PanganRagam

Sentuhan Dingin Ayah Roy di Pematang Anggadita, Ubah Lahan Pertanian Jadi Mesin Ekonomi Desa

×

Sentuhan Dingin Ayah Roy di Pematang Anggadita, Ubah Lahan Pertanian Jadi Mesin Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini

KARAWANG, Idisi Online – Sinar matahari di Desa Anggadita, Kecamatan Klari, seolah memantul pada hamparan padi yang menguning sempurna.

Di tengah suasana riuh syukur, Kepala Desa Anggadita, Asep Wahyudi, yang akrab disapa Ayah Roy, turun langsung membelah pematang untuk merayakan keberhasilan swasembada pangan desanya melalui agenda Panen Raya Padi Unit Usaha Pertanian TA 2025, Rabu (15/4).

Bukan sekadar seremonial, momen ini adalah titik pembuktian bagi BUMDes Juara Anggadita.

Di bawah komando Ayah Roy, desa ini berhasil mengubah lahan pertanian menjadi aset produktif yang mandiri dan berdaya saing.



Mengenakan pakaian khas dan memegang sabit di tangan, Ayah Roy secara simbolis memotong rumpun padi pertama.

Langkah ini menjadi pesan kuat bahwa ketahanan pangan dimulai dari kedekatan pemimpin dengan tanahnya.

Bersama jajaran pengurus BUMDes, ia memastikan bahwa setiap butir padi yang dipanen hari ini adalah representasi dari pengelolaan anggaran desa yang transparan dan tepat sasaran.


“Ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Panen raya ini adalah buah dari kerja kolektif. Kita ingin membuktikan bahwa BUMDes bukan sekadar nama di atas kertas, tapi mesin ekonomi yang benar-benar menghidupi rakyatnya,” tegas Ayah Roy.

Kesuksesan panen ini tidak datang begitu saja. Di balik suburnya padi Desa Anggadita, ada manajemen pemeliharaan yang ketat dan pengawasan infrastruktur pertanian yang intensif.

Ketua BUMDes Juara Anggadita, Yusup Zayadi, yang turut hadir mendampingi, menjelaskan bahwa sinergi antara teknologi pertanian, infrastruktur irigasi, dan tim lapangan menjadi kunci utama keberhasilan tahun ini.

Kehadiran para tokoh masyarakat dan tim lapangan di tengah sawah hari itu mempertegas satu hal yakni kolaborasi adalah nyawa dari pembangunan desa.

Hasil panen raya ini diproyeksikan tidak hanya untuk memenuhi lumbung pangan warga lokal, tetapi juga sebagai langkah strategis meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Dengan unit usaha pertanian yang mandiri, Desa Anggadita kini memiliki fondasi kuat untuk menjaga stabilitas stok pangan di tengah tantangan ekonomi global.

Bagi warga Anggadita, panen hari ini bukan hanya soal beras, tapi tentang harga diri sebuah desa yang mampu berdikari di atas tanahnya sendiri.

Info Lainnya  182 Ribu Warga Terpapar Judol, Pemkab Bandung Gerakkan Langkah Cepat dan Humanis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *