Kab Bandung, Idisi Online – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Humaira Zahratur Noor, S.Sos., menggelar kegiatan Reses I Masa Sidang Tahun 2023-2024 di Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Lokasi ini merupakan bagian dari daerah pemilihannya, dan pertemuan tersebut menjadi bukti nyata komitmen wakil rakyat untuk menjemput dan menyerap aspirasi langsung dari masyarakat. Selasa (25/11/2025).
Acara yang dilaksanakan di sebuah ruangan yang didominasi warna hijau ini dihadiri oleh puluhan konstituen, mayoritas adalah ibu-ibu dan pelaku UMKM Desa Panyocokan. Suasana pertemuan yang hangat dan interaktif terlihat jelas dari foto, di mana seorang pembicara sedang memberikan sambutan, sementara peserta mendengarkan dengan seksama, sebagian mencatat dan bersiap menyampaikan pandangan mereka.

Prioritas Warga Panyocokan: UMKM dan Infrastruktur
Dalam sesi tanya jawab, masyarakat Desa Panyocokan fokus pada beberapa isu vital, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan dan mobilitas:
Penguatan UMKM dan Kewirausahaan Wanita: Warga desa sangat mengharapkan adanya program pelatihan intensif, pendampingan pemasaran digital, dan fasilitasi akses permodalan untuk usaha rumahan yang mereka jalankan. Hal ini dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing ekonomi desa.
Perbaikan Infrastruktur Jalan dan Pertanian: Mengingat Ciwidey dikenal sebagai kawasan pertanian dan wisata, aspirasi mengenai perbaikan dan pembangunan infrastruktur desa, seperti jalan lingkungan dan saluran irigasi, juga disampaikan agar dapat mendukung kelancaran distribusi hasil bumi dan pariwisata.
Layanan Sosial: Permintaan untuk peningkatan alokasi bantuan sosial dan fasilitas kesehatan dasar di tingkat desa turut menjadi bahasan yang diangkat.
Komitmen Humaira Zahratur Noor
Menanggapi masukan yang spesifik dari Desa Panyocokan, Humaira Zahratur Noor menyampaikan bahwa aspirasi tersebut akan menjadi bahan utama dalam perjuangannya di tingkat provinsi.
“Kami mencatat dengan detail, khususnya kebutuhan mendesak di Panyocokan terkait pemberdayaan ekonomi perempuan dan perbaikan infrastruktur vital desa,” ujar Ibu Humaira. “Hasil reses ini adalah mandat langsung dari rakyat. Kami akan pastikan suara dari Ciwidey ini terakomodasi dalam perencanaan dan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat tahun mendatang.”
Kegiatan ini menegaskan fungsi reses sebagai mekanisme yang efektif bagi anggota DPRD untuk memastikan program pembangunan pemerintah provinsi selaras dengan kebutuhan nyata masyarakat di tingkat desa, seperti Desa Panyocokan.
Reporter M Ilham






