KARAWANG,Idisionline.com – Kesadaran masyarakat dan dunia usaha dalam mengelola sampah serta limbah dinilai menjadi faktor utama untuk menjaga kelestarian Sungai Citarum.
Hal itu disampaikan Kolonel Inf Satyo Ariyanto, yang kini mendapat amanah tugas di Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat (Pusterad) Mabes TNI AD, usai mengakhiri penugasannya sebagai Komandan Sektor 10 Satgas Citarum Harum.
Selama kurang lebih enam bulan memimpin Sektor 10 Satgas Citarum Harum sejak Februari 2026, Kolonel Satyo mengatakan pihaknya melakukan pengawasan secara rutin terhadap perusahaan-perusahaan di wilayah tugas.
Pengawasan meliputi pemantauan, pemeriksaan, hingga penindakan terhadap dugaan pelanggaran yang berpotensi mencemari lingkungan.
Salah satu langkah tegas yang dilakukan, kata dia, adalah penyegelan terhadap sebuah perusahaan asal Thailand yang diduga melanggar ketentuan pengelolaan lingkungan.
“Selama bertugas, kami berupaya memastikan seluruh perusahaan mematuhi aturan yang berlaku. Pengawasan dilakukan secara konsisten agar pencemaran lingkungan dapat dicegah sedini mungkin,” ujarnya.
Selain pengawasan terhadap dunia usaha, Kolonel Satyo menekankan pentingnya membangun budaya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga.
Menurutnya, kebiasaan memilah dan mengolah sampah dari rumah akan memberikan dampak besar terhadap pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).
Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos maupun media budidaya cacing yang memiliki nilai ekonomi.
Ia mengungkapkan telah menyampaikan secara singkat konsep pengelolaan sampah tersebut kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang untuk memperoleh masukan.
Konsep tersebut masih dalam tahap penyempurnaan dan belum pernah dipaparkan secara resmi kepada Pemerintah Daerah.
Kolonel Satyo juga mengajak seluruh elemen, mulai dari rumah tangga, perkantoran, rumah sakit hingga kawasan industri, untuk mengelola sampah di lingkungan masing-masing sebelum dibuang ke tempat pemrosesan akhir.
Terkait pengelolaan limbah industri, ia mengingatkan agar seluruh perusahaan mematuhi ketentuan hukum yang berlaku dan memastikan tidak ada limbah yang dibuang ke sungai, baik karena kelalaian maupun kesengajaan.
“Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga ekosistem Sungai Citarum. Kepatuhan terhadap aturan dan kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi budaya bersama agar kualitas sungai terus membaik,” katanya.
Kolonel Satyo menambahkan, partisipasi masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam pengawasan lingkungan. Ia berharap warga tidak ragu melaporkan apabila menemukan dugaan pencemaran lingkungan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi yang berwenang.
“Menjaga Citarum bukan hanya tugas pemerintah atau aparat, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Dengan kolaborasi dan kesadaran bersama, kita dapat mewariskan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari kepada generasi mendatang,” pungkasnya.
Enam Bulan Pimpin Sektor 10, Kolonel Inf Satyo Soroti Pengawasan Limbah dan Budaya Kelola Sampah













