudah menunjukan hasil dengan adanya cikal bakal pemberontakan dan Perlawanan oleh Muso Pasca Kemerdekaan 1945 terjadi perang saudara permusuhan dan perbedaan akibat taktik Proxy War Ideologi, yang terus berlanjut hingga pada klimak nya hampir terjadi perang saudara besar besaran 1947 tentu jika terjadi, Belanda bersama sekutu akan mudah menguasai kembali dengan memakai tangan fihak ketiga.

Dan persiapan perang yang sudah matang untuk Peralihan merebut kekuasaan dari pemerintah yang sah dibawah pemerintah Presiden Pak Karno, hatta dengan cara pemberontakan berdarah yang disebut G 30 SPKI.
namun kenyataan berkata lain Rencana Perebutan kekuasaan berikut Ideologi Gagal total, Tuhan pun berkata lain secara Pisik belanda bersama sekutu tidak bisa kembali ke tanah Air, kepentingan politik buntu, saat situasi genting Peran besar Koboy Amerika menusuk masuk menjadi pembela hancur nya Paham itu berikut semua Organisasinya

Tentu Amerika berperan bagai pahlawan yang bermain dibelakang layar mendukung dan melindungi dengan kekuatan militer dan Finansial, dengan imbalan balik balas jasa Sistem ideologi Demokrasi Liberal dapat dianut dan diterapkan untuk menata pemerintah kita dimana Ideologi Pancasila dianggap gagal Era Sukarno bila perlu disingkir kan sebagai lanjutan nya oleh Amerika oleh Pak Harto, bisa menerapkan sistem demokrasi liberal sebagai Alternatip pengganti Ideologi Komunis dan Pancasila.

, menjadi anutan bangsa Indonesia, namun demokrasi dalam Perkembangan nya seperti di kebiri okeh pak harto yang sama dilakukan Pak Karno dengan memakai sistem Demokrasi Terpimpin dan Demokrasi Pancasila, tidak diterapkan sepenuh nya Demokrasi liberal terkunci tidak berjalan, Demokrasi Pancasila lah, yang berjalan dan pancasila mengakar dijiwa bangsa setahap demi setahap terus ditanam kan pada generasi menumbuhkan Moral dan Etika Bangsa Patriot Nasionalis.

Info Lainnya  Otak Atik Dana Pendidikan, Hak Rakyat Terus Disoal?

Secara diam diam mereka sangat kecewa dan ambil kesempatan pada lain kondisi, menunggu waktu tepat, diduga Perang Proxy terjadi lagi pada pase ke III disadari atau tidak melawan kekuatan Negara Adidaya Demokrasi liberal yang dibantu sekutunya ikut meruntuh kan Sistem tatanan Negara dan pemerintahan Orde baru dibawan Pak Harto yang saat itu berhasil dengan tatanan pemerintah berdasar Pancasila dikuasai dan di bangun tahapan Repilita.

Dengan cara Proxy War dan gaya baru dengan mentransformasi Reformasi sebagai Jargan KKN, Seketika runtuh porak poranda oleh strategi perang proxy ala Demokrasi Liberal dengan dengan pola yang sama gerakan berbeda dengan tahun 1965,

Dimana motor penggerak melalui tangan para politikus, lawan²politik, oposisi, Dosen dan Mahasiswa digaris depan, ditopang Media barat yang ikut gencar proxy War dengan brita Narasi, Fitah, Hoax dll. sebagai penggerak untuk menggilas sekaligus merubah sistem , pemerintahan, sistem Pemilu, dasar² hukum, Palsapah bangsa, UUD dan Pancasila, runtuh
turunnya Rejim orde baru ke Reformasi ala Demokrasi Repormasi adalah kemenangan Reformasi libral yang Imprialis. Peodal, Kemenangan Terhadap Rejim Diktator, Rejim KKN, Rejim Lemah Hukum adalah Slogan Reformasi.

Mukanya Reformasi tetapi diperkirakan sinya Proxy War penghancuran bangsa dan Negara sekaligus tatanan pemerintahan dan masyarakat yang akan merubah Moral, Watak dan Karakter Bangsa Meniju kebebasan tanpa batas ? Yang akan merusak semus tatanan hidup berbangsa dan bernegara yang hampir hampir tidak memiliki Palsapah Bangsa hilang jati diri, menjadikan yang kuat menentukan dan yang kemah di tentukan, prodak hukum menjadi mainan.

Pasca Perang Proxy ala Reformasi semua UU ,PALSAFAH, HUKUM , Prilaku Norma, moral,dan agama semua seperti lepas dari As nya tidak terkendali dimana Medsos, internet, media, IG, Tweter mendominasi yang saat ini
Menjadu bagian Proxy War di Era Reformasi yang akan berjalan terus tanpa disadari mendapat tempat layak dihati rakyat kita, untul sarana saling serang, saling benci, salaing baku hantan dan sekaligus saling meruntuh kan sementara semua yang sudah dibangun oleh para pendiri bangsa runtuh hilang tanpa jejak begitu saja ?

