
KARAWANG,Idisionline.com – Suasana malam di Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur, mendadak syahdu.
Puluhan warga berkumpul di bawah tenda panggung yang megah, menyatukan hati dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah.
Acara akbar yang mengombinasikan Milad ke-4 Yayasan Daarul Musa Indonesia, Haul Mbah Musa bin K.H. Ali Hasan, dan santunan anak yatim ini berjalan penuh khidmat, Selasa malam (16/06/2026).
Panggung acara menjadi saksi bisu saat H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H., naik ke podium untuk memberikan tausiahnya.
Pria yang akrab disapa Kang HES ini tidak sekadar berceramah, ia membedah makna “Hijrah” dengan analogi yang menyentuh realitas kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita berjalan bersama Allah, kita punya Allah, maka ketakutan itu akan berubah menjadi keberanian. Hikmah terbesar dari 1 Muharram adalah meyakini secara total bahwa setiap niat hijrah menuju kebaikan pasti dibarengi dengan pertolongan Allah SWT,” tegas Endang Sodikin di hadapan jemaah.
Ia membawa ingatan jemaah kembali ke masa kenabian, mengisahkan beratnya perjuangan Rasulullah SAW dan Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq yang harus bertaruh nyawa dan bersembunyi selama tiga hari di Gua Tsur dari kejaran kaum kafir Quraisy.
Di akhir tausiahnya, ia mengajak warga Palawad untuk menjadikan momentum tahun baru ini sebagai ajang kembali ke “kertas putih” sebuah simbol kesucian diri.
Sebagai bentuk rasa syukur dan harapan (tapaul), ia juga mengingatkan tradisi meminum susu putih di awal tahun serta mengajak masyarakat merapatkan barisan melalui ibadah puasa sunah Tasu’a, Asyura, hingga Ayyamul Bidh.
Ayyamul Bidh (أيام البيض) adalah puasa sunnah tiga hari yang dilaksanakan pada pertengahan setiap bulan Hijriah, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 kalender Islam.







