BANDUNG, IDISI ONLINE – Semangat membara ditunjukkan oleh 40 santri asal Karawang yang tengah menjalani Pelatihan Kader Kesadaran Bela Negara (KKRI).
Bertempat di Dodikjur Rindam III/Siliwangi, para peserta didik ini melewati serangkaian fase transformasi mental dan fisik yang dimulai sejak Sabtu (18/04/2026).
Di bawah bimbingan instruktur profesional, para santri tidak hanya dilatih ketangkasan fisik, tetapi juga dibekali wawasan kebangsaan untuk mencetak generasi muda yang berkarakter kuat dan cinta tanah air.
Agenda kegiatan disusun secara komprehensif mulai pukul 03.30 WIB hingga pukul 00.00 WIB.
Para peserta mengawali hari dengan penguatan spiritual melalui Sholat Tahajud dan Subuh berjamaah, disusul dengan senam pagi untuk menjaga kebugaran.
Rangkaian latihan fisik seperti PBB Dasar dan yel-yel menjadi menu utama untuk memupuk kekompakan.
Tak hanya itu, para santri juga menerima materi krusial di era digital, yakni “Bijak Dalam Bermedsos” dan BACADNAS (Badan Cadangan Nasional), guna membentengi mereka dari pengaruh negatif informasi di dunia maya.
Memasuki fase simulasi lapangan, para peserta diuji melalui materi Survival (bertahan hidup) dan Longmalap (Pertolongan Pertama Lapangan).
Suasana semakin khidmat sekaligus meriah saat api unggun dinyalakan, dibarengi dengan pentas kesenian yang menampilkan bakat-bakat terpendam para santri.
Puncak latihan mental terjadi pada sesi Caraka Malam, di mana keberanian dan loyalitas setiap individu diuji di tengah kegelapan, sebelum akhirnya ditutup dengan apel pengecekan personel pada tengah malam.
Saat dikonfirmasi, Sertu Aldin Nurfalah memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan tertib.
Ia mengapresiasi daya tahan para santri yang tetap prima meski menghadapi jadwal latihan yang padat.
“Seluruh rangkaian kegiatan hingga saat ini berjalan dengan lancar, kondusif, dan tertib. Semangat para peserta tidak surut meski jadwal sangat padat dari subuh hingga tengah malam. Kondisi personel dan materiil tetap terjaga dengan baik,” ujar Sertu Aldin Nurfalah.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader pemimpin masa depan dari Karawang yang memiliki keseimbangan antara ketakwaan, kecerdasan digital, dan ketangguhan fisik dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).









