LUWU TIMUR, IO– Pengumuman pemenang Sayembara Maskot Kontingen Luwu Timur untuk ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan ke-XVIII Tahun 2026 tengah menjadi sorotan tajam di media sosial. Pasalnya, desain maskot yang dinobatkan sebagai Juara 1 diduga kuat merupakan hasil buatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dugaan ini bermula dari unggahan akun Instagram resmi penyelenggara, @konilutimjuara (KONI Luwu Timur), yang mengumumkan karya pemenang sayembara tersebut. Berdasarkan unggahan itu, desain maskot bernama “BUNO BUTINI MATANO” karya Reza Vahlevy A.L berhasil keluar sebagai Juara 1. Maskot tersebut menampilkan karakter ikan endemik yang divisualisasikan dalam balutan baju zirah layaknya samurai, serta dua pose alternatif lainnya yakni sedang bersepeda dan bermain sepak bola.
Namun, alih-alih mendapat apresiasi, pengumuman tersebut justru menuai badai kritik di kolom komentar. Para warganet, yang banyak di antaranya diduga merupakan pegiat desain grafis, menemukan sejumlah kejanggalan visual yang sangat identik dengan kelemahan gambar hasil /generate/ AI.
Fokus utama kritikan warganet terletak pada ketidakkonsistenan anatomi karakter. Akun Instagram @nurgraphic.id menyoroti perbedaan bentuk tubuh maskot pada pose-pose yang ditampilkann
“Juara 1 >> pose utama tanpa kaki, namun pose yang lainnya kok muncul kaki?..” tulis akun tersebut, merujuk pada gambar utama maskot yang hanya memiliki ekor ikan, namun tiba-tiba memiliki kaki lengkap dengan sepatu pada pose bersepeda dan bermain bola.
Komentar ini memicu reaksi berantai dari warganet lain yang merasa kecewa dengan hasil penjurian sayembara tersebut. Banyak yang menilai bahwa meloloskan desain AI dalam sebuah sayembara desain mencederai kerja keras para desainer sungguhan.
Akun @dratengo, turut memberikan kritik pedas terkait hal ini. Ia menyebut karya tersebut hanya bermodalkan *prompt* (perintah teks pada AI) dan melabelinya sebagai “penghianatan intelektual”.
“Tidak ada konsistensi desain artinya tidak bisa diturunkan ke dalam identitas visual. Syukur-syukur kalau panitia mengerti ini. Postingannya saja tidak menampilkan maskot tampak depan, belakang, atas, bawah, 1/2, 2/3 dll… Hancurrrr,” tegas @dratengo.
Selain kritik analitis, kolom komentar juga dipenuhi dengan berbagai sindiran sarkastis dari warganet.
“Awowkwkwk.. Kompetisi Ai yah?” sindir akun @enjoymi_studio.
“anjay kompetisi AI kh ini min,” timpal @iraeridanid.Beberapa warganet lain bahkan membalas dengan berbagai stiker dan gambar GIF bertuliskan “AI DETECTED” dan “SEEMS FISHY” (mencurigakan)..
Hingga saat ini, dugaan penggunaan AI ini masih bersumber dari temuan dan analisis warganet di media sosial. Belum ada tanggapan atau klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara sayembara maupun sang kreator pemenang terkait polemik ini.







