ArtikelSosial & Budaya

Penelusuran Sejarah : Dalem Boncel Putra Bungbulang Garut Yang Menjadi Dalem Di Kadipaten Caringin Banten Tahun 1840 – 1849

×

Penelusuran Sejarah : Dalem Boncel Putra Bungbulang Garut Yang Menjadi Dalem Di Kadipaten Caringin Banten Tahun 1840 – 1849

Sebarkan artikel ini

Oleh : Kang Oos Supyadin SE MM (Pemerhati Kesejarahan dan Budaya)

A. Sejarah Kadipaten Caringin Banten

Caringin merupakan sebuah dusun/kampung yang terletak dipesisir pantai kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Pada jaman Kesultanan Banten Caringin adalah sebuah pelabuhan yang sangat maju, itu terlihat dengan adanya ekspansi bangsa asing (Belanda) tahun 1813 yang memecah kesultanan Banten menjadi 4 Wilayah yaitu Banten Kidul, Banten Kulon, Banten Lor dan Banten Tengah.

Kemajuan disektor pertanian membuat Caringin menjadi ( Top Rice in Banten) setelah Tirtayasa (Pontang) dan pemerintah keresidenan menyebutnya sebagai lumbung padi yang paling tersohor di wilayah kekuasaannya.

Selanjutnya pada tanggal 2 Desember 1828, Hindia Belanda membagi wilayah keresidenan Banten menjadi 3 kabupaten ; yaitu kadipaten Serang, Kadipaten Lebak dan kadipaten Caringin, yang mana kadipaten Caringin yang pada sekitar 1840-an dipimpin oleh seorang patih dari Bungbulang Garut yang bernama Raden Tumenggung Wiradijaya (1840-1849) sehingga warga sekitar memanggilnya Raden Dalem atau Regen Boncel atau lebih dikenal dengan julukan Dalem Boncel.

Pada masa pemerintahan Raden Tumenggung Wiradijaya atau Regen Boncel, Caringin mempunyai torehan (Peringkat) luar bisa disektor pertanian, pembangunan dan kebijakan monopoli perdagangan, sehingga bangsa asing yang berkunjung ke kadipaten/kabupaten Caringin amatlah banyak dan perairan sungai Ci Sanggom, Cisukma sampai ke perairan Banyubiru banyak dilalui oleh kapal-kapal dagang eropa dan timur tengah, seperti India, Spanyol, Ingris, Belanda, Prancis bahkan Cina dan Arab yang erupakan Konsumen dagang yang bisa dianggap sering berkunjung.

Dikutif dari buku (Catatan Masa Lalu Banten ; Ambary) yaitu pada tahun 1839 M, bupati Serang Raden Adipati Jayakusuma Ningrat lantas diganti oleh Raden Adipati Manduraraja Jaya Negara (bupati Caringin), setelah itu beliau digantikan oleh Raden Tumenggung Wiradijaya (Regen Boncel) Bupati yang baru berasal dari Bungbulang Garut. Sedangkan yang menjabat di Pandeglang pada saat itu ialah Raden Ario Condro Negoro, yang memang keduanya bukan dari kalangan bangsawan asli bangsa Banten.

B. Gunung Krakatau Menjadi Bukti Peradaban Masa Lalu Kadipaten Caringin

Pada tanggal 27 Agustus 1883 M, Gunung berapi yang berada di dasar laut Jawa-Sumatera (Selat sunda) bernama Gunung Krakatau yang
tertidur lamanya akhirnya terbangun dan meluluh lantahkan sekitar pulau jawa dan sekitarnya dengan kekuatan 250 Megaton Bom Atom Hiroshima dan Nagashaki. Sehingga pemukiman disekitar pantai pulau Jawa-Sumatera serta Bandar-Bandar Niaga Hindia Belanda hancur menjadi puing-puing reruntuhan bersejarah.

Kadipaten Caringin pada saat itu yang penduduknya banyak menjadi korban, umumnya mereka tewas di terjang tsunami setinggi pohon kelapa (20 meter).

Asisten Jao Van den Bosch termasuk P. Schalk, tewas seketika dan bupati Caringin Raden Tumenggung Jaya Negara bersama 55 orang keluarganya tewas pula. Tercatat 12.000 orang meninggal dunia di wilyah Kadipaten Caringin.

Bahkan menurut warga sekitar ada satu pemukiman penduduk yang hilang dan berada dipedalaman laut pesisir pantai caringin yang terkena bah tsunami Krakatau. Karena dahulu jarak laut ke dataran tinggi cukup jauh, maka bisa saja, masih banyak puing- puing bangunan yang masih terpedam didasar laut bekas letusan gunung Krakatau 1883.

Kadipaten Caringin dipenghujung Abad Ke-18 M atau kisaran sebelum abad ke 19 masehi kadipaten Caringin adalah sebuah kota dan pelabuhan niaga bangsa asing yang bermukim dan menjalin hubungan dengan kaum pribumi, sehingga timbul kepedulian antar umat beragama baik sesama maupun non-muslim.

Kadipaten Caringin pada masa tersebut adalah sebuah pemukiman padat penduduk, ini terlihat dengan beberapa aktivitas penduduk local dan ragam social masyarakat asing yang membaur menjadi satu. Walaupun notabenya masyarakat pada saat itu adalah seorang nelayan, buruh dan petani, namun tingkat kesejahteraan bisa dibilang makmur.

Dengan adanya lajur ekonomi membuat masyarakat sekitar mendapatkan penghasilan yang cukup untuk melakukan niaga (Perdagangan) dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Komoditas rempah-rempah membuat Caringin bisa dikatan sebagai jalur dagang alternatif, selain dekat dengan perairan Caringin pun tidak begitu jauh dari pedalaman hutan dan pegunungan.

Namun, kebijakan ekonomi Hindia Belanda yang tidak sesuai dan memberatkan pribumi, membuat rakyat semakin terpuruk dan sengsara. Sehingga dibeberapa wilayah seperti di pesisir timbulah perlawanan rakyat yang dipimpin oleh para ulama dan santri untuk menghentikan peran kolonial yang semata-mata menguntungkan pihak asing sendiri tanpa peduli terhadap kesejahteraan rakyatnya. Itu terlihat dari eksplorasi kompeni yang memegang kendali lajur ekonomi dan perdagangan rempah-rempah dengan harga tinggi. Sehingga penjual hanya mendapatkan harga minim dari rempah-rempah yang dijualnya.

Keterpurukan dan koropsi pun merajalela dari kaum bangsawan sampai ke kesultanan. Walaupun sultan pada saat itu yang memegang kebijakan. Namun, tetap saja, kompenilah yang ada dibelakang. Sangat jelas sekali kaum pribumi dirugikan dengan kebijakan-kebijakan politik ethis Hindia Belanda apalagi yang notabennya dari kaum kecil. Mereka memeras keringat pribumi tanpa ada rasa terimaksih.
Masih timbul banyak pertanyaan bagi penulis, termasuk bagaimana pasca (setelah) terjadinya letusan Gunung Krakatau di wilayah Caringin dan kisaran kurun waktu setelah lengsernya Raden Tumenggung Wiradijaya (Regen Boncel) yang kalau dibabakan periode masanya dari tahun 1813, 1828, 1839, 1840, 1849 sampai dengan 1883 kurang lebih sekitar 70 Tahun silam.

C. Bukti Sejarah Peninggalan yang masih banyak ditemukan di wilayah Desa Pejamben dan sekitarnya

Pejamben merupakan salah satu wilayah yang berada di daerah Pandeglang-Banten, suatu daerah padat penduduk, memang pada saat itu keluarahan/desa Pejamben belum ada namun secara historis pejamben memiliki banyak kisah panjang tentang Kadipaten Caringin Pada Abad ke-18 sampai dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia tahun 1945.

Beberapa peninggalan Pejamben Banten Heritage (Pejamben Warisan budaya Banten) yang memperlihatkan potensi sejarah kadipaten Caringin pada abad ke-18 dan Abad ke- 19 Masehi, yaitu sebagai berikut :
1. Makom Raden Tumenggung Wiradijaya (Regen Boncel) dan istrinya Widaningrum dengan tulisan di batu nisannya (1840-1849) tepatnya di TPU-Cibango Desa Pejamben.
2. Makom Pangeran Jimat (Yudanegara) tahun tidak diketahui.
3. Makom Pangeran Raden Mas Kusumah Nagara 1849 (anak dari Raden Tumenggung Wiradijaya (“Regen Boncel”).
4. Terdapat 20 Makom tidak dikenal dengan batu nisan berbentuk kubah lonjong (Perkiraan makom demang, adipati dan patih-patih terdahulu)
5. Makom Syekh Mantri (Penasehat Kesultanan Banten) di komplek Sekolah MDTA Riyadhunasiin Kp. Caringin Lor.
6. Benteng Jepang dicaringin, yang berkisar dari tahun 1942-1945.
7. Makom Pembantaian Komunis tahun tidak dapat diketahui.
8. Gedung Rombeng (Gedung Tua) diwilayah Pesisir Pantai Caringin.
9. Makom Syekh K.H. Asnawi Caringin, yaitu Ulama dan pejuang kebanggan tahan air Indonesia (situs BCB).
10. Makom Patih Rasinah (tidak dapat diketahui Riwayatnya).
11. Sejarah Pasir Lame Desa Pejamben.
12. Komplek Makom Cina dikampung Cidoke-Pejamben (tidak diketahui tahunnya).
13. Kademangan (Salah satu Kampung yang berada didesa Caringin).
14. Gedung Kewedaan Labuan yang menjadi symbol adanya historical masa penjajah (Sekarang Sudah Hilang).
15. Rel Kereta Api dan Stasiun Kereta Api Labuan kisaran abad ke-19 M (sekerang sudah tdk terawat).
16. Benteng Jepang diteluk-Labuan dibangun kisaran Abad ke-19 M (tidak ada yang tahu riwayatnya).
17. Masjid Agung “assalafi” Caringin di desa Caringin (dibangun pada tahun 1884 oleh KH. Syekh Asnawi Caringin) dan salah satu situs BCB.
18. Komplek Makom Syehk Daud di Cigondang-Labuan (situs BCB yang dikelola Warga Cigondang).
19. Jejeran Pohon Asem disepanjang Jalan Caringin-Jiput (Orde Lama).
20. Masjid Tua Nurul Huda Kampung Kadupayung Desa Bama.
21. Situ Cening di kawasan desa Jiput
22. Tempat pemeliharaan kuda, salah satunya Kandang kuda milik mang Jaman (Delman ; Kuda Para Demang dan bupati) di sekitar kampung Siruang desa Caringin (Bestcamp). Ada seorang warga desa Caringin yang bernama mang Jaman (alm.) Ia mempunyai Delman yang dipakainya untuk mencari nafkah. Namun, disayangkan Delaman itu sudah hamper punah.
23. Sekolah tua Mts/MA Masyariqul Anwar (Pusat Pendidikan Belajar yang cukup tua diwilayah Kecamatan Labuan Berada di Desa Caringin).
24. Benteng Peninggalan Jepang di kampung Laba.
25. Mitologi Tenjolahang (Cerita Rakyat Tenjolahang) dan Mitologi Pejamben (Cerita/Legenda Rakyat Pejamben)

D. Sekilas Cerita Perjalanan Si Boncel Bungbulang Hingga Menjadi Seorang Dalem (Bupati)

Diambil dari buku bacaan Cerita Rakyat Jawa Barat Dalem Boncel yang ditulis oleh Dra. Sunarsih, M.Hum bahwa sekitar awal abad 18 atau awal tahun 1700 an disebutlah kisah seorang petani suami istri di daerah Bungbulang yang hidupnya serba kekurangan dan mereka memiliki seorang anak laki-laki yang diberinama Boncel.

Keadaan masyarakat Bungbulang saat itu masih terbilang sangat sedikit, si Boncel kesehariannya suka membantu orang tuanya bertani. Keadaan inilah yang mendorong si Boncel berkeinginan merubah kehidupannya menjadi lebih baik. Maka pada suatu hari si Boncel minta restu kepada kedua orangtuanya untuk berpamitan mencari pekerjaan keluar dari Bungbulang.

Dikisahkan perjalanan si Boncel adalah menuju daerah Cidaun Cianjur Selatan, di tengah hutan dalam perjalanannya tiba-tiba ia digong-gong anjing yang sedang memburu di hutan tersebut. Namun untunglah pemburu itu segera menghampiri si Boncel dan ditanya siapa, darimana dan mau pergi kemana untuk tujuan apa.

Setelah si Boncel menjelaskannya maka pemburu itu akhirnya mengajak si Boncel tinggal bersama dengan diberi pekerjaan mengurus kuda-kuda yang suka dipake memburu ke hutan. Pemburu itu bernama Ki Paninggaran seorang jawara sekaligus guru silat dari berbagai daerah yang hobbinya memburu ke hutan.

Tak terasa si Boncel sudah seminggu mengabdi di Ki Paninggaran sebagai tukang rumput makanan kuda, ia ingin mencari pekerjaan yang lebih baik lagi maka akhirnya ia memberanikan diri untuk ijin keluar mencari pekerjaan yang lebih baik, dan Ki Paninggaran mengijinkannya.

Dengan berbekal upah selama seminggu di Ki Paninggaran, maka Si Boncel terus melakukan perjalanan melewati Cidaun ke arah Sukabumi terus Cikotok Banten dan tibalah di wilayah Caringin Pandeglang Banten, saking kelelahannya ia memberanikan diri tidur bermalam di emperan rumah seseorang. Besok paginya si pemilik rumah yang tiada lain adalah pegawai desa di Caringin membangunkan si Boncel yang tengah lelap tidur. Lalu ditanya siapa, darimana, mau kemana dengan tujuan apa. Si Boncel pun menjelaskannya dengan harapannya bisa diterima bekerja di daerah sini.

Akhirnya pegawai desa tersebut mengajak si Boncel untuk tinggal bersama dan mengurus kuda-kudanya serta bisa antar jemput anaknya yang masih sekolah.

Pergaulan si Boncel dengan anak pegawai desa menyebabkan si Boncel jadi bisa baca, tulis dan hitung. Bahkan tempat kandang kuda majikannya oleh si Boncel ditulisin ‘Kandang Si Jalu’ dan ‘Kandang Si Gagah’.

Kepintaran si Boncel membuat majikannya mengangkat si Boncel membantu surat menyurat di desa, hingga membentuk pribadi si Boncel yang menjadi serba bisa dan semakin luas pengetahuannya.

Seiring majikannya naik jabatan menjadi lurah maka si Boncel diangkatnya sebagai sekretaris lurah, lalu majikan menjadi seorang Dalem Caringin maka si Boncel menjadi patihnya, dan akhirnya sang Dalem wafat maka si Boncel lah yang menggantikannya menjadi Dalem. Dan resmilah Boncel seorang dari Bungbulang Garut menjadi Dalem di Kadipaten Caringin Banten tahun 1840 – 1849.

Si Boncel yang setelah diangkat menjadi Dalem maka bergelar Raden Tumenggung Wiradijaya memiliki seorang istri bernama Nyimas Widaningrum dengan seorang putra bernama  Pangeran Raden Mas Kusumah Nagara.

Semoga tulisan ini bermanfaat, dengan harapan banyak pihak yang berkenan melengkapi dan menyempurnakan sejarah Dalem Boncel Putra Bungbulang Garut ini.
Dengan keterbatasan sumber dan informasi penulis berharap banyak kritikan serta saran yang membangun. Namun, dari catatan kecil penulis, semoga menjadi kado istimewa para penggiat sain dan kaum terpelajar agar lebih mendalami tentang sejarah local.

