Opini Publik

Menyoal Mundurnya Dirut RSUD Kota Sukabumi, Diangkatnya Dirut Plt Kadinkes Diduga Salahi Mekanisme (Part II)

×

Menyoal Mundurnya Dirut RSUD Kota Sukabumi, Diangkatnya Dirut Plt Kadinkes Diduga Salahi Mekanisme (Part II)

Sebarkan artikel ini

Oleh : Elut Haikal

Menyoal ulasan Part I tentang pengunduran diri Dr. Donny Sulifan sebagai direktur RSUD R Syamsudin SH. Kota Sukabumi, yang dilakukannya saat usai libur panjang hari Raya Idul Fitri Menjelang tiga hari masuk kembali aktifitas kerja seluruh Kantor² pemerintah & swasta termasuk RSUD.

Permohonan usulan pengunduran dirinya dilakukan oleh Dr. Donny Sulifan mengingat ada dua hal yang dihadapinya selama menjabat Direktur yaitu Faktor INTERNAL lingkungan kerja yang berhembus rumor akan ada demo seluruh Dokter Struktural untuk mogok pelayanan kerja dihari pertama karna dianggap akan menggangu pelayanan pada Masyarakat umum di rumah sakit, ia mengambil langkah usulan itu.

Kemudian rumor dari dalam dirinya sendiri yang menjadi alasan kuat atas pengunduran dirinya karna sakit² tan, yang dikhawatirkan tidak maksimal dalam mengelola RSUD ke depan nya.

Dan Faktor EKSTERNAL yang mendorong berbagai Dugaan dgn tuduhan lain-lain yang harus berurusan dengan Klarifikasi kepada fihak APH, yang juga belum terbukti kebenaran nya, serta dugaan tuduhan bukan PNS / ASN yang disebut tidak layak menduduki jabatan Dirut saat itu, karna minim nya informasi yang dipersyaratkan oleh Tim Panitia Pemkot yang dibentuk, sehingga menimbulkan berbagai dugaan yg belum jelas kebenaran nya.

Juga ada nya isyu intern lain nya adalah terbit nya Peraturan Permenkes yang baru yaitu Permenkes no 36 thn 2023 tentang nomenklatur perangkat kerja daerah dan perangkat Unit kerja daerah, yang mengharuskan dirut RSUD harus ASN / PNS sementara Dr. Donny Sulifan saat di angkat Direktur thn 2023 Januari bukan seorang PNS/ ASN melainkan tenaga Kerja kontrak sebagai Doktor Ahli spesialis / Honorer, hal ini menjadi salah satu kekhawatiran dari fihak pemkot juga tentunya.

Karna awal kronologis nya ia mengikuti Penjaringan tahun 2022, menjadi Calon Direktur dari jalur Non ASN/PNS syarat dan ketentuan dari Panitia dengan Perwal sebagai rujukan payung hukum yang memboleh kan Non ASN/PNS dapat menduduki sbg Direktur di RSUD Pemkot Sukabumi. Terlebih berpedoman pada landasan Permendagri no 72 thn 2018 saat itu di Permen ini jelas Non ASN dapat menjabat Direktur di tiap RSUD pemerintah yang Berstatus BLUD.

Info Lainnya  Bencana Alam Sumatera: Ketika Alam Bersuara, Kita Diuji Nurani

Artinya jika RSUD R Syamsudin ini Status nya BLUD = Badan Layanan Usaha Daerah & Bukan BLUD = Badan Layanan Unit Daerah atau UOBK, jelas yang orientasinya badan Layanan Usaha untuk peningkatan pendapatan RSUD Pemkot / Pemda yang bertujuan hasil dari pendapatan nya guna memaksimalkan sarana dan prasarana RSUD yang akan digunakan bagi pelayanan masyarakat itu sendiri.

Sehingga pada tiap kebutuhan anggaran tidak menjadi beban APBD Pemkot/Pemda adapun kelebihan dari pendapatan RSUD itu sendiri tidak dapat di jadikan PAD.
Tetapi sayang saat itu baik Panitia dan Perwal tidak dirujuk kembali pada PP baru no 79 thn 2019 tentang yang merubah jabatan Dirut di tiap RSUD Pemerintah kembali harus dari ASN/ PNS.

Wajar jika dr Donny dan Calon yang lain nya akan alami kerugian yang sama baik karir / Profesi, mental dan sosial akan terganggu sebagai hak profesi juga pada pejabat lainnya di struktural RSUD yang Eselon nya memenuhi syarat, dengan sistem penjaringan CADIR yang ditetapkan Panitia sebagai syarat² nya untuk penerimaan Calon Dirut (CADIR) saat itu. Pemkot Sukabumi dengan Sistem dan kebijakan Kepala Daerah dan Panitia, jelas tidak mengikuti aturan PP yang baru no 79 thn 2019 sebagai rujukan perubahan pada Permendagri no 72 thn 2018, saat itu terkesan dipaksakan yang berujung siapapun yang jadi dirut yang terpilih akan menjadi korban kebijakan.

