Bandung, idisionline.com- Penyertaan modal yang digelontorkan Pemerintah Desa (Pemdes) Cicalengka Wetan untuk modal usaha Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) daro Tahun 2021 hingga 2025 mencapai lebih dari 500 juta.
Modal yang bersumber dari kantong Dana Desa (DD) tersebut digunakan untuk beberapa bidang usaha, diantaranya jaringan internet dan ketahanan pangan.

Hal tersebut dikemukakan Bendahara Desa, Riska saat terkonfirmsi awak media diruang kerjanya, Selasa (18/08/2026).
Riska menyebut besaran modal yang dikucurkan ke Bumdes, bidang usaha serta hasil melalui PADes.
“Besaran penyerytaan modal untuk usaha Bumdes memang sesuai dengan data yang bapak bawa. Hanya untuk ketahanan pangan ada refokusing. Usaha yang dijalankan bumdes meliputi jaringan internet, ternak domba dan ayam kampung” ujarnya.
Sementara untuk nilai yang dihasilkan bumdes sejauh ini diakui Riska belum optimal.
“Bumdes menghasilkan PADes tiap tahunnya dikisaran nilai 20 juta, memang dirasa belum sebanding dengan modal yang dikucurkan. Untuk lebih jelas bisa menemui direkturnya pak Encep Johan” imbuhnya.
Ditemui terpisah, Direktur Bumdes Cicalengka Wetan, Encep Johan tidak menampik beberapa kali sudah mendapat penyertaan modal.
“Untuk besar rincian modal nya saya lupa, mengenai PAdes yang di hasilkan dari unit usaha BUMDES. Baru bisa menyumbang PADes 11 juta”ucapnya
Lebih lanjut Ia menyebut angka 11 juta belum di kurangi buat perangkat Desa.
“Sebelas juta itu belum dikurangi komisi untuk perangkat Desa yang merekomendasi untuk konsumen internet, sebesar 5 juta. Jadi PAdes yang masuk ke desa paling sisanya” pungkasnya.
Pernyataan yang dilontarkan Direktur Bumdes tersebut berbanding terbalik dengan penjelasan perangkat Desa. Nilai PADes bahkan lebih minim.
Sejauh ini Kepala Desa Cicalengka Wetan ataupun pihak terkait lainnya belum dapat ditemui untuk diminta keterangan resmi.
***Her/Yus