Wallahualam

Info Lainnya  Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Yadi Laksanakan Monitoring Pembukaan Dapur MBG Cangkuang 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Idisi Online

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

news-1701

yakinjp

MAUJP

MAUJP

MAUJP

SATGASJITU

SLOT GACOR

SALAMJITU

SATGASJITU

SEMOGAJITU

SALAMJITU

Slot Gacor

MAUJP

Slot Gacor

SLOT GACOR

https://kominfo.belukab.go.id/

https://www.kampunginggris.id/

informasi terbaru kabupaten belu 00000101

informasi terbaru kabupaten belu 00000102

informasi terbaru kabupaten belu 00000103

informasi terbaru kabupaten belu 00000104

informasi terbaru kabupaten belu 00000105

informasi terbaru kabupaten belu 00000106

informasi terbaru kabupaten belu 00000107

informasi terbaru kabupaten belu 00000108

informasi terbaru kabupaten belu 00000109

informasi terbaru kabupaten belu 00000110

informasi terbaru kabupaten belu 00000111

informasi terbaru kabupaten belu 00000112

informasi terbaru kabupaten belu 00000113

informasi terbaru kabupaten belu 00000114

informasi terbaru kabupaten belu 00000115

informasi terbaru kabupaten belu 00000116

informasi terbaru kabupaten belu 00000117

informasi terbaru kabupaten belu 00000118

informasi terbaru kabupaten belu 00000119

informasi terbaru kabupaten belu 00000120

informasi terbaru kabupaten belu 00000121

informasi terbaru kabupaten belu 00000122

informasi terbaru kabupaten belu 00000123

informasi terbaru kabupaten belu 00000124

informasi terbaru kabupaten belu 00000125

informasi terbaru kabupaten belu 00000126

informasi terbaru kabupaten belu 00000127

informasi terbaru kabupaten belu 00000128

informasi terbaru kabupaten belu 00000129

informasi terbaru kabupaten belu 00000130

informasi terbaru kabupaten belu 00000131

informasi terbaru kabupaten belu 00000132

informasi terbaru kabupaten belu 00000133

informasi terbaru kabupaten belu 00000134

informasi terbaru kabupaten belu 00000135

informasi terbaru kabupaten belu 00000136

informasi terbaru kabupaten belu 00000137

informasi terbaru kabupaten belu 00000138

informasi terbaru kabupaten belu 00000139

informasi terbaru kabupaten belu 00000140

informasi terbaru kabupaten belu 00000141

informasi terbaru kabupaten belu 00000142

informasi terbaru kabupaten belu 00000143

informasi terbaru kabupaten belu 00000144

informasi terbaru kabupaten belu 00000145

informasi terbaru kabupaten belu 00000146

informasi terbaru kabupaten belu 00000147

informasi terbaru kabupaten belu 00000148

informasi terbaru kabupaten belu 00000149

informasi terbaru kabupaten belu 00000150

informasi terbaru kabupaten belu 00000151

informasi terbaru kabupaten belu 00000152

informasi terbaru kabupaten belu 00000153

informasi terbaru kabupaten belu 00000154

informasi terbaru kabupaten belu 00000155

informasi terbaru kabupaten belu 00000156

informasi terbaru kabupaten belu 00000157

informasi terbaru kabupaten belu 00000158

informasi terbaru kabupaten belu 00000159

informasi terbaru kabupaten belu 00000160

article 48666670361

article 48666670362

article 48666670363

article 48666670364

article 48666670365

article 48666670366

article 48666670367

article 48666670368

article 48666670369

article 48666670370

article 48666670371

article 48666670372

article 48666670373

article 48666670374

article 48666670375

article 48666670376

article 48666670377

article 48666670378

article 48666670379

article 48666670380

article 48666670381

article 48666670382

article 48666670383

article 48666670384

article 48666670385

article 48666670386

article 48666670387

article 48666670388

article 48666670389

article 48666670390

article 48666670391

article 48666670392

article 48666670393

article 48666670394

article 48666670395

article 48666670396

article 48666670397

article 48666670398

article 48666670399

article 48666670400

article 48666670401

article 48666670402

article 48666670403

article 48666670404

