Kab Bandung, idisionline.com – Penerapan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di Sekolah Dasar Negri (SDN) 01 Lebak Muncang Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung pada Tahun 2025, kini menuai sorotan Publik.
Pasalnya, berdasarkan data Aplikasi Rencana Kegiatan Sekolah (ARKAS) terdapat sejumlah komponen penggunaan dana yang dinilai tak rasional hingga menimbulkan kecurigaan banyak pihak.
Diantaranya komponen pembayaran honor di Sekolah tersebut dalam tahun 2025, mencapai Rp157.602.000. begitupun dengan kucuran anggaran untuk pemeliharaan sarana dan prasarana yang menelan anggaran, Rp77.389.000-

Ihwal tersebut jadi pemantik pertanyaan awak media saat menyambangi sekolah untuk meminta konfirmasi kepada Kepala Sekolah, Jumat (22/05/2026).
Berhasil ditemui di ruang kerjanya Kepala SDN 01 Lebak Muncang, Wawan Wardana, S.Pd Seolah enggan memberi keterangan secara rinci terkait hal tersebut.
“Tingginya anggaran pembayaran honor disebabkan banyaknya tenaga pengajar paruh waktu yang masih bertugas di tahun anggaran 2025.
Sementara itu, untuk pos pemeliharaan sarana prasarana,digunakan untuk pengadaan peralatan sumur, pengecatan gedung, serta biaya perbaikan dan pembakaran sampah yang terpaksa dilakukan lantaran pihak sekolah pernah mendapatkan teguran dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH)”, jelas Wawan.
Disela wawancara, Wawan juga tidak menampik dalam bahwa penggunaan dana BOSP pihaknya selalu sesuai juknis.
“Saya juga tidak merasa selalu benar dalam penerapan dana BOS, karena ada hal-hal yang berada diluar petunjuk teknis penggunaan dana tersebut,” ungkap Wawan.
Penjelasan yang disampaikan Wawan Selaku Kepala Sekolah dan penanggung jawab anggaran, ihwal penerapan dana BOSP tahun 2025 tentunya mengacu pada Petunjuk Teknis yang termuat dalam Permendikbud nomor 63 Tahun 2023.
Tertuang dalam juknis tersebut sejumlah petunjuk dan aturan penggunaan dana BOSP. Diantaranya pembayaran honor yang harus penuhi syarat bahwa penerima bukan ASN, belum bersertifikat, memiliki NUPTK serta tercatat dalam Dapodik.
Sejauh ini belum didapat keterangan secara detail terkait jumlah tenaga honorer yang penuhi syarat menerima honor serta besaran gaji honorer sehingga menelan anggaran cukup fantastis.
*** Nitana R/Red