Info Lainnya  Kekerasan Aparat : Bukti Sistem Sekuler Tak Bisa Melahirkan Aparat Bermartabat

Saat ini Prodak Hukum tidak lagi menjadi primadona, lembaga KPK yang Independen dibentuk Era Refomasi yang menjadi Tumpuan membantu kekuatan supremasi tegaknya hukum bagi rakyat dan Pemerintah kini rontok bagai bulu ayam lepas dari kulit nya, semua bertindak semaunya. Bangsa ini bukan semakin kuat bersatau padu, malah hampir bercerai berai.

Presiden yang terpilih secara terbuka, Tahun demi tahun bergantiian, baru berjalan diera Reformasi suduh tercoreng oleh kasus Bulog Get, berganti presisen tercoreng lagi kasus penjualan aset negara.terpilih lagi terjadi lagi kasus Bank Century, terjadi lagi Kasus Korupsi oleh elit muda mahasiswa dan tokoh muda pergerakan Reformasi, tercoreng lagi oleh korupsi dari para pentolan parta Reformasi, hutang terus menumpuk bukan berkurang,
pemerintah mulai tidak pasti dan percaya diri pada penindakan hukum, dengan dalih biar kan hukum berjalan secara transparan gablang dan terbuka netral tidak ada Intervensi dari penguasa akan kasus KKN tujuan baik

namun membuka ruang bagi APH untuk bermaen kong kalingkong pada penanganan Hukum, Reformasi lepas dari tujuan semula, berbagai kasus belum usai, korupsi malah bagai jamur, KKN malah lebih terbuka dan Transparan, KKN makin menjadi satu sama lain para elit Partai, Tokoh Politik, Tokoh Ormas Artis, Pejabat Tinggi Negara Kementrian, BUMN, DPR Kepala Daerah, Kepala Desa hingga APH berjamaah KKN di pemerintahan ditiap lini Sumber Alam,.

Prilaku kejahatan makin terbuka dan tenang melenggang, dari Korupsi ,Perjudian, Penggelapan, Pelacuran, Narkoba, penyelundupan, Pembunuhan, Persikusi, bully Penyiksaan Demo² , pelemahan Hukum, dll hampir semua dilakukan secara Tranparan gamblang sesuai motto Reformasi, lebih banyak dilikukan dan dimotori oleh lingkaran elit politk, pejabat, kekuasaan dan Oligarki apakah Mati nya Hukum, mati rasa hati elit politik, elit pejabat, elit APH dan DPR adalah sukses nya Proxy War mereka ?

Apakah semua ini upaya dari Proxy War fihak asing agar semua lini strategis dan lini kehidupan tak terkendali hilang jati diri menjafi Lemah, hancur yang akan mudah dikusai dan diatur ? Semua ini kembali pada bangsa nya mau di perbaiki atau tidak, kita sedang menunggu pemimimpin dan para pejanat serta DPR yang muak dengan semua gaya ini, bersama sama dengan sadar mengembalikan keadaan.

Melepaskan penjajahan dimuka bumi harus dihapus kan dari tangan tangan kotor bangsa sendiri.
Sesuai UU 1945.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Idisi Online