article 48666670405

article 48666670406

article 48666670407

article 48666670408

article 48666670409

article 48666670410

article 58666670411

article 58666670412

article 58666670413

article 58666670414

article 58666670415

article 58666670416

article 58666670417

article 58666670418

article 58666670419

article 58666670420

article 58666670421

article 58666670422

article 58666670423

article 58666670424

article 58666670425

article 58666670426

article 58666670427

article 58666670428

article 58666670429

article 58666670430

article 58666670431

article 58666670432

article 58666670433

article 58666670434

article 58666670435

article 58666670436

article 58666670437

article 58666670438

article 58666670439

article 58666670440

article 58666670441

article 58666670442

article 58666670443

article 58666670444

article 58666670445

article 58666670446

article 58666670447

article 58666670448

article 58666670449

article 58666670450

article 58666670451

article 58666670452

article 58666670453

article 58666670454

article 58666670455

article 58666670456

article 58666670457

article 58666670458

article 58666670459

article 58666670460

article 58666670461

article 58666670462

article 58666670463

article 58666670464

article 58666670465

article 58666670466

article 58666670467

article 58666670468

article 58666670469

article 58666670470

article 58666670471

article 58666670472

article 58666670473

article 58666670474

article 58666670475

article 58666670476

article 58666670477

article 58666670478

article 58666670479

article 58666670480

article 58666670481

article 58666670482

article 58666670483

article 58666670484

article 58666670485

article 58666670486

article 58666670487

article 58666670488

article 58666670489

article 58666670490

article 58666670491

article 58666670492

article 58666670493

article 58666670494

article 58666670495

article 58666670496

article 58666670497

article 58666670498

article 58666670499

article 58666670500

article 58666670501

article 58666670502

article 58666670503

article 58666670504

article 58666670505

article 58666670506

article 58666670507

article 58666670508

article 58666670509

article 58666670510

artikel 88666670411

artikel 88666670412

artikel 88666670413

artikel 88666670414

artikel 88666670415

artikel 88666670416

artikel 88666670417

artikel 88666670418

artikel 88666670419

artikel 88666670420

artikel 88666670421

artikel 88666670422

artikel 88666670423

artikel 88666670424

artikel 88666670425

artikel 88666670426

artikel 88666670427

artikel 88666670428

artikel 88666670429

artikel 88666670430

artikel 88666670431

artikel 88666670432

artikel 88666670433

artikel 88666670434

artikel 88666670435

artikel 88666670436

artikel 88666670437

artikel 88666670438

artikel 88666670439

artikel 88666670440

artikel 88666670441

artikel 88666670442

artikel 88666670443

artikel 88666670444

artikel 88666670445

artikel 88666670446

artikel 88666670447

artikel 88666670448

artikel 88666670449

artikel 88666670450

artikel 88666670451

artikel 88666670452

artikel 88666670453

artikel 88666670454

artikel 88666670455

artikel 88666670456

artikel 88666670457

artikel 88666670458

artikel 88666670459

artikel 88666670460

artikel 88666670461

artikel 88666670462

artikel 88666670463

artikel 88666670464

artikel 88666670465

artikel 88666670466

artikel 88666670467

artikel 88666670468

artikel 88666670469

artikel 88666670470

artikel 88666670471

artikel 88666670472

artikel 88666670473

artikel 88666670474

artikel 88666670475

artikel 88666670476

artikel 88666670477

artikel 88666670478

artikel 88666670479

artikel 88666670480

artikel 88666670481

artikel 88666670482

artikel 88666670483

artikel 88666670484

artikel 88666670485

artikel 88666670486

artikel 88666670487

artikel 88666670488

artikel 88666670489

artikel 88666670490

artikel 88666670491

artikel 88666670492

artikel 88666670493

artikel 88666670494

artikel 88666670495

artikel 88666670496

artikel 88666670497

artikel 88666670498

artikel 88666670499

artikel 88666670500

artikel 88666670501

artikel 88666670502

artikel 88666670503

artikel 88666670504

artikel 88666670505

artikel 88666670506

artikel 88666670507

artikel 88666670508

artikel 88666670509

artikel 88666670510

news-1701
news-1701

yakinjp

MAUJP

MAUJP

MAUJP

SATGASJITU

SLOT GACOR

SALAMJITU

SATGASJITU

SEMOGAJITU

SALAMJITU

Slot Gacor

MAUJP

Slot Gacor

SLOT GACOR

artikel 000000121

artikel 000000122

artikel 000000123

artikel 000000124

artikel 000000125

artikel 000000126

artikel 000000127

artikel 000000128

artikel 000000129

artikel 000000130

artikel 000000131

artikel 000000132

artikel 000000133

artikel 000000134

artikel 000000135

artikel 000000136

artikel 000000137

artikel 000000138

artikel 000000139

artikel 000000140

artikel 000000141

artikel 000000142

artikel 000000143

artikel 000000144

artikel 000000145

artikel 000000146

artikel 000000147

artikel 000000148

artikel 000000149

artikel 000000150

artikel 000000151

artikel 000000152

artikel 000000153

artikel 000000154

artikel 000000155

artikel 000000156

artikel 000000157

artikel 000000158

artikel 000000159

artikel 000000160

artikel 000000161

artikel 000000162

artikel 000000163

artikel 000000164

artikel 000000165

artikel 000000166

artikel 000000167

artikel 000000168

artikel 000000169

artikel 000000170

artikel 000000171

artikel 000000172

artikel 000000173

artikel 000000174

artikel 000000175

informasi terbaru kabupaten belu 00000056

informasi terbaru kabupaten belu 00000057

informasi terbaru kabupaten belu 00000058

informasi terbaru kabupaten belu 00000059

informasi terbaru kabupaten belu 00000060

informasi terbaru kabupaten belu 00000061

informasi terbaru kabupaten belu 00000062

informasi terbaru kabupaten belu 00000063

informasi terbaru kabupaten belu 00000064

informasi terbaru kabupaten belu 00000065

informasi terbaru kabupaten belu 00000066

informasi terbaru kabupaten belu 00000067

informasi terbaru kabupaten belu 00000068

informasi terbaru kabupaten belu 00000069

informasi terbaru kabupaten belu 00000070

informasi terbaru kabupaten belu 00000071

informasi terbaru kabupaten belu 00000072

informasi terbaru kabupaten belu 00000073

informasi terbaru kabupaten belu 00000074

informasi terbaru kabupaten belu 00000075

informasi terbaru kabupaten belu 00000076

informasi terbaru kabupaten belu 00000077

informasi terbaru kabupaten belu 00000078

informasi terbaru kabupaten belu 00000079

informasi terbaru kabupaten belu 00000080

informasi terbaru kabupaten belu 00000081

informasi terbaru kabupaten belu 00000082

informasi terbaru kabupaten belu 00000083

informasi terbaru kabupaten belu 00000084

informasi terbaru kabupaten belu 00000085

informasi terbaru kabupaten belu 00000086

informasi terbaru kabupaten belu 00000087

informasi terbaru kabupaten belu 00000088

informasi terbaru kabupaten belu 00000089

informasi terbaru kabupaten belu 00000090

informasi terbaru kabupaten belu 00000091

informasi terbaru kabupaten belu 00000092

informasi terbaru kabupaten belu 00000093

informasi terbaru kabupaten belu 00000094

informasi terbaru kabupaten belu 00000095

informasi terbaru kabupaten belu 00000096

informasi terbaru kabupaten belu 00000097

informasi terbaru kabupaten belu 00000098

informasi terbaru kabupaten belu 00000099

informasi terbaru kabupaten belu 00000100

informasi terbaru kabupaten belu 00000101

informasi terbaru kabupaten belu 00000102

informasi terbaru kabupaten belu 00000103

informasi terbaru kabupaten belu 00000104

informasi terbaru kabupaten belu 00000105

informasi terbaru kabupaten belu 00000106

informasi terbaru kabupaten belu 00000107

informasi terbaru kabupaten belu 00000108

informasi terbaru kabupaten belu 00000109

informasi terbaru kabupaten belu 00000110

informasi terbaru kabupaten belu 00000111

informasi terbaru kabupaten belu 00000112

informasi terbaru kabupaten belu 00000113

informasi terbaru kabupaten belu 00000114

informasi terbaru kabupaten belu 00000115

informasi terbaru kabupaten belu 00000116

informasi terbaru kabupaten belu 00000117

informasi terbaru kabupaten belu 00000118

informasi terbaru kabupaten belu 00000119

informasi terbaru kabupaten belu 00000120

informasi terbaru kabupaten belu 00000121

informasi terbaru kabupaten belu 00000122

informasi terbaru kabupaten belu 00000123

informasi terbaru kabupaten belu 00000124

informasi terbaru kabupaten belu 00000125

informasi terbaru kabupaten belu 00000126

informasi terbaru kabupaten belu 00000127

informasi terbaru kabupaten belu 00000128

informasi terbaru kabupaten belu 00000129

informasi terbaru kabupaten belu 00000130

article 48666670361

article 48666670362

article 48666670363

article 48666670364

article 48666670365

article 48666670366

article 48666670367

article 48666670368

article 48666670369

article 48666670370

article 48666670371

article 48666670372

article 48666670373

article 48666670374

article 48666670375

article 48666670376

article 48666670377

article 48666670378

article 48666670379

article 48666670380

article 48666670381

article 48666670382

article 48666670383

article 48666670384

article 48666670385

article 48666670386

article 48666670387

article 48666670388

article 48666670389

article 48666670390

article 48666670391

article 48666670392

article 48666670393

article 48666670394

article 48666670395

article 48666670396

article 48666670397

article 48666670398

article 48666670399

article 48666670400

article 48666670401

article 48666670402

article 48666670403

article 48666670404

article 48666670405

article 48666670406

article 48666670407

article 48666670408

article 48666670409

article 48666670410

article 58666670411

article 58666670412

article 58666670413

article 58666670414

article 58666670415

article 58666670416

article 58666670417

article 58666670418

article 58666670419

article 58666670420

article 58666670421

article 58666670422

article 58666670423

article 58666670424

article 58666670425

article 58666670426

article 58666670427

article 58666670428

article 58666670429

article 58666670430

article 58666670431

article 58666670432

article 58666670433

article 58666670434

article 58666670435

article 58666670436

article 58666670437

article 58666670438

article 58666670439

article 58666670440

article 58666670441

article 58666670442

article 58666670443

article 58666670444

article 58666670445

article 58666670446

article 58666670447

article 58666670448

article 58666670449

article 58666670450

article 58666670451

article 58666670452

article 58666670453

article 58666670454

article 58666670455

article 58666670456

article 58666670457

article 58666670458

article 58666670459

article 58666670460

article 58666670461

article 58666670462

article 58666670463

article 58666670464

article 58666670465

article 58666670466

article 58666670467

article 58666670468

article 58666670469

article 58666670470

article 58666670471

article 58666670472

article 58666670473

article 58666670474

article 58666670475

article 58666670476

article 58666670477

article 58666670478

article 58666670479

article 58666670480

article 58666670481

article 58666670482

article 58666670483

article 58666670484

article 58666670485

article 58666670486

article 58666670487

article 58666670488

article 58666670489

article 58666670490

article 58666670491

article 58666670492

article 58666670493

article 58666670494

article 58666670495

article 58666670496

article 58666670497

article 58666670498

article 58666670499

article 58666670500

article 58666670501

article 58666670502

article 58666670503

article 58666670504

article 58666670505

article 58666670506

article 58666670507

article 58666670508

article 58666670509

article 58666670510

news-1701