Kota Tasikmalaya, IO – Momentum penting terjadi dalam kunjungan inspeksi Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), ke SMAN 11 Bungursari Kota Tasikmalaya pada Senin sore (04/05). Dalam kesempatan tersebut, Endra Rusnendar, S.H., selaku Pembina YLBH-Merah Putih Tasikmalaya sekaligus Kuasa Pendampingan Hukum Haji Ade Hermawan (penghibah tanah), berhasil bertemu dan berkomunikasi langsung dengan Gubernur Jawa Barat.
Sebelum pertemuan tersebut, Endra Rusnendar, S.H. melakukan koordinasi dan silaturahmi dengan unsur pemerintahan setempat, mulai dari Lurah Bantarsari, Camat Bungursari, hingga pihak sekolah SMAN 11 Bungursari beserta jajaran tenaga pengajar. Hal ini menunjukkan pendekatan yang mengedepankan etika, koordinasi, serta penghormatan terhadap struktur pemerintahan dan institusi pendidikan.
Momentum krusial terjadi saat Endra Rusnendar, S.H. berjalan berdampingan dengan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi. Dengan sigap dan responsif, Wali Kota Tasikmalaya memfasilitasi pertemuan langsung dengan Gubernur Jawa Barat di tengah padatnya agenda dan kerumunan kegiatan inspeksi.
Dalam pertemuan singkat namun substansial tersebut, Endra Rusnendar, S.H. menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Jawa Barat di SMAN 11 Bungursari, sekaligus menyampaikan pesan dari pihak penghibah tanah, Haji Ade Hermawan, berupa undangan silaturahmi. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat menyampaikan permohonan maaf karena keterbatasan waktu, serta menitipkan salam hormat kepada Haji Ade Hermawan.
Lebih jauh, Gubernur Jawa Barat menegaskan bahwa proses pembebasan lahan untuk akses jalan menuju SMAN 11 Bungursari akan segera dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat. Pernyataan ini menjadi jawaban langsung atas dinamika dan polemik yang berkembang di tengah masyarakat.
Pasca pertemuan, Wali Kota Tasikmalaya kembali menunjukkan komitmennya dengan mengoordinasikan tindak lanjut bersama Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, guna memastikan kesinambungan komunikasi antara pihak pemerintah dan perwakilan penghibah.
Pernyataan Resmi Saat dikonfirmasi oleh awak media, Endra Rusnendar, S.H. menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran langsung Gubernur Jawa Barat yang dinilai telah memberikan kejelasan terhadap persoalan akses jalan menuju SMAN 11 Bungursari.
> “Alhamdulillah, kehadiran Gubernur Jawa Barat telah menjawab secara langsung berbagai dinamika yang berkembang. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai elemen masyarakat, termasuk insan pers, aliansi masyarakat Bungursari, LSM, serta organisasi kemasyarakatan yang telah mengawal aspirasi secara konstruktif.
Secara khusus, apresiasi juga disampaikan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya yang dinilai telah menjalankan fungsi kepemimpinan secara efektif dan komunikatif dalam menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Pemerintah Provinsi.
Arah Kebijakan dan Pelaksanaan ;
Terkait pelaksanaan pembangunan akses jalan, terdapat dua kemungkinan skema yang dapat ditempuh:
1. Dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi dengan koordinasi teknis melalui pemerintah daerah; atau
2. Dilaksanakan oleh pihak penghibah melalui pembentukan Tim Swakelola yang independen, profesional, dan berintegritas.
Endra Rusnendar, S.H. menegaskan bahwa apabila pelaksanaan pembangunan dipercayakan kepada pihak penghibah, maka Haji Ade Hermawan akan menunjuk tim yang berasal dari masyarakat lokal Bungursari yang memiliki kapasitas, kredibilitas, serta komitmen terhadap kepentingan publik.
Lebih lanjut, disampaikan pula “insyaallah” jika ada izin Alloh SWT kedepannya, rencana mulia dari Haji Ade Hermawan untuk kembali mewakafkan lahan seluas ±250 bata guna pembangunan masjid besar di sekitar lingkungan sekolah, dengan estimasi anggaran mencapai Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam setiap proses pembangunan, yang dibutuhkan bukan hanya kecepatan, tetapi juga kepekaan, penghormatan, dan kebijaksanaan dalam menyikapi setiap pihak yang berkontribusi.
Tidak semua yang bekerja terlihat memahami makna pengabdian, dan tidak semua yang bersuara keras mencerminkan kedalaman tanggung jawab. Dalam dinamika seperti ini, waktu kerap menjadi penilai paling jujur—siapa yang benar-benar membangun, dan siapa yang sekadar hadir dalam narasi.
Pembangunan yang berlandaskan niat baik akan menemukan jalannya. Sebaliknya, pendekatan yang mengabaikan nilai penghormatan sering kali justru menyisakan catatan yang tidak perlu.
Dengan adanya kepastian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, diharapkan proses pembebasan lahan dan pembangunan akses jalan menuju SMAN 11 Bungursari dapat segera terealisasi, sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa.
YLBH-Merah Putih Tasikmalaya Dan Rekan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses ini secara profesional, objektif, dan berlandaskan hukum. (Edwin)
Pembina LBH Merah Putih Tasikmalaya Bangun Komitmen dengan KDM, Selesaikan Akses Jalan SMAN 11 Bungursari