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 0000371

article 0000372

article 0000373

article 0000374

article 0000375

article 0000376

article 0000377

article 0000378

article 0000379

article 0000380

article 0000381

article 0000382

article 0000383

article 0000384

article 0000385

article 0000386

article 0000387

article 0000388

article 0000389

article 0000390

article 0000391

article 0000392

article 0000393

article 0000394

article 0000395

article 0000396

article 0000397

article 0000398

article 0000399

article 0000400

article 0000401

article 0000402

article 0000403

article 0000404

article 0000405

article 0000406

article 0000407

article 0000408

article 0000409

article 0000410

article 0000411

article 0000412

article 0000413

article 0000414

article 0000415

article 0000416

article 0000417

article 0000418

article 0000419

article 0000420

article 0000421

article 0000422

article 0000423

article 0000424

article 0000425

article 0000426

article 0000427

article 0000428

article 0000429

article 0000430

article 0000431

article 0000432

article 0000433

article 0000434

article 0000435

article 0000436

article 0000437

article 0000438

article 0000439

article 0000440

article 10000401

article 10000402

article 10000403

article 10000404

article 10000405

article 10000406

article 10000407

article 10000408

article 10000409

article 10000410

article 10000411

article 10000412

article 10000413

article 10000414

article 10000415

article 10000416

article 10000417

article 10000418

article 10000419

article 10000420

article 10000421

article 10000422

article 10000423

article 10000424

article 10000425

article 10000426

article 10000427

article 10000428

article 10000429

article 10000430

article 10000431

article 10000432

article 10000433

article 10000434

article 10000435

article 2990541

article 2990542

article 2990543

article 2990544

article 2990545

article 2990546

article 2990547

article 2990548

article 2990549

article 2990550

article 2990551

article 2990552

article 2990553

article 2990554

article 2990555

article 2990556

article 2990557

article 2990558

article 2990559

article 2990560

article 2990561

article 2990562

article 2990563

article 2990564

article 2990565

article 2990566

article 2990567

article 2990568

article 2990569

article 2990570

article 2990571

article 2990572

article 2990573

article 2990574

article 2990575

article 2990576

article 2990577

article 2990578

article 2990579

article 2990580

article 2990581

article 2990582

article 2990583

article 2990584

article 2990585

article 2990586

article 2990587

article 2990588

article 2990589

article 2990590

article 2990591

article 2990592

article 2990593

article 2990594

article 2990595

article 2990596

article 2990597

article 2990598

article 2990599

article 2990600

article 2990601

article 2990602

article 2990603

article 2990604

article 2990605

article 2990606

article 2990607

article 2990608

article 2990609

article 2990610

article 2000381

article 2000382

article 2000383

article 2000384

article 2000385

article 2000386

article 2000387

article 2000388

article 2000389

article 2000390

article 2000391

article 2000392

article 2000393

article 2000394

article 2000395

article 2000396

article 2000397

article 2000398

article 2000399

article 2000400

article 2000401

article 2000402

article 2000403

article 2000404

article 2000405

article 2000406

article 2000407

article 2000408

article 2000409

article 2000410

article 2000411

article 2000412

article 2000413

article 2000414

article 2000415

article 2000416

article 2000417

article 2000418

article 2000419

article 2000420

article 2000421

article 2000422

article 2000423

article 2000424

article 2000425

article 2000426

article 2000427

article 2000428

article 2000429

article 2000430

article 2000431

article 2000432

article 2000433

article 2000434

article 2000435

article 2000436

article 2000437

article 2000438

article 2000439

article 2000440

article 2000441

article 2000442

article 2000443

article 2000444

article 2000445

article 2000446

article 2000447

article 2000448

article 2000449

article 2000450

article 7700216

article 7700217

article 7700218

article 7700219

article 7700220

article 7700221

article 7700222

article 7700223

article 7700224

article 7700225

article 7700226

article 7700227

article 7700228

article 7700229

article 7700230

article 7700231

article 7700232

article 7700233

article 7700234

article 7700235

article 7700236

article 7700237

article 7700238

article 7700239

article 7700240

article 7700241

article 7700242

article 7700243

article 7700244

article 7700245

article 7700246

article 7700247

article 7700248

article 7700249

article 7700250

article 7700251

article 7700252

article 7700253

article 7700254

article 7700255

article 7700256

article 7700257

article 7700258

article 7700259

article 7700260

article 7700261

article 7700262

article 7700263

article 7700264

article 7700265

article 7700266

article 7700267

article 7700268

article 7700269

article 7700270

article 7700271

article 7700272

article 7700273

article 7700274

article 7700275

article 7700276

article 7700277

article 7700278

article 7700279

article 7700280

article 7700281

article 7700282

article 7700283

article 7700284

article 7700285

article 238000456

article 238000457

article 238000458

article 238000459

article 238000460

article 238000461

article 238000462

article 238000463

article 238000464

article 238000465

article 238000466

article 238000467

article 238000468

article 238000469

article 238000470

article 238000471

article 238000472

article 238000473

article 238000474

article 238000475

article 238000476

article 238000477

article 238000478

article 238000479

article 238000480

article 238000481

article 238000482

article 238000483

article 238000484

article 238000485

article 238000486

article 238000487

article 238000488

article 238000489

article 238000490

article 238000491

article 238000492

article 238000493

article 238000494

article 238000495

article 838000588

article 838000589

article 838000590

article 838000591

article 838000592

article 838000593

article 838000594

article 838000595

article 838000596

article 838000597

article 838000598

article 838000599

article 838000600

article 838000601

article 838000602

article 838000603

article 838000604

article 838000605

article 838000606

article 838000607

article 838000608

article 838000609

article 838000610

article 838000611

article 838000612

article 838000613

article 838000614

article 838000615

article 838000616

article 838000617

article 838000618

article 838000619

article 838000620

article 838000621

article 838000622

article 838000623

article 838000624

article 838000625

article 838000626

article 838000627

article 838000628

article 838000629

article 838000630

article 838000631

article 838000632

article 838000633

article 838000634

article 838000635

article 838000636

article 838000637

article 838000638

article 838000639

article 838000640

article 838000641

article 838000642

article 838000643

article 838000644

article 838000645

article 838000646

article 838000647

article 838000648

article 838000649

article 838000650

article 838000651

article 838000652

article 838000653

article 838000654

article 838000655

article 838000656

article 838000657

article 9998000586

article 9998000587

article 9998000589

article 9998000590

article 9998000591

article 9998000592

article 9998000593

article 9998000594

article 9998000595

article 9998000596

article 9998000597

article 9998000598

article 9998000599

article 9998000600

article 9998000601

article 9998000602

article 9998000603

article 9998000604

article 9998000605

article 9998000606

article 9998000607

article 9998000608

article 9998000609

article 9998000610

article 9998000611

article 9998000612

article 9998000613

article 9998000614

article 9998000615

article 9998000616

article 9998000617

article 9998000618

article 9998000619

article 9998000620

news-1701