KAB. BANDUNG, IO – Rumah Sakit Maranatha terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik dan berpihak kepada masyarakat. Manajemen rumah sakit menegaskan berbagai kebijakan strategis demi menjamin kenyamanan dan keselamatan pasien, mulai dari kualitas SDM hingga kemudahan layanan administrasi. Rabu (6/5/2026).
Dalam kesempatannya, pihak manajemen menjelaskan alasan di balik jumlah tenaga perawat yang cukup banyak di RS Maranatha. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan sebagai upaya untuk mendapatkan dan merekrut tenaga kesehatan yang benar-benar berkualitas.
“Kenapa perawat kami banyak? Karena kami ingin merebut perawat yang berkualitas. Kami tidak merekrut sembarangan, tidak asal selesai pendidikan langsung diterima, tapi ada standar kompetensi tertentu yang harus dipenuhi,” ungkap pihak manajemen.
Salah satu terobosan yang sedang dan akan diterapkan adalah kemudahan layanan administrasi kependudukan. Melalui kerjasama yang erat dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), RS Maranatha menghadirkan layanan satu atap.
Bagi ibu yang bersalin atau melahirkan di RS Maranatha, proses pembuatan Akta Kelahiran akan sangat mudah dan cepat. Begitu pasien dan bayi siap pulang, dokumen kependudukan tersebut sudah langsung bisa didapatkan.
“Kami sedang berproses dengan Disdukcapil. Jadi kalau melahirkan di sini, pasien mau pulang, bayi mau pulang, itu Akta Kelahirannya sudah langsung jadi. Begitu juga jika ada musibah, amit-amit, pasien meninggal dunia, Akta Kematiannya juga langsung keluar. Semua kami bantu,” tambahnya.
RS Maranatha juga menjamin masyarakat yang memiliki kendala atau masalah dengan kepesertaan BPJS Kesehatan. Di rumah sakit ini terdapat tim PPIC BPJS yang siap membantu dan berkoordinasi langsung dengan pihak BPJS.
“Kalau BPJS-nya bermasalah, silakan datang ke sini, kami akan bantu. Jangan takut, kami akan selalu carikan solusi. Misalnya BPJS menunggak atau ada kendala administrasi, kami bantu uruskan dan selesaikan,” tegasnya.
Yang menjadi komitmen paling utama adalah prioritas keselamatan pasien. Manajemen menegaskan prinsip yang sangat tegas: “Ditangani dulu, bukan mengurusi pembayaran dulu.”
“Kami stabilkan dulu kondisinya, nyawa aman dulu, baru kemudian soal keuangan dan administrasi kami urus belakangan. Itu komitmen kami,” ujarnya.
Kebijakan ini dijalankan berkat kolaborasi erat dalam jajaran direksi. Pihak manajemen menyampaikan bahwa dirinya bersama Dr. Hendra Soebroto bekerja sama penuh dalam memimpin rumah sakit ini.
“Saya dengan Dr. Hendra Soebroto berkolaborasi berdua di direksi. Jadi ke depan kalau ada masalah, kendala, atau komplain, silakan langsung menghubungi kami berdua,” ungkapnya.
Rep. Leni Herliani







