KARAWANG, IO – Di tengah gempuran tren digital, ratusan siswa SMAN 5 Karawang justru memilih kembali ke akar budaya.
Lapangan upacara sekolah berubah menjadi panggung kreativitas saat para siswa kelas X dan XI menggelar pameran karya dan festival kaulinan (permainan) tradisional pada Rabu (13/05/2026).
Kegiatan kokurikuler ini bukan sekadar pameran biasa. Sejak pagi, keriuhan pecah saat siswa menampilkan berbagai permainan tradisional Sunda yang kini mulai langka.

Tak hanya bermain, mereka juga memamerkan berbagai produk inovatif hasil proyek pembelajaran yang memadukan nilai kearifan lokal dengan sentuhan modern.
Kepala SMAN 5 Karawang, Dr. Epul Saepul, M.Pd., mengaku bangga atas dedikasi para siswanya.
Menurutnya, kolaborasi yang ditunjukkan siswa dalam menyiapkan pameran ini adalah bukti bahwa pendidikan karakter bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki karakter kuat, mampu berkolaborasi, dan yang terpenting: tidak melupakan identitas budaya daerahnya,” ujar Dr. Epul dalam sambutannya.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Pengawas Pembina KCD Wilayah IV, Hj. Dr. Dede Sumiati.
Ia memberikan nilai tinggi pada inisiatif sekolah yang berani mengintegrasikan pelestarian budaya ke dalam kurikulum sekolah.
“Di zaman serba instan ini, mengenalkan kembali kaulinan tradisional adalah langkah strategis. Ini adalah bagian dari identitas bangsa yang harus dijaga agar tidak punah tertelan zaman,” tegas Dr. Dede.
Sepanjang acara, para pengunjung disuguhi pemandangan menarik:
Eksplorasi Karya: Stan-stan kreatif yang menampilkan hasil proyek siswa dengan tema budaya lokal.
Interaksi Budaya: Atraksi permainan tradisional yang melibatkan kekompakan dan ketangkasan fisik.
Edukasi Publik: Penjelasan edukatif dari siswa mengenai makna di balik setiap karya yang mereka buat.
Pihak sekolah berharap, kegiatan ini menjadi pemantik motivasi bagi para peserta didik untuk terus berinovasi tanpa kehilangan jati diri sebagai generasi muda yang mencintai budaya Indonesia.







