KARAWANG, IO – Antusiasme luar biasa mewarnai gelaran Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Kabupaten Karawang.
Ribuan warga memadati rute mulai dari Jalan Arif Rahman Hakim hingga pelataran Masjid Agung Karawang.
Kondisi jalanan yang penuh sesak oleh lautan manusia menjadi bukti nyata besarnya kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur.
Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H., yang hadir langsung dalam acara tersebut mengaku takjub dengan sambutan warga.
Menurutnya, kerumunan yang begitu padat hingga sulit untuk berjalan kaki menunjukkan kebanggaan kolektif masyarakat Karawang terhadap identitas budaya mereka.
H. Endang menjelaskan bahwa kehadiran Mahkota Binokasih mahkota sakral peninggalan Kerajaan Pajajaran di Karawang membawa pesan filosofis yang sangat dalam.
Baginya, mahkota tersebut bukan sekadar benda bersejarah, melainkan simbol dedikasi dan kasih sayang.
“Mahkota ini memiliki makna filosofi kaitan dengan kasih sayang seorang pemimpin kepada rakyatnya. Di dalamnya ada nilai kemuliaan dan dedikasi. Sebagai orang Sunda, kita harus mampu memetik pesan Tri Tangtu: bagaimana Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh tercermin dalam setiap ucap dan lampah (perbuatan),” ujar H. Endang usai kegiatan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kegiatan yang baru pertama kali digelar di Karawang ini merupakan langkah konkret implementasi UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
H. Endang mengingatkan bahwa Karawang memiliki ikatan sejarah yang sangat kuat dengan Pajajaran, terutama melalui sosok Nyi Subang Larang.
“Sejarah mencatat bagaimana Nyi Subang Larang menuntut ilmu kepada Syekh Quro hingga menemukan jodohnya di Karawang. Hubungan sejarah yang melekat inilah yang melahirkan momentum kedatangan Mahkota Binokasih hari ini,” jelasnya.
Di tengah derasnya arus transformasi budaya luar, Ketua DPRD Karawang ini menitipkan pesan khusus bagi generasi muda.
Ia mengimbau agar pemuda tidak melupakan sistem tata kelola pemerintahan, kemasyarakatan, hingga lingkungan hidup yang sebenarnya telah ditata rapi oleh para Karuhun (leluhur).
“Jati diri bangsa dan daerah ada pada sejarahnya. Jangan sampai anak muda hari ini kehilangan jati diri sebagai orang Sunda karena tergerus budaya asing. Leluhur kita sudah mewariskan sistem pembangunan yang hebat, tugas kita adalah menjaga dan mencintainya,” tegas H. Endang.
Kirab Budaya ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan objek pemajuan kebudayaan di Karawang, sekaligus memperkokoh posisi Karawang sebagai daerah yang modern namun tetap berpijak pada akar sejarah yang kuat.














