BANDUNG, Idisi Online — Kampung Adat Arjasari di Kampung Batukarut, Desa Lebakwangi, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, kembali menggelar rangkaian tradisi Muludan pada Selasa, 25 Agustus 2026. Acara yang dipusatkan di Bumi Alit ini dihadiri tokoh adat, Kepala Dinas Kebudayaan, Camat Arjasari Dian Wardana, S.IP., M.M.A., Kepala Desa Arjasari Uwa Eros, Kepala Desa Lebakwangi Mahmud Triyona, S.H., serta warga dan tamu dari luar daerah.

Kampung Adat Arjasari yang juga dikenal sebagai Kabuyutan Lebakwangi Batukarut merupakan tempat penyimpanan pusaka peninggalan Embah Manggungdikusumah, pendiri kampung sekaligus penyebar agama Islam di Bandung Selatan.
Ngarumat pusaka jadi inti tradisi
Di dalam Bumi Alit tersimpan berbagai pusaka seperti kujang, keris, tombak, badi, dan gobang. Selain senjata, ada pula sumbul dan gamelan goong rénténg Embah Bandong yang ditabuh setiap tanggal 12 Mulud untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ada tiga agenda utama yang selalu dilaksanakan setiap bulan Mulud:
1. Ceramah agama: pengajian untuk mengingatkan kelahiran Nabi
2. Ngarumat barang pusaka: mengeluarkan, membersihkan, lalu membungkus kembali pusaka dengan kain putih lima lapis
3. Botram: makan bersama yang dipimpin para sesepuh kampung
Prosesi ngarumat dilakukan dengan hati-hati. Setelah dibersihkan, pusaka ditaburi bunga rampé dan disimpan di tempat peristirahatan bersih dengan bantal kecil.

Warga dari berbagai daerah ikut botram
Puncaknya jatuh pada 12 Mulud. Warga datang membawa rantang berisi makanan khas Sunda seperti ranginang, opak, kolontong, wajit, katimus, lemper, borondong, bugis, dan lainnya untuk dibagikan saat botram.
Tidak hanya warga Arjasari, pengunjung dari luar daerah juga ramai hadir untuk mengikuti acara adat yang sudah berlangsung turun-temurun selama ratusan tahun ini.
Aturan ziarah di Bumi Alit
Di area Bumi Alit terdapat makam leluhur yang sering diziarahi, di antaranya Makam Embah Lurah Sutadikusumah, Embah Wira Sutadikusumah, Embah Patrakusumah, Embah Aji Kalangsumitra, dan Embah Dalem Andaya Sakti.
Ziarah hanya diperbolehkan pada hari Senin dan Kamis. Khusus hari Selasa selama bulan puasa, Bumi Alit ditutup untuk umum dan hanya boleh dimasuki kuncen serta petugas.
Tradisi Muludan di Kampung Adat Arjasari menjadi cermin kuatnya perpaduan nilai Islam, budaya Sunda, dan penghormatan kepada leluhur yang terus dijaga masyarakat Bandung Selatan hingga kini.
Rep. Edwin
Editor Imul









