
KARAWANG – Menanggapi aspirasi pelaku UMKM di Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Yayasan Pangan Lestari Nusantara memberikan klarifikasi resmi.
Pihak yayasan menegaskan bahwa kolaborasi ekonomi lokal tetap menjadi prioritas utama dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Yayasan Pangan Lestari Nusantara, menyampaikan bahwa pihaknya sangat memahami dan menyerap harapan besar masyarakat terkait dampak ekonomi dari kehadiran dapur SPPG di lingkungan RT 21/RW 04.
Pihak Yayasan menjelaskan bahwa saat ini operasional dapur SPPG masih dalam tahap pembangunan fisik dan standarisasi kualitas.
Meski demikian, ia memastikan keterlibatan warga lokal sudah masuk dalam rencana strategis yayasan.
“Kami sangat terbuka dan mewajibkan keterlibatan masyarakat sekitar. Fokus awal kami saat ini adalah rekrutmen tenaga kerja operasional yang mayoritas diambil dari warga setempat sebagai langkah penyerapan lapangan kerja tercepat,” ujar Ketua Yayasan dalam keterangan resminya, Sabtu (02/05/26).
Terkait keluhan pelaku UMKM mengenai suplai bahan pangan, pihak yayasan mengklarifikasi bahwa saat ini proses belum memasuki tahap pemetaan komoditas karena masih fokus pada penyelesaian infrastruktur dapur.
Kedepannya, bahan pangan yang masuk harus melalui seleksi ketat guna memastikan standar gizi dan keamanan pangan (food safety).
“Perihal UMKM sudah menjadi fokus kami. Kami tidak ingin sekadar membeli, tapi ingin membina. Namun, saat ini kami masih fokus pada penyelesaian pembangunan dan rekrutmen relawan,” jelasnya
Ia menambahkan bahwa verifikasi terhadap pelaku UMKM di Desa Kemiri akan dilakukan untuk melihat kesiapan kualitas dan keberlanjutan stok.
“Semua disiapkan agar kerja sama ini bersifat jangka panjang dan saling mendukung (mutual support),” imbuhnya.
Sebagai bentuk transparansi dan ketaatan prosedur, pihak yayasan menegaskan bahwa mereka telah menjalin komunikasi dengan pemangku kepentingan di wilayah setempat sebelum operasional dimulai.
“Kami sudah berkoordinasi dengan aparatur setempat, mulai dari RT, RW, hingga Kepala Desa Kemiri. Kami meminta masukan serta arahan agar keberadaan dapur ini dapat berjalan secara sinergis dengan lingkungan,” tutur Ketua Yayasan.
Melalui klarifikasi ini, Yayasan Pangan Lestari Nusantara berharap masyarakat dapat ikut mendukung dan merasa memiliki program MBG.
Yayasan berkomitmen menjadikan SPPG di Desa Kemiri sebagai motor penggerak ekonomi desa, sejalan dengan visi pemerintah pusat dalam mengoptimalkan potensi lokal demi kesejahteraan masyarakat.