Namun ada pertanyaan dimana selama ini peran & keberadaan APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah) ? Padahal jelas adanya Tambahan perubahan PP no 79 thn 2019, adalah penyempurnaan dari PP, Permen, sebelum nya tentang Fungsi APIP, khusus nya Inspektorat yang harus dilibatkan dalam pengawasan pada pengelolaan RSUD yang berkedudukan Independen mengingat banyak terjadi kasus² yang ada.

Info Lainnya  Kinerja Bupati Sukabumi diuji, Asjap disapa Bapak Abdi Perlahan menata Visi Misi Menuju Mubarokah

Dimana dalam memberi laporan ITWIL tidak lagi ke Walikota tetapi langsung ke Pemprov dan ke Kemendagri untuk menjaga Netralitas.

Namun yang ada seperti tidak dilibatkan dan tidak berfungsi sama sekali tentu hal ini, melabrak dan tidak menjalan kan aturan baru PP no 79 thn 2019 yang tidak dipatuhi & keluar dari perintah pelaksanaan yang harus diterapkan saat itu setelah diberlakukan thn 2020.tetapi yang terjadi sampe saat ini masih jalan ditempat.

Sementara rumor adanya aduan masyarakat terhadap Dirut sebatas Hoax atau tanpa bukti ?

Tetapi saat terjadi Klarifikasi menghadap yang berwajib masalah dugaan hukum apa ketika itu Dr Doni, diberi pendampingan perlindungan Hukum oleh pemkot ? Artinya bukan oleh Fihak RSUD, tapi oleh pemkot masa setingkat Pegawai RSUD saja ada, tapi Dirut tidak ada ?

Mengingat bahwa kedudukan Dirut adalah bagian nomenklatur dari perangkat Unit Kerja Daerah dibawah Pemkot
Sehingga apapun yang terjadi PJ walikota dapat mengetahui akan informasi apa yang keadaan sebelumnya tentang seluk beluk Dirut.

Wajar jika saat usulan pengunduran dirinya. Kenapa tidak ada kesempatan HAK Jawab ??

Dan tidak juga ada pertimbangan akan tugas yang telah dikerjakan selama menjadi Dirut RSUD, Dan dimana peran fungsi dan tugas APIP khusus ITWIL seperti tidak ada, harusnya PJ tau apa saja kendala yang dihadapi dan yang telah dicapai dalam kinerja dirut itu selama menjabat.
Jangan terkesan ada penilaian sudah Negatif terlebih dahulu bahkan seolah divonis ?

Bagaimana tidak janggal dengan Jeda waktu yang singkat hanya dalam hitungan hari dari ajuan pengunduran dirinya, langsung keluar putusan Pergantian Dirut dgn menunjuk PLT yang di angkat PJ, yaitu Kepala Dinas Kesehatan, apa ini tidak Rancu atau menyalahi aturan dari Mekanisme yang ada, terlihat selain terburu buru juga terkesan paksakan lagi.

Info Lainnya  Program Indonesia Pintar (PIP) Untuk Siswa Kurang Mampu Bukan Untuk Oknum !

Padahal jelas didalam perwal no 116 tgl 31 Desember thn 2021, pada Paragraf 2 Pasal 8 ayat (1) & (2). tentang mekanisme Dirut berhalangan baik sementara \ permanen, harus setingkat dibawah Dirut, atau setara jika mengacu ke PP no 79 thn 2019, yaitu dari eselon III.b untuk RSUD kelas B dan berpengalaman minimal 2 – 3 thn di bidang Administrasi kebidanan atau Dr. Spesialis Kukus otomatis yaitu para Wadir Struktural.

Kenapa malah Kepala Dinas Kesehatan diatas setingkat nya ?
Jadi apa dasar payung hukum nya yang dipake oleh PJ Walikota Kusmana dalam mengangkat Dirut PLT baru ? Kalau bukan dari Perwal sebagai turunan UU, Permen dan PP. Berarti hal ini telah terjadi dua (2) kali putusan & kebijkan yang tidak tepat aturan & mekanisme nya.

Pertama terjadi kelalaian fatal dengan yang dipersyaratkan Panitia otomatis penetapan calon Dirut dan pengukuhan nya pun sepintas tak bermasalah dan tak cacat aturan, padahal jalan keluar dari rel nya.

Kedua PJ walikota menerima Keputusan pengunduran dirinya dengan mengangkat PLT baru dari Kepala Dinas Kesehatan, yang nota bone setingkat lebih tinggi diatas jabatan Dirut.??

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 138000631

article 138000632

article 138000633

article 138000634

article 138000635

article 138000636

article 138000637

article 138000638

article 138000639

article 138000640

article 138000641

article 138000642

article 138000643

article 138000644

article 138000645

article 138000646

article 138000647

article 138000648

article 138000649

article 138000650

article 138000651

article 138000652

article 138000653

article 138000654

article 138000655

article 138000656

article 138000657

article 138000658

article 138000659

article 138000660

article 138000661

article 138000662

article 138000663

article 138000664

article 138000665

article 138000666

article 138000667

article 138000668

article 138000669

article 138000670

article 138000671

article 138000672

article 138000673

article 138000674

article 138000675

article 138000676

article 138000677

article 138000678

article 138000679

article 138000680

article 138000681

article 138000682

article 138000683

article 138000684

article 138000685

article 138000686

article 138000687

article 138000688

article 138000689

article 138000690

article 138000691

article 138000692

article 138000693

article 138000694

article 138000695

article 138000696

article 138000697

article 138000698

article 138000699

article 138000700

article 138000701

article 138000702

article 138000703

article 138000704

article 138000705

article 208000456

article 208000457

article 208000458

article 208000459

article 208000460

article 208000461

article 208000462

article 208000463

article 208000464

article 208000465

article 208000466

article 208000467

article 208000468

article 208000469

article 208000470

208000446

208000447

208000448

208000449

208000450

208000451

208000452

208000453

208000454

208000455

article 228000306

article 228000307

article 228000308

article 228000309

article 228000310

article 228000311

article 228000312

article 228000313

article 228000314

article 228000315

article 228000316

article 228000317

article 228000318

article 228000319

article 228000320

article 228000321

article 228000322

article 228000323

article 228000324

article 228000325

article 228000326

article 228000327

article 228000328

article 228000329

article 228000330

article 228000331

article 228000332

article 228000333

article 228000334

article 228000335

article 238000336

article 238000337

article 238000338

article 238000339

article 238000340

article 238000341

article 238000342

article 238000343

article 238000344

article 238000345

article 238000346

article 238000347

article 238000348

article 238000349

article 238000350

article 238000351

article 238000352

article 238000353

article 238000354

article 238000355

article 238000356

article 238000357

article 238000358

article 238000359

article 238000360

article 238000361

article 238000362

article 238000363

article 238000364

article 238000365

article 238000366

article 238000367

article 238000368

article 238000369

article 238000370

article 238000371

article 238000372

article 238000373

article 238000374

article 238000375

article 238000376

article 238000377

article 238000378

article 238000379

article 238000380

article 238000381

article 238000382

article 238000383

article 238000384

article 238000385

article 238000386

article 238000387

article 238000388

article 238000389

article 238000390

article 238000391

article 238000392

article 238000393

article 238000394

article 238000395

article 238000396

article 238000397

article 238000398

article 238000399

article 238000400

article 238000401

article 238000402

article 238000403

article 238000404

article 238000405

article 238000406

article 238000407

article 238000408

article 238000409

article 238000410

sumbar-238000336

sumbar-238000337

sumbar-238000338

sumbar-238000339

sumbar-238000340

sumbar-238000341

sumbar-238000342

sumbar-238000343

sumbar-238000344

sumbar-238000345

sumbar-238000346

sumbar-238000347

sumbar-238000348

sumbar-238000349

sumbar-238000350

sumbar-238000351

sumbar-238000352

sumbar-238000353

sumbar-238000354

sumbar-238000355

sumbar-238000356

sumbar-238000357

sumbar-238000358

sumbar-238000359

sumbar-238000360

sumbar-238000361

sumbar-238000362

sumbar-238000363

sumbar-238000364

sumbar-238000365

sumbar-238000366

sumbar-238000367

sumbar-238000368

sumbar-238000369

sumbar-238000370

sumbar-238000371

sumbar-238000372

sumbar-238000373

sumbar-238000374

sumbar-238000375

sumbar-238000376

sumbar-238000377

sumbar-238000378

sumbar-238000379

sumbar-238000380

sumbar-238000381

sumbar-238000382

sumbar-238000383

sumbar-238000384

sumbar-238000385

sumbar-238000386

sumbar-238000387

sumbar-238000388

sumbar-238000389

sumbar-238000390

sumbar-238000391

sumbar-238000392

sumbar-238000393

sumbar-238000394

sumbar-238000395

sumbar-238000396

sumbar-238000397

sumbar-238000398

sumbar-238000399

sumbar-238000400

article 138000706

article 138000707

article 138000708

article 138000709

article 138000710

article 138000711

article 138000712

article 138000713

article 138000714

article 138000715

article 138000716

article 138000717

article 138000718

article 138000719

article 138000720

news-1701