TNI

Sektor Satgas Citarum Harum Tegur PT Leuwitek: “Kami Hadir Bukan Mencari Kesalahan, Tapi Memperbaiki yang Keliru”

×

Sektor Satgas Citarum Harum Tegur PT Leuwitek: “Kami Hadir Bukan Mencari Kesalahan, Tapi Memperbaiki yang Keliru”

Sebarkan artikel ini

Karawang, IO – Satgas Citarum Harum melakukan inspeksi mendadak ke fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Leuwitek di Karawang pada Kamis (16/04/2026).

Pengecekan ini dipimpin langsung oleh Kolonel Dansatgas kolonel inf yanto kusno menyusul temuan pembuangan air limbah yang diduga tidak sesuai standar baku mutu pada 8 April lalu.

Dalam pernyataannya di lokasi, Dansatgas kolonel inf yanto kusnomenegaskan bahwa kehadiran Satgas bukan bertujuan untuk mencari-cari kesalahan perusahaan, melainkan sebagai respons atas temuan lapangan yang merugikan lingkungan.

“Kami datang ke sini bukan mencari kesalahan, tetapi karena ada kesalahan maka kami di sini. Temuan tanggal 8 April kemarin menunjukkan adanya air yang dibuang diduga belum sesuai standar, baik dari segi warna maupun suhu,” tegas Kolonel dilokasi.

Pihak Satgas menyoroti volume pembuangan limbah yang mencapai 50 meter kubik per jam, atau melebihi 1.000 meter kubik per hari.

Dengan volume sebesar itu, Kolonel Yanto mempertanyakan kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup, terutama terkait pemasangan sistem pemantauan kualitas air limbah secara terus menerus dan dalam jaringan (Sparing).

“Kendali dan kontrol dari pemerintah belum maksimal. Kami juga melihat proses aerasi di bagian biologis tampak darurat, sehingga ada kekhawatiran terjadi kebocoran yang berdampak langsung ke masyarakat,” tambahnya.

Hal krusial yang menjadi sorotan adalah hilangnya indikator biologis berupa ikan di outlet pembuangan.

Kolonel Yanto mengingatkan bahwa jika ikan sebagai makhluk hidup tidak mampu bertahan di air tersebut, maka dampaknya akan lari ke warga masyarakat.

“Kalau ikannya mati karena air tersebut, lalu dimakan oleh warga, dampaknya nyata. Kita harus meminimalisir risiko sekecil apa pun. Tidak bisa hanya beralasan tidak tahu atau tidak sengaja,” jelasnya.

Selain itu, Satgas mengoreksi penggunaan bahan kimia (chemical) yang ditemukan di proses akhir.

Menurutnya, proses kimiawi seharusnya dilakukan di awal agar air yang masuk ke outfall benar-benar murni hasil pengolahan biologis yang aman.

Menutup pernyataannya, Kolonel A mengimbau pihak manajemen PT Lewitek untuk segera melakukan perbaikan total demi kelangsungan Sungai Citarum dan kesehatan generasi mendatang.

“Citarum ini milik kita. Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi? Jika kita meracuni anak-anak sekarang dengan limbah, mereka tidak akan sehat dan mereka yang rugi. Mari kita jaga bersama, perbaiki, dan sampaikan pesan ini ke pimpinan perusahaan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam sidak tersebut jajaran Satgas Citarum yang dipimpin langsung oleh Dansatgas bersama perwakilan LH Provinsi Jawa Barat, Sandhi Firmansyah.

Selain itu, hadir pula unsur dari Sektor 10 yang melibatkan Dansektor Kolonel Inf Satyo Ariyanto, pihak LH Kabupaten Karawang, serta relawan Water Pollution Control.

Info Lainnya  Panglima TNI Hadiri Pembukaan Pameran Lukisan Bagimu Negeri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *